News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Rupiah Melemah, DPRD Kota Yogyakarta Dorong Pemkot Bidik Peluang Kerek Wisatawan Asing

Rupiah Melemah, DPRD Kota Yogyakarta Dorong Pemkot Bidik Peluang Kerek Wisatawan Asing

WARTAJOGJA.ID : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta menaruh perhatian serius terhadap kondisi sektor pariwisata di tengah situasi melemahnya nilai tukar rupiah. 

Pelemahan mata uang ini membawa dampak spesifik terhadap aktivitas wisata yang terbagi menjadi dua kategori utama, yakni dampak terhadap wisatawan mancanegara atau turis asing dan dampak terhadap wisatawan domestik atau lokal. 

Bagi wisatawan mancanegara, melemahnya rupiah justru membuat biaya liburan di Indonesia menjadi jauh lebih murah dan terjangkau karena mata uang asing seperti Dolar AS, Euro, atau SGD memiliki nilai tukar yang lebih tinggi di Indonesia. 

Turis asing mendapatkan lebih banyak Rupiah untuk setiap mata uang mereka, sehingga mereka dapat menikmati hotel, restoran, dan layanan wisata mewah dengan bujet yang lebih rendah. Kondisi biaya yang lebih terjangkau ini juga berpotensi membuat turis asing memperpanjang durasi liburan atau masa tinggal lebih lama, serta memilih akomodasi dan destinasi premium selama berada di Indonesia. 

"Dampak pelemahan rupiah ini bisa dilihat dari kacamata positif sebagai peluang ekonomi bagi Yogyakarta," kata Ketua Komisi B sekaligus Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPRD Kota Yogyakarta, Muhammad Sofyan, Senin (15/6).

Menurutnya, turis asing yang berbasis mata uang Dolar Amerika yang nilai tukarnya berdampak signifikan dipastikan akan berbondong-bondong menyerbu Indonesia, khususnya kota-kota wisata seperti Yogyakarta.

"Wisatawan asing itu berpeluang berbodong-bondong wisata ke Indonesia. Jadi dampaknya bisa baik, ini positifnya," kata Sofyan.

Oleh sebab itu pihaknya mendorong Pemkot Yogyakarta menyiapkan jaring peluang. Bagaimana situasi pelemahan rupiah itu menjadi memberi dampak positif bagi masyarakat Yogyakarta yang sebagaian mengandalkan dari sektor wiaata.

 Kalau kita tidak bisa memanfaatkan menjadi peluang kita tidak dapat apa-apa. Artinya dengan melemahnya nilai rupiah itu dari kacamata kita banyak wisatawan akan membanjiri Indonesia terutama kota-kota wisata. Lalu apa program yang bisa dijual? Sudah dipromosikan belum saat ini?"

Target utamanya adalah mengondisikan dan mendorong para turis asing agar bersedia menambah jumlah lama tinggal atau length of stay serta membelanjakan uang mereka lebih banyak dari biasanya karena nilai tukar yang murah.

"Pemkot Yogya perlu mengkondisikan dan mendorong wisatawan asing untuk mengerek length of stay, tinggal lebih lama dan lebih panjang," kata dia. 

Langkah berikutnya mendorong wisatawan asing itu mau berbelanja lebih banyak daripada biasanya karena semua sedang murah. 

"Kami mendorong Dinas Pariwisata Kota Yogya yang sudah punya 155 kegiatan di kalender festival itu, supaya ada langkah-langkah taktis menyedot kunjungan wisatawan manca, bagaimana menyiapkan menjadi kota festival, menjadi peluang buat wisata kita," tutur Sofyan.

Sofyan menuturkan melemahnya rupiah saat ini berdampak pada kondisi sebaliknya pada wisatawan domestik. 

Bagi masyarakat lokal, pelemahan rupiah justru menekan daya beli karena biaya akomodasi hingga tiket transportasi terasa lebih mahal. Pelemahan mata uang ini sering memicu inflasi, terutama kenaikan harga tiket pesawat dan biaya impor yang dibebankan pada operasional hotel atau restoran, sehingga membuat biaya liburan di dalam negeri terasa lebih berat bagi wisatawan domestik. 

Akibat membengkaknya pengeluaran tersebut, wisatawan domestik kini menghadapi tekanan bujet liburan dan kerap beralih dari destinasi wisata premium atau yang memerlukan penerbangan jauh, menuju lokasi terdekat di wilayahnya masing-masing melalui tren staycation atau peralihan destinasi.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment