Film 'Baby Udon' Siap Menyapa Bioskop 3 September 2026, Ada Cerita Haru Dibaliknya
WARTAJOGJA.ID — Industri perfilman tanah air siap menyambut kehadiran karya layar lebar terbaru bertajuk Baby Udon yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026 mendatang. Kepastian jadwal rilis ini disambut hangat oleh Denny Sumargo, yang menandai debutnya sebagai produser di bawah Sumargo Film dan Litto Production sekaligus mengambil peran utama pria sebagai Hajime Kondoh.
Penetapan tanggal tayang pada awal September tersebut menjadi momen yang sangat dinantikan setelah tim produksi melewati proses persiapan yang cukup panjang. Denny mengungkapkan bahwa persiapan produksi sempat mengalami kemunduran dari tiga bulan menjadi delapan bulan akibat kendala pencarian pemeran utama, sebelum akhirnya ia sendiri yang memutuskan untuk turun gunung mengambil peran tersebut.
"Kami sempat menawarkan ke beberapa nama besar. Secara waktu ada yang tidak bisa, bahkan ada yang tidak merespons. Kebutuhan pemainnya memang kita tidak dapat. Maka di last minute, karena sudah molor dari yang harusnya tiga bulan jadi delapan bulan, saya tidak punya pilihan selain harus main," ujar Denny Sumargo di sela acara special screening di XXI Plaza Ambarrukmo, Sleman, Yogyakarta, Senin (17/8/2026) malam.
Meski sempat mengalami penundaan jadwal syuting, Denny memandang momentum menuju penayangan perdana ini sebagai bentuk pembelajaran dan keberanian untuk bertumbuh di luar zona nyaman. Ia menegaskan bahwa fokus utama menyambut hadirnya film ini di bioskop adalah memberikan karya terbaik yang digarap penuh ketulusan.
"Orang kalau ingin bertumbuh harus berani keluar dari zona nyaman, dan itu yang saya lakukan sekarang. Namun garis bawahnya adalah mengerjakannya harus selalu memakai hati. Kalau hanya mengejar profit dan keuntungan, pembelajaran yang kita dapat akhirnya jadi sia-sia, tidak punya makna," kata Denny.
Di bawah arahan sutradara Fajar Bustomi, Baby Udon mengangkat kisah nyata perjalanan emosional Fanny Kondoh bersama mendiang suaminya, Hajime Kondoh. Film ini mengisahkan perjuangan pasangan tersebut dalam memperoleh buah hati lewat program in vitro fertilization (IVF) hingga perjuangan Fanny merawat putranya setelah sang suami berpulang akibat kanker.
Aktris Caitlin Halderman yang mendampingi Denny sebagai pemeran Fanny Kondoh mengaku sudah tak sabar memperlihatkan hasil penjiwaan karakternya kepada para penonton bioskop. Ia memanfaatkan waktu persiapan untuk melakukan observasi mendalam agar mampu membawakan dialek Jawa dengan alami.
"Pakai medok-medoknya ini sebenarnya aku enggak belajar banyak sih, aku observasi saja. Karena ngobrol sama Kak Fanny, aku perhatikan medoknya seberapa dan cara ngomongnya bagaimana. Lebih ke situ sih, mendengarkan lalu mencontohkan," tutur Caitlin.
Menjelang penayangannya bulan depan, Fanny Kondoh berharap pesan positif yang ada di dalam film ini dapat tersampaikan dengan baik dan menyentuh hati masyarakat luas saat menyaksikan langsung di layar lebar.
"Film ini adalah legacy buat anak saya. Namun tidak cuma itu, film ini bisa masuk ke banyak segmen, dari pejuang dua garis, pejuang kanker, hingga yang memiliki trauma dengan pasangan. Pesan yang bisa dibawa pulang adalah harapan," pungkas Fanny.
Post a Comment