News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Program PJJ Informatika FTI UII Yogyakarta Pelatihan di Bogor, Kuatkan Kompetensi Digital Masyarakat Usia Kerja

Program PJJ Informatika FTI UII Yogyakarta Pelatihan di Bogor, Kuatkan Kompetensi Digital Masyarakat Usia Kerja


WARTAJOGJA.ID : Program Studi Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Informatika Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta menggelar pelatihan keterampilan jaringan komputer di Pusat Belajar Jarak Jauh (PBJJ) UII di Pesantren Hilal, Kota Bogor, Jawa Barat, 2 Juni 2026.

Agenda ini dirancang secara inklusif dengan membuka pendaftaran bagi para siswa sekolah, alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga elemen masyarakat umum yang memiliki ketertarikan tinggi untuk meningkatkan standar kompetensi mereka di bidang teknologi informasi, terkhusus pada sektor rekayasa jaringan komputer kekinian.

"Kegiatan ini digelar terbuka bagi siswa, alumni SMK, serta masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi, khususnya jaringan komputer," kata Ketua Program Studi PJJ Informatika FTI UII Yogyakarta, Dr. Nur Wijayaning Rahayu, S.Kom., M.Cs., Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menuturkan inisiatif ini bagian integral dari visi besar FTI UII Yogyakarta untuk mendistribusikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas secara lebih luas ke berbagai wilayah di Indonesia. 

Selain itu, langkah ini juga ditujukan demi memperkokoh eksistensi PBJJ sebagai episentrum pembelajaran terpadu serta wadah pembentukan kapabilitas digital di luar basis utama kampus yang terletak di Yogyakarta. 

Pihaknya menaruh harapan besar agar kehadiran pusat belajar di Bogor tersebut mampu memberikan peluang emas bagi masyarakat yang berada di usia produktif untuk merengkuh keahlian jaringan komputer yang berbanding lurus dengan kualifikasi dunia industri saat ini.

"Prinsipnya program ini menjadi bagian dari upaya PJJ Informatika UII Yogya dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat peran PBJJ sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan kompetensi digital di luar Yogyakarta," kata dia.


Kehadiran PBJJ di Bogor juga diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat usia kerja untuk memperoleh keterampilan jaringan komputer yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. 

"Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Program PJJ Informatika UII sebagai jalur pendidikan tinggi yang fleksibel dan dapat diakses dari berbagai daerah tanpa harus berpindah domisili," papar Nur. 

Lebih lanjut, pendaftar yang mengikuti program ini didominasi oleh para alumni SMK dengan peminatan Teknik Komputer dan Jaringan. 

Kurikulum kepelatihan sengaja dirancang secara aplikatif dengan porsi praktik yang jauh lebih dominan agar para peserta tidak sekadar menyerap landasan teoretis murni, melainkan juga mendapatkan pengalaman taktis secara langsung dalam mengoperasikan ekosistem teknologi jaringan modern yang sedang berkembang pesat di era transformasi digital.

"Peserta pelatihan berasal dari beragam latar belakang, mayoritas pendaftar merupakan alumni SMK Teknik Komputer dan Jaringan," kata dia.

Kegiatan dirancang dengan pendekatan praktik yang dominan sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman langsung dalam penerapan teknologi jaringan modern. Materi yang diberikan mencakup pengenalan keterampilan jaringan yang saat ini banyak dibutuhkan dunia kerja. 

Pada aspek perangkat lunak, peserta mendapatkan pelatihan otomasi proses menggunakan platform n8n serta pengelolaan aplikasi berbasis container melalui Docker. 

Sementara pada aspek perangkat keras, peserta dibekali keterampilan instalasi jaringan Fiber to the Home yang banyak digunakan dalam layanan internet berbasis serat optik. 

"Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memahami perkembangan teknologi jaringan terkini, meningkatkan keterampilan praktis, serta memiliki bekal kompetensi yang lebih kuat untuk menghadapi kebutuhan industri digital yang terus berkembang," tambah Nur.

Dalam sesi pendalaman materi perangkat lunak, para peserta diajarkan mengenai urgensi sistem pemantauan atau monitoring yang andal untuk menjaga stabilitas konektivitas internet maupun operasional situs web di sektor publik maupun korporasi. 

