Tembus Pasar Papua, Griya Handicraft Bantul Optimalkan Fitur Shopee untuk Naik Kelas
WARTAJOGJA.ID : Kehadiran platform perdagangan elektronik atau e-commerce terbukti menjadi katalis utama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional.
Salah satu kisah sukses transformasi digital ini datang dari Padukuhan Karang Kulon, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui brand Griya Handicraft, Slamet Riyadi, seorang perajin sekaligus Shopee Seller, sukses memaksimalkan seluruh ekosistem digital Shopee untuk memasarkan produk pengorganisasi premium atau box organizer buatannya.
Berkat ketekunannya mengoptimalkan fitur-fitur penjualan online, produk kerajinan berbahan karton bot tebal laminasi kuning, kayu lapis, dan kulit sintetis Grade A ini kini berhasil dikirim secara rutin ke para pelanggan dari ujung barat Aceh hingga pelosok Papua.
Perjalanan Slamet dalam membangun kejayaan digital ini melewati proses yang sangat panjang dan penuh tantangan.
Pria berusia 45 tahun yang merupakan ayah dari 2 anak ini awalnya memulai usaha secara mandiri pada tahun 2014 setelah menyerap ilmu sebagai buruh perajin kotak kulit di kawasan Kotagede sejak tahun 2008.
Dengan modal awal yang terbilang sangat minim yaitu 350 ribu rupiah, Slamet hanya mampu melahirkan 8 buah produk pertama yang ia kerjakan secara manual dengan tangannya sendiri karena harga bahan baku saat itu masih relatif terjangkau.
"Modal awalnya itu Rp350 ribu. Jadi sekitar delapan barang saat itu, karena juga di saat itu kan harga bahan masih relatif terjangkau," tutur Slamet Riyadi, Selasa, 30 Juni 2026.
Pada tahun 2015, Slamet memutuskan untuk membuka toko online di Shopee untuk pertama kalinya. Namun, pada masa awal tersebut toko digitalnya sempat terbengkalai karena ia belum memahami teknik pengelolaan toko online dan memilih fokus melayani pesanan fisik secara offline sebagai pemasok utama bagi para reseller lokal di area Yogyakarta dan Jawa Tengah.
"Waktu 2015 itu buka Shopee cuma modal otodidak. Pengetahuan kurang, tidak tahu apa itu optimasi foto, judul, atau kata kunci. Jadi ya tokonya terbengkalai, cuma laku satu-dua barang, karena kami memang tidak fokus ke sana," aku Slamet.
Kondisi bisnis berubah total ketika hantaman pandemi Covid-19 melanda pada kurun waktu 2019 hingga 2020. Pesanan dari para reseller lokal seketika mati suri akibat runtuhnya sektor pariwisata Yogyakarta, ditambah dengan kebijakan pemerintah yang mengalihkan seluruh anggaran pengadaan suvenir instansi untuk sektor penanganan kesehatan.
Di tengah situasi sulit tersebut, momentum bangkit hadir pada tahun 2021 saat Slamet memberanikan diri mengambil langkah besar untuk mempelajari strategi pemasaran digital secara serius, termasuk mengikuti berbagai kelas pelatihan optimasi toko online.
Keputusan untuk fokus 100 persen menggarap pasar digital di platform Shopee terbukti menjadi langkah penyelamat yang sangat tepat bagi kelangsungan usaha Griya Handicraft. Melalui pembenahan konsep foto produk, penggunaan kata kunci yang relevan pada judul, serta manajemen periklanan yang terukur, performa toko online milik Slamet langsung melesat tajam.
Dalam waktu 2 bulan pertama, lapak digitalnya sukses menyabet predikat Star Seller dan terus menanjak hingga meraih predikat Star Plus dalam waktu 6 bulan berikutnya.
"Shopee sangat membantu kami, terutama karena transparansi datanya jelas, baik untuk iklan, campaign, hingga urusan ganti rugi jika ada barang hilang di ekspedisi. Apalagi, promosi yang kita gunakan di Shopee fitur-fiturnya itu ada kayak voucher terus ikut kampanye juga sama iklan tentunya," ujar Slamet.
Kemudahan operasional dan jaminan keamanan transaksi yang disediakan oleh Shopee membantu Griya Handicraft untuk terus menjaga stabilitas usaha, termasuk mempertahankan tim kerjanya yang seluruhnya merupakan warga sekitar.
Saat ini, rumah produksi Slamet diperkuat oleh 6 orang di bagian pengepakan untuk persiapan pengiriman paket, 6 orang di bagian penjahitan, serta 1 hingga 2 orang untuk tim media termasuk dirinya sendiri. Slamet bahkan berhasil melahirkan 3 orang mitra usaha mandiri baru yang merupakan mantan karyawannya sendiri yang kini dipercaya untuk membantu menyuplai kebutuhan produksi.
"Dulu kerja tempat saya, terus sudah sesuai kualitasnya sudah sama, kuantitasnya per minggu sudah mencukupi, akhirnya saya lepas tapi tetap sebagai mitra saya. Kalau tim saya semuanya dari warga sekitar," kata Slamet.
