News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Jelajahi Gunung Buku di JEC 3-13 September 2026: Big Bad Wolf Boyong 1 Juta Buku Impor Murah

Jelajahi Gunung Buku di JEC 3-13 September 2026: Big Bad Wolf Boyong 1 Juta Buku Impor Murah


WARTAJOGJA.ID : ​Gelombang buku dalam jumlah masif siap membanjiri Kota Pelajar. 

Menandai perjalanan satu dekade kehadirannya di Indonesia, Bazar Buku Internasional Big Bad Wolf (BBW) Books kembali menyapa Daerah Istimewa Yogyakarta dengan membawa stok fantastis mencapai lebih dari satu juta eksemplar buku baru. Perhelatan skala raksasa ini dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari penuh pada 3- 13 September 2026 di Hall Bima (A) Jogja Expo Center (JEC), buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 23.00 WIB.

​Pasokan buku fisik dengan kuantitas yang begitu melimpah ini dihadirkan untuk menjawab tingginya kebutuhan akan akses bacaan bermutu di Yogyakarta dan daerah sekitarnya. 


Public Relations BBW Indonesia, Andri Suharyono, menyampaikan bahwa jutaan koleksi yang diboyong mencakup rentang genre yang sangat luas untuk memanjakan seluruh lapisan usia, mulai dari buku anak-anak, novel, buku resep, hingga panduan hobi.

​"Kami membawa lebih dari 1 juta buku baru berbahasa Inggris untuk semua genre dan tingkatan usia. Semua harga buku kami turunkan agar masyarakat Yogyakarta memiliki kesempatan lebih luas mengakses buku internasional berstandar tinggi," kata Andri Suharyono dalam pertemuannya dengan awak media di Sleman, Rabu (19/8/2026).

​Andri menjelaskan bahwa tingginya kuantitas buku yang dihadirkan di JEC bertujuan untuk memberikan ruang pilihan yang hampir tanpa batas bagi para pencinta buku. Bahkan, harga yang ditawarkan dipangkas signifikan agar tetap terjangkau oleh kantong pelajar dan mahasiswa.

​"Itu untuk semua genre dan juga untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Yogyakarta untuk mendapatkan buku internasional dengan harga yang terjangkau," ujar Andri Suharyono.



​Meski mendatangkan deretan buku dalam jumlah yang amat besar, pihak penyelenggara menegaskan bahwa fokus utama mereka bukanlah mengejar omzet penjualan materiil semata. Penggelontoran jutaan buku ini murni ditujukan sebagai instrumen pemerataan akses literasi demi mencetak ribuan pembaca baru di setiap gelari pamerannya.

​"Di Big Bad Wolf, kami tidak ditargetkan dengan angka rupiah maupun dolar. Target utama kami adalah menyebarkan buku dan mendatangkan new readers atau pembaca baru yang belum sempat hadir ke BBW. Kami ingin menaikkan angka literasi membaca di kota yang kami kunjungi," tutur Andri Suharyono.

​Dengan melimpahnya stok bacaan yang ditawarkan, BBW memproyeksikan lonjakan pengunjung sebesar lima hingga tujuh persen dibandingkan perhelatan tahun sebelumnya. Luasnya variasi koleksi ini diyakini tidak hanya menarik warga lokal, tetapi juga menjadi magnet bagi pembaca dari berbagai wilayah tetangga.

​"Karena pengunjung Jogja itu bisa dari Magelang, Solo, karena Solo kita belum membuat acara di Solo," kata Andri Suharyono.


​Tak hanya berhenti pada ruang pameran, kuantitas buku yang melimpah ini juga disiapkan untuk mendistribusikan manfaat yang lebih luas ke lembaga-lembaga pendidikan dan komunitas. Penyelenggara membuka pintu kerja sama program Corporate Social Responsibility (CSR) guna menyuplai kebutuhan koleksi perpustakaan daerah maupun sekolah.

​"Dari pemerintah daerah juga bisa, tapi memang peraturan sekolah dan peraturan pemerintah daerah masing-masing juga harus kita selaraskan," pungkas Andri Suharyono.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment