Bentuk Soft Skill dan Mental Juara, SMK-SMTI Yogyakarta Dorong Siswa Gemilang di Luar Akademik
WARTAJOGJA.ID: Di tengah padatnya jadwal pembelajaran dan praktikum berbasis teknologi industri, Sekolah Menengah Kejuruan-Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) Yogyakarta terus membuktikan komitmennya dalam mendukung potensi siswa baik akademik maupun non akademik (ekstrakurikuler).
Tidak hanya berfokus pada capaian angka di dalam kelas, sekolah kejuruan ini secara aktif melatih kebebasan berkreasi dan mengasah bakat peserta didiknya hingga berhasil menorehkan deretan prestasi gemilang di bidang non-akademik, mulai dari cabang olahraga, seni, hingga teknologi sains.
Kepala Urusan Ekstrakurikuler SMK-SMTI Yogyakarta, Aditya Irawan, menuturkan bahwa torehan prestasi para siswa dalam rentang satu tahun terakhir didominasi oleh cabang olahraga dan seni. Keseimbangan ini dinilai penting untuk membentuk modal karakter siswa di masa depan.
"Kalau untuk prestasi siswa, ini kan ada dua, ada yang akademik dan non-akademik. Nah, untuk yang non-akademik ini sebagian besar di satu tahun terakhir memang banyak di cabang olahraga dan seni," ujar Aditya saat ditemui di sekolah, Rabu, 19 Agustus 2026.
Keberhasilan di bidang olahraga dan seni tersebut dibuktikan lewat berbagai ajang.
Di antaranya, piala Juara 1 Futsal HIMA UMY Cup 2026 yang berhasil diraih Tim Futsal SMK-SMTI Yogyakarta, serta gelar Juara 1 Tarung Derajat Fight Putra (61,1–64 kg) POPDA DIY 2026 atas nama Arka Praja As-Sidiq.
Tak ketinggalan, pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMK Kota Yogyakarta 2026, Raisha Aera Salsabila menyabet Juara 2 Renang Putri, dan Raiqa Hafiza meraih Juara 3 Atletik Putri.
Catatan ini makin lengkap dengan raihan KM Kadhafi yang menyabet Juara 1 Tolak Peluru Lomba Atletik Pelajar Kota Yogyakarta, serta torehan medali dari Enrico Saputra (Bridge) dan Hafidz Putra Fathurrohman (Gateball) di ajang POPDA DIY.
Di panggung seni dan baris-berbaris, Tim Tari SMK-SMTI Yogyakarta berhasil memborong gelar Juara 2 Taman Pintar Dance Competition. Skuad Pasukan Khusus (Passus) juga mengamankan posisi Juara 2 Variasi Formasi LBB Diyata #11 se-DIY dan Jateng.
Bahkan dua siswa terbaiknya, Nur Muhammad Yasin dan Anung Bramantya Saputra, sukses terpilih menjadi Paskibra Kota Yogyakarta pada peringatan HUT Ke-81 RI 17 Agustus 2026 lalu.
Pada ajang Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) SMK Kota Yogyakarta 2026, tiga medali Juara 3 sekaligus diborong oleh Latifah Qurrotaayun (Monolog), Nasrulloh (Menulis Cerpen), dan Yoseva Lonixa Nogo Liwun (Menyanyi Solo Putri).
Sebagai sekolah berbasis teknologi, pengembangan sains terapan lewat pengerjaan proyek ekstrakurikuler juga menuai hasil manis.
Tim yang beranggotakan Muhammad Ganung Dwi Laksono, Muhammad Naufal Fathin, dan Adam Bachtiar Suyudi berhasil menyabet Juara 1 Kategori Internet of Things (IoT) pada gelaran Fusion Tech x KOMIK Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).
"Selain seni dan olahraga, karena sekolah ini basisnya teknologi, pada Agustus ini kami mendapatkan Juara 1 lomba IoT di UTY. Anak-anak ini merancang semacam alat industri dan menuntaskan projek itu. Jadi mereka tidak hanya pembelajaran di kelas, tapi juga belajar menyelesaikan projek-projek secara nyata di luar jam sekolah," kata Aditya.
Aditya menegaskan bahwa partisipasi aktif dalam berbagai perlombaan ini bukan sekadar mengejar piala semata. Melainkan sarana memupuk daya saing dan ketahanan mental (competitiveness) yang tidak didapatkan dari sekadar nilai rapor.
Menurutnya, kecerdasan akademik hanyalah pintu masuk utama untuk melamar pekerjaan, tetapi soft skill dan keberanian bertahan di tengah kegagalan adalah kunci utama untuk bertahan hidup di dunia kerja kelak.
"Kami selalu menanamkan ke anak-anak bahwa hidup itu adalah kompetisi. Melalui lomba, anak-anak didorong memiliki mental competitiveness. Kalau di dunia nyata atau kerja mereka gagal atau jatuh, mereka tidak gampang menyerah, bisa bangkit lagi dan memberi yang terbaik," ujarnya.
Aditya menambahkan pembelajaran akademik berfungsi mengantar siswa kelak sampai diterima kerja.
"Tapi untuk punya mental survive dan bertahan lama di industri, itu ditentukan oleh karakter dan mentalitas yang ditempa dari kegiatan luar kelas," tegasnya.
Menghadapi tantangan karakter siswa yang terkadang masih ragu akan potensi diri, serta ekspektasi orang tua yang kerap menuntut nilai akademik sempurna, pihak sekolah berpesan agar seluruh pihak mau saling bersinergi dan percaya proses pengembangan bakat anaknya.
"Ke anak-anak kami selalu berpesan, kalau tidak mau gagal syaratnya cuma satu: jangan pernah memulai. Tapi kalau sudah berani memulai, gagal itu bagian dari proses. Untuk para orang tua, setiap anak punya potensi dan waktu panen yang berbeda-beda," kata dia.
Pihaknya berpesan pada para siswa jangan hanya berfokus hanya pada rutinitas akademik.
"Karena masa depan tidak hanya ditentukan di atas kertas. Gunakan kebebasan mengembangkan diri secara bertanggungjawab," kata dia.
Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membeberkan, 100 persen lulusan unit pendidikan vokasi yang berada di bawah Kemenperin, dipastikan akan diterima bekerja di sektor industri, termasuk para siswa lulusan SMK-SMTI.
Secara umum Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, kualitas pendidikan vokasi yang ada di bawah Kemenperin sudah bagus dan ideal. Baik dari segi pelaksanaan program, maupun jejaring yang dilakukan dengan industri.
"Kualitas pendidikan vokasi kita sudah sangat baik. Tapi perlu ditambah dari jumlah atau kuantitasnya," pesannya.
"Selain kualitas, aspek kuantitas juga terus ditingkatkan, baik program kelas atau SDM, untuk memenuhi kebutuhan industri," harapnya.
Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, kebutuhan SDM yang unggul dan kompeten di sektor industri, secara pola juga terus bertambah secara signifikan.
Menurutnya, fenomena tersebut jadi indikator yang positif, karena berarti menunjukkan signifikansi sektor industri di Indonesia yang terus maju dan berkembang.
"Industri kita bertumbuh pesat, peningkatan dan kebutuhan SDM di industri juga terus terjadi," tandasnya.
Berikut Sebagian Deretan Prestasi SMK-SMTI Yogyakarta sepanjang 2026 hingga Agustus :
List Prestasi Siswa SMK-SMTI Yogyakarta
1. Juara 2 Variasi Formasi LBB Diyata #11 SMA N 11 Yogyakarta Tingkat SD, SMP, dan SMA Sederajat Se-DIY dan Jateng : Tim Passus SMK-SMTI Yogyakarta
2. Juara 2 Taman Pintar Dance Competition : Tim Tari SMK-SMTI Yogyakarta
3. JUARA I Tarung Derajat Fight Putra 61,1 - 64 kg Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY 2026 : Arka Praja As-Sidiq
4. JUARA III Beregu Putra Bridge Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY 2026 : Enrico Saputra
5. JUARA II Beregu Campuran Bridge Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY 2026 : Enrico Saputra
6. JUARA III Beregu Putra Gateball Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY 2026 : Hafidz Putra Fathurrohman
7. JUARA III Monolog FLS3N Jenjang SMK Kota Yogyakarta 2026 : Latifah Qurrotaayun
8. JUARA III Menulis Cerpen FLS3N Jenjang SMK Kota Yogyakarta 2026 : Nasrulloh
9. JUARA III Menyanyi Solo Putri FLS3N Jenjang SMK Kota Yogyakarta 2026 : Yoseva Lonixa Nogo Liwun
10. JUARA II Renang Putri O2SN Jenjang SMK Kota Yogyakarta 2026 : Raisha Aera Salsabila
11. JUARA III Atletik Putri O2SN Jenjang SMK Kota Yogyakarta 2026 : Raiqa Hafiza
12. JUARA I Futsal Futsal HIMA UMY CUP 2026 : Tim Futsal SMK-SMTI Yogyakarta
13. JUARA I Kategori IoT Fusion Tech x KOMIK UTY : Muhammad Ganung Dwi Laksono, Muhammad Naufal Fathin, & Adam Bachtiar Suyudi
14. Juara I Lomba Atletik Pelajar Kota Yogyakarta Nomor Tolak Peluru : KM Kadhafi
15. Paskibra Kota Yogyakarta pada peringatan Hari Ulang Tahun RI, 17 Agustus 2026: Nur Muhammad Yasin; dan Anung Bramantya Saputra
Post a Comment