Untuk memenangkan persaingan di pasar digital Shopee yang sangat kompetitif, Slamet membeberkan bahwa rahasia utama kekuatan produknya terletak pada kualitas bahan baku agar konsumen tidak kecewa dan bersedia melakukan pembelian ulang.
Seluruh produk kotak rias dan tempat perhiasan buatannya dilapisi kulit sintetis berkualitas Grade A dengan bagian dalam berbahan kain beludru atau kain spoon bone yang halus agar tidak mudah sobek dan warnanya tahan lama.
"Kami pakai Grade A agar awet, tidak mudah sobek, dan warnanya tidak pudar. Istri saya sering beli tas yang 3-4 bulan kulitnya sudah mengelupas sendiri, nah saya tidak mau produk saya seperti itu. Konsumen tidak akan kembali kalau kualitasnya asal-asalan," tegas Slamet.
Saat ini, komoditas utama yang dipasarkan oleh Griya Handicraft berfokus pada dua jenis item yaitu tempat kosmetik atau beauty case dan tempat penyimpanan perhiasan. Produk paling laris atau best seller di toko online mereka adalah Beauty Case Makeup ukuran L dan M yang dipasarkan pada kisaran harga 150.000 rupiah hingga 180.000 rupiah.
Adapun untuk varian premium tertinggi yang dilengkapi dengan sekat kuas kosmetik serta lampu LED tiga warna, harganya dipatok sebesar 340.000 rupiah, dengan nilai Harga Pokok Produksi atau HPP berada di angka 75.000 rupiah hingga 90.000 rupiah per unit tergantung kerumitan motifnya.
Lapak digital mereka di Shopee juga menyediakan layanan produk custom melalui sistem pre-order atau PO selama 2 hingga 3 minggu bagi konsumen atau sesama pemilik toko online lain yang ingin memesan ukuran khusus atau menambahkan inisial brand mereka sendiri, di mana transaksi custom ini mencakup 20 persen dari total penjualan, sementara 80 persen sisanya didominasi oleh penjualan stok produk reguler.
"Di Shopee ada juga yang bisa PO kan, nah itu biasanya yang sesuai kebutuhan. Misalnya dia custom ukuran, custom model itu bisa, kemudian kita diskusikan dengan tim, kemudian kita kerjakan," tutur Slamet.
Integrasi bisnis ke dalam ekosistem digital Shopee secara otomatis mendorong peningkatan kapasitas produksi yang signifikan pada pabrik rumahan Slamet, di mana penggunaan alat semprot cat kecil dan mesin jahit rumahan kini telah digantikan oleh mesin produksi berskala besar.
Dalam kurun waktu satu minggu, kapasitas produksi Griya Handicraft mampu mencapai 400 hingga 500 unit barang, dengan volume pengiriman reguler berkisar antara 225 hingga 280 resi per minggu.
Secara harian, mereka konsisten mengirimkan 40 hingga 50 paket pada hari biasa, dan akan melonjak tajam hingga menyentuh angka 80 sampai 110 resi pengiriman per hari pada momen pasca-Lebaran serta saat pelaksanaan kampanye tanggal kembar Shopee, meskipun grafik penjualan biasanya akan mengalami fase melandai di pertengahan bulan antara tanggal 15 sampai 22 serta selama bulan Ramadan karena perhatian pasar berpindah ke sektor produk fesyen.
Hingga saat ini, penetrasi pasar digital produk asal Bantul ini telah berhasil mencakup tingkat nasional di mana 70 persen total pembeli justru didominasi oleh konsumen di luar Pulau Jawa, khususnya wilayah Sumatera dan Kalimantan yang dikenal sebagai daerah penghasil emas, serta pemesanan yang tercatat sangat tinggi dari wilayah Papua di ujung timur Indonesia.
Slamet menyatakan tidak khawatir dengan kehadiran kompetitor sejenis di Shopee sejak tahun 2015 karena mayoritas pesaingnya merupakan pihak reseller, sedangkan dirinya bertindak sebagai produsen langsung sehingga memiliki keunggulan kompetitif dari segi harga dan kualitas. Bagi Slamet, tantangan utama di industri e-commerce adalah komitmen untuk terus meningkatkan pengembangan diri dan kejelian membaca tren kebutuhan pasar saat ini.
Griya Handicraft berkomitmen melakukan riset pasar secara berkala setiap beberapa bulan untuk melahirkan inovasi-inovasi produk terbaru.
Salah satu produk inovatif teranyar yang siap diluncurkan dalam waktu dekat adalah kotak khusus penyimpanan logam mulia hibrida yang dilengkapi dengan slot kartu emas Antam atau UBS, lengkap dengan tempat cincin serta kalung yang menggunakan kain blue glue halus yang dipasang lurus. Tidak terbatas pada inovasi fisik produk, Slamet juga mulai memperluas strategi pemasarannya dengan memanfaatkan jaringan kreator konten melalui fitur afiliasi serta mempersiapkan fasilitas live streaming jualan.
"Sekarang promosi juga lewat affiliate karena mereka lebih paham cara bikin konten kreatif. Ke depan, kami akan gandeng rekanan untuk fokus di pembuatan konten dan live streaming jualan," ucap Slamet
Post a Comment