News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

FTI UII Kembangkan Sistem Inteligen Bisnis Admisi Perguruan Tinggi, Solusi Alihkan Keputusan Berbasis Intuisi ke Data

FTI UII Kembangkan Sistem Inteligen Bisnis Admisi Perguruan Tinggi, Solusi Alihkan Keputusan Berbasis Intuisi ke Data

​WARTAJOGJA.ID – Peneliti Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Dr. Kholid Haryono, S.T., M.Kom., berhasil mengembangkan sistem Inteligen Bisnis (IB) untuk mengoptimalkan pengambilan keputusan pada domain penerimaan mahasiswa baru (admisi) di institusi pendidikan tinggi. 

Kelulusan Dr. Kholid sebagai doktor ke-5 dari Program Studi Rekayasa Industri Program Doktor FTI UII pada Selasa (28/7/2026) ini ditandai dengan formalisasi 12 prinsip desain sistem yang siap diadopsi oleh berbagai perguruan tinggi.

​Pengambilan keputusan pada proses admisi di perguruan tinggi dinilai masih sangat dinamis dan kerap terkendala oleh keterbatasan informasi serta waktu.

Kondisi ini membuat keputusan krusial seperti penetapan nilai ambang batas kelulusan, kuota, hingga waktu penutupan pendaftaran sering kali masih bergantung pada intuisi. 

Berdasarkan tantangan tersebut, Dr. Kholid mengembangkan artefak sistem IB menggunakan pendekatan Penelitian Desain Tindakan (Action Design Research/ADR) di sebuah universitas swasta di Indonesia untuk menghadirkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan akuntabel.

Dalam penelitiannya, Dr. Kholid memanfaatkan Teori Rasionalitas Terbatas dan Teori Salience Pemangku Kepentingan untuk memetakan 20 jenis keputusan admisi yang terbagi ke dalam tujuh kelompok, serta mengidentifikasi empat model pengambilan keputusan dominan di lapangan, yakni heuristik, kolaboratif, analitis, dan intuitif.

​Proses pengembangan artefak IB ini diuji secara nyata melalui empat iterasi berkelanjutan, mulai dari tahap Alpha, Beta, Gamma, hingga Delta. Evaluasi sistem dilakukan secara komprehensif melalui pengujian fungsional, Importance-Performance Analysis, System Usability Scale, serta wawancara evaluatif yang melibatkan pimpinan universitas, kepala bidang admisi, hingga ketua program studi. 

"Pada iterasi akhir, seluruh 31 fitur artefak dinilai berada pada kondisi penerimaan pengguna paling ideal, dengan skor kebergunaan sistem (usability) sebesar 84,4 dari skala 100 atau tergolong sangat baik," jelas Dr. Kholid Haryono, S.T., M.Kom., dalam paparan hasil penelitiannya, Jumat, 31 Juli 2026.

​Riset ini melahirkan 12 prinsip desain (DP-1 hingga DP-12) yang mencakup aspek kepercayaan data, arsitektur informasi berbasis keputusan, tata kelola kebijakan yang dapat ditelusuri, hingga mekanisme evaluasi berkelanjutan. 

"Penelitian ini menegaskan bahwa investasi pada Inteligen Bisnis admisi bukan sekadar investasi teknologi, melainkan investasi pada kualitas proses pengambilan keputusan institusi—mendorong pergeseran dari keputusan yang mengandalkan intuisi menuju keputusan yang didukung data yang tepercaya, relevan, dan mudah ditafsirkan," kata Dr. Kholid.

Adapun ​Ketua Jurusan Informatika FTI UII, Dr. Ir. Raden Teduh Dirgahayu, S.T., M.Sc., menyambut baik riset ini sebagai langkah maju bagi tata kelola akademis. 

"Riset preskriptif ini menjadi kontribusi nyata akademisi dalam menjawab dinamika tata kelola perguruan tinggi modern yang menuntut kecepatan dan ketepatan data," ujar Raden Teduh.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment