News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Fapet UGM-Erasmus Perkuat Kapasitas Industri Penyamakan Kulit Berkelanjutan

Fapet UGM-Erasmus Perkuat Kapasitas Industri Penyamakan Kulit Berkelanjutan

WARTAJOGJA.ID : Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menjadi tuan rumah penyelenggaraan pelatihan internasional Enhancing Sustainable and Green Leather Technology in Indonesia (ELEGTEC) yang merupakan bagian dari Program Erasmus+ Capacity Building in Higher Education akhir Juni lalu. 
Kegiatan ini menghadirkan pakar dari berbagai perguruan tinggi Eropa untuk berbagi pengalaman mengenai teknologi penyamakan kulit yang ramah lingkungan, pengelolaan limbah, analisis kualitas kulit, hingga penerapan sistem manajemen lingkungan terbaru.

Pelatihan diawali dengan pemaparan Prof. Mehmet Mete Mutlu dari Ege University, Turki, yang menjelaskan perkembangan industri penyamakan kulit di Eropa dan Turki. Ia menekankan bahwa industri kulit Eropa telah berkembang menjadi sektor manufaktur yang mengedepankan kualitas, inovasi teknologi, efisiensi proses produksi, tanggung jawab sosial, serta kinerja lingkungan. Menurutnya, keberlanjutan kini menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing industri kulit di pasar global.

Sesi berikutnya membahas pendekatan ramah lingkungan dalam proses penyamakan kulit. Materi menjelaskan bahwa produksi kulit modern harus mampu mengurangi konsumsi air, penggunaan garam, serta menghasilkan limbah yang lebih sedikit melalui penerapan teknologi yang efisien. Berbagai strategi diperkenalkan, mulai dari pemanfaatan air hujan, pengelolaan penggunaan air proses, hingga daur ulang air limbah untuk mendukung produksi yang lebih berkelanjutan.

Peserta juga memperoleh wawasan mengenai pengelolaan limbah industri penyamakan kulit di Eropa melalui paparan Prof. Maurizia Seggiani dari University of Pisa, Italia. Ia menjelaskan konsep ekonomi sirkular yang telah diterapkan industri penyamakan kulit Italia, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai residu, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik, biostimulan, gelatin, kolagen, hingga bahan baku industri lainnya. Lebih dari 72 persen limbah industri penyamakan kulit di Italia berhasil dimanfaatkan kembali dalam siklus produksi.

Selain aspek lingkungan, pelatihan juga membahas pentingnya pengujian mutu produk kulit melalui analisis kimia instrumental. Dr. Theopisti Lymperopoulou dari National Technical University of Athens memaparkan berbagai metode analisis laboratorium yang digunakan untuk memastikan kualitas kulit sekaligus mengidentifikasi parameter pencemar pada limbah penyamakan. Pengujian meliputi kadar kromium, logam berat, pH, BOD, COD, hingga berbagai parameter lain yang menjadi persyaratan dalam perdagangan internasional.

Dalam kesempatan yang sama, peserta juga memperoleh pembaruan mengenai revisi standar Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2026. Revisi tersebut menekankan pentingnya kepemimpinan organisasi, pengelolaan risiko lingkungan, pendekatan berbasis data, pengawasan rantai pasok, serta pencapaian kinerja lingkungan yang terukur. Standar terbaru ini diharapkan mampu membantu organisasi mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam proses pengambilan keputusan bisnis secara lebih efektif.

Melalui penyelenggaraan pelatihan ELEGTEC, Fakultas Peternakan UGM semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu dan teknologi penyamakan kulit yang berorientasi pada keberlanjutan. Transfer pengetahuan dari para akademisi Eropa diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dosen, peneliti, mahasiswa, serta pelaku industri kulit Indonesia dalam mengembangkan teknologi yang lebih hijau, efisien, dan berdaya saing global.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment