FTI UII Cetak Calon Profesional Andal Melalui Kuliah Pengambilan Keputusan Berbasis Data
WARTAJOGJA.ID — Program Studi Teknik Industri Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sukses menggelar kuliah bertajuk "Strategi Pengambilan Keputusan Berbasis Data untuk Peningkatan Kinerja Industri" pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Langkah ini diambil oleh FTI UII Yogyakarta sebagai respons konkret dalam menjawab masifnya arus transformasi digital yang menuntut perubahan besar pada tata kelola operasional berbagai organisasi dan proses bisnis global.
Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII Yogyakarta, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc., menegaskan bahwa penguasaan kemampuan analisis data saat ini sudah bergeser menjadi kompetensi yang mutlak dikuasai oleh para profesional maupun mahasiswa.
Kebutuhan dunia kerja terhadap ketersediaan sumber daya manusia yang cakap dan cekatan dalam merumuskan langkah taktis secara akurat menjadi alasan utama di balik penyelenggaraan agenda ini.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat wawasan dan keterampilan peserta agar tidak hanya memahami konsep pengambilan keputusan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan industri yang semakin kompleks dan dinamis," ujar Imam Djati Widodo.
Hadir sebagai pemateri utama, Head of Division Human Capital Management PAL Indonesia, Adityanto Prayogo, membagikan wawasan berharganya mengenai implementasi konkrit pengolahan data di sektor industri. Ia memaparkan bahwa era transformasi digital menuntut para calon profesional untuk meninggalkan cara-cara konvensional yang hanya mengandalkan intuisi semata.
Adityanto Prayogo menerangkan secara mendalam mengenai esensi dari kepemimpinan modern modern tersebut.
"Pengambilan keputusan yang didasarkan pada data menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki calon profesional di era transformasi digital. Keputusan yang tepat tidak lagi cukup mengandalkan intuisi, tetapi perlu didukung oleh data, informasi, analisis, dan metode yang terstruktur agar mampu meningkatkan produktivitas, meminimalkan risiko, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," jelas Adityanto.
Lebih lanjut, praktisi industri ini menerangkan bahwa proses pemilihan alternatif terbaik yang bersandar pada fakta, analisis mendalam, serta validitas informasi yang akuntabel merupakan kunci utama untuk meminimalkan ketidakpastian. Dengan pendekatan ilmiah tersebut, organisasi dapat mendongkrak efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing mereka di tengah pasar yang dinamis.
Dalam sesi materi, para peserta dibekali pengetahuan mengenai empat tahapan krusial dalam perumusan kebijakan, yakni mendeteksi akar permasalahan, mengumpulkan sekaligus mengolah data lapangan, menganalisis berbagai pilihan solusi, hingga mengeksekusi implementasi yang diiringi evaluasi berkala. Keberhasilan langkah ini dinilai tidak hanya bertumpu pada pasokan data yang berkualitas, melainkan pada keahlian organisasi dalam menginterpretasikan data tersebut menjadi keputusan taktis.
Selain aspek teoretis dasar, kuliah umum ini juga membedah berbagai instrumen analisis populer yang lazim digunakan korporasi besar, seperti Decision Tree, SWOT Analysis, Matriks Eisenhower, Matriks Ansoff, Business Model Canvas (BMC), hingga RACI Matrix. Seluruh instrumen tersebut memiliki kegunaan yang adaptif sesuai bentuk kendala yang dihadapi, mulai dari penentuan prioritas harian kerja, penyusunan strategi bisnis makro, pengembangan lini produk baru, hingga manajemen organisasi internal.
Guna mempermatang kesiapan praktis, para peserta dilibatkan langsung dalam sesi simulasi interaktif yang mengangkat studi kasus nyata dari dunia korporasi. Mereka ditantang secara langsung untuk mengurai problematika sektor industri, mengidentifikasi data yang diperlukan, menetapkan metode analisis yang paling presisi, hingga merumuskan rekomendasi akhir yang siap diaplikasikan. Melalui metode pembelajaran aktif ini, FTI UII Yogyakarta membuktikan komitmennya dalam mendorong mahasiswa agar memiliki ketajaman berpikir kritis, analitis, serta solutif dalam menjawab tantangan nyata di lingkungan kerja.
Agenda edukatif yang diharapkan mampu menjadi modal esensial dalam melahirkan inovasi cerdas berbasis bukti ini diikuti secara antusias oleh 25 orang peserta. Seluruh peserta yang hadir dalam forum ilmiah tersebut merupakan representasi mahasiswa yang berasal dari Program Studi Teknik Industri UII, UTY, UP45, serta UPGRI Yogyakarta.
Post a Comment