Mahasiswa PJJ Informatika FTI UII asal Banyumas yang juga berprofesi aktif sebagai praktisi network engineer, Bekti Dwi Kurniadi, memandu kelas mengenai pemanfaatan platform kontainerisasi Docker dipadukan dengan dasbor pemantauan berbasis web bernama Uptime Kuma guna mendeteksi kendala koneksi secara seketika dan mengirimkan notifikasi instan melalui robot jejaring sosial Telegram.

"Di era digital, hampir seluruh layanan bergantung pada jaringan dan koneksi internet yang stabil, mulai dari website sekolah, server perusahaan, hingga berbagai layanan daring sehari-hari," kata Bekti.

Karena itu, kata Bekti, kemampuan melakukan monitoring jaringan menjadi keterampilan penting di bidang teknologi informasi. 

"Monitoring memungkinkan pengguna atau administrator memantau kondisi layanan secara real-time sehingga gangguan, seperti website yang tidak dapat diakses atau koneksi internet yang terputus, dapat diketahui dan ditangani lebih cepat," ujarnya.

Pada pelatihan ini, peserta mempelajari penggunaan Docker dan Uptime Kuma sebagai solusi monitoring modern. Docker digunakan untuk menjalankan aplikasi secara praktis dan konsisten, sedangkan Uptime Kuma berfungsi sebagai dashboard monitoring berbasis web yang memudahkan pengelolaan dan pemantauan layanan. 

Kegiatan praktik dimulai dengan menyiapkan lingkungan kerja menggunakan WSL dan Docker Desktop pada sistem operasi Windows, kemudian menjalankan Uptime Kuma melalui perintah sederhana di terminal. 

Setelah dashboard aktif, peserta dapat membuat monitor untuk memantau website maupun alamat IP tertentu. Status layanan ditampilkan secara visual, dengan indikator hijau untuk layanan yang berjalan normal dan merah ketika terjadi gangguan. 

Pelatihan juga memperkenalkan integrasi notifikasi otomatis melalui Telegram Bot sehingga pengguna dapat menerima peringatan secara langsung saat terjadi masalah pada jaringan atau layanan. 

"Melalui pengalaman praktik ini, peserta tidak hanya memahami konsep monitoring jaringan, tetapi juga memperoleh keterampilan menggunakan teknologi yang relevan dan banyak diterapkan dalam pengelolaan server serta infrastruktur digital di dunia industri," ujar Bekti.

Beralih pada penguasaan perangkat keras, akselerasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional memicu tingginya kebutuhan akan tenaga ahli yang memahami arsitektur kabel serat optik. 

Mahasiswa PJJ Informatika FTI UII dari Wonosobo yang menduduki posisi sebagai network engineer di PT Tunas Media Data, Farid Hawazi, membimbing peserta untuk menyelami instalasi distribusi internet berkecepatan tinggi langsung ke rumah-rumah pelanggan melalui mekanisme Fiber to the Home yang dikenal kokoh dari gangguan cuaca maupun gelombang elektromagnetik.

"Di tengah meningkatnya kebutuhan akan koneksi internet yang cepat dan stabil, teknologi Fiber To The Home menjadi salah satu solusi utama dalam distribusi jaringan modern," kata Farid.

FTTH merupakan teknologi yang menggunakan kabel serat optik untuk menghubungkan pusat layanan internet langsung ke rumah pelanggan. 

Berbeda dengan kabel tembaga konvensional, serat optik mengirimkan data melalui cahaya sehingga mampu menghadirkan kecepatan tinggi, kapasitas besar, dan kualitas koneksi yang lebih stabil. Teknologi ini mendukung berbagai kebutuhan digital masa kini, mulai dari streaming video beresolusi tinggi, game online, hingga aktivitas bekerja dan belajar dari rumah. 

Selain itu, FTTH juga lebih tahan terhadap gangguan elektromagnetik maupun faktor cuaca yang sering memengaruhi kualitas jaringan nirkabel. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mempelajari konsep dasar FTTH, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai implementasi jaringan fiber optik dari penyedia layanan internet hingga distribusi ke rumah pelanggan. 

Peserta diperkenalkan dengan topologi jaringan FTTH serta berbagai peralatan utama yang digunakan dalam proses instalasi dan pemeliharaan jaringan, seperti alat penyambungan serat optik, alat pengukuran dan pengujian redaman, serta perangkat pelindung dan aksesori pendukung lainnya.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan keterampilan praktis peserta di bidang jaringan fiber optik yang saat ini semakin dibutuhkan seiring pesatnya pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia," ungkap Farid.

Pada segmen penutup, otomatisasi diposisikan sebagai pilar kompetensi wajib bagi para perkayasa jaringan modern demi mereduksi terjadinya kesalahan akibat faktor kelalaian manusia dalam mengelola rutinitas harian yang repetitif. 

Mahasiswa PJJ Informatika FTI UII Yogyakarta yang berprofesi sebagai network engineer di Badan Sistem Informasi UII, Rizki Septian, menjabarkan secara komprehensif kegunaan dari aplikasi otomasi n8n yang memiliki visualisasi alur kerja ramah pengguna dan fleksibel dalam mengintegrasikan berbagai macam pemrograman.

"Di tengah kompleksitas infrastruktur teknologi informasi modern, peran network engineer tidak lagi terbatas pada konfigurasi perangkat jaringan," kata Rizki.

Mereka juga dituntut mengelola monitoring, pelaporan, backup konfigurasi, inventaris perangkat, hingga notifikasi gangguan jaringan. Banyaknya pekerjaan yang bersifat rutin dan berulang membuat proses manual menjadi kurang efisien serta berpotensi menimbulkan human error. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan solusi otomatisasi yang mampu menjalankan berbagai tugas secara konsisten dan terintegrasi. 

Salah satu platform yang banyak dimanfaatkan adalah n8n, sebuah workflow automation yang memungkinkan berbagai aplikasi, layanan, dan API terhubung dalam satu alur kerja otomatis. 

Dengan kemampuan integrasi yang luas, fleksibilitas pengolahan data, serta dukungan self-hosted, n8n membantu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat respons terhadap permasalahan jaringan, dan mengurangi beban pekerjaan operasional sehari-hari. 

Adapun n8n merupakan platform workflow automation berbasis visual yang berfungsi sebagai jembatan antar sistem sehingga data dapat dipindahkan, diproses, dan ditindaklanjuti secara otomatis tanpa campur tangan manusia. 

Sebagai contoh, log dari perangkat jaringan dapat diterima oleh n8n, diproses sesuai kebutuhan, lalu diteruskan secara otomatis ke Telegram, email, atau sistem lainnya. Keunggulan n8n terletak pada sifatnya yang open source, mendukung integrasi API, memungkinkan penggunaan skrip JavaScript maupun Python, serta memiliki antarmuka drag-and-drop yang mudah digunakan. Setiap proses dibangun menggunakan berbagai node, seperti Trigger, HTTP Request, Database, Telegram, Google Sheets, AI Agent, dan Function, yang kemudian dirangkai menjadi sebuah workflow untuk menyederhanakan proses kerja. Dalam implementasinya, workflow n8n terdiri dari empat tahap utama, yaitu Trigger sebagai pemicu proses, Process untuk mengolah data, Decision untuk menentukan tindakan berdasarkan kondisi tertentu, dan Action untuk menjalankan hasil keputusan, seperti mengirim notifikasi, menyimpan data, atau membuat tiket pada sistem helpdesk  

Rizki menegaskan kembali bahwa penguasaan instrumen otomatisasi semacam ini tidak lagi dipandang sebelah mata di lingkungan industri skala besar, karena penerapannya kini kian masif meluas hingga ke sektor kecerdasan buatan.

Melalui alur Trigger–Process–Decision–Action, n8n mampu mengotomatisasi berbagai pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual, mulai dari monitoring jaringan, pelaporan, notifikasi gangguan, hingga integrasi antar aplikasi dan perangkat. 

Kemampuan ini menjadikan n8n sangat relevan bagi network engineer yang ingin membangun sistem operasional yang lebih cepat, efisien, dan minim kesalahan. 

Saat ini, kemampuan automation tidak lagi dipandang sebagai keterampilan tambahan, melainkan telah menjadi bagian penting dari kompetensi seorang network engineer modern. 

"Pemanfaatan n8n terus berkembang, tidak hanya untuk kebutuhan networking, tetapi juga untuk workflow berbasis kecerdasan buatan, monitoring sistem, hingga orchestration pada infrastruktur berskala besar," pungkas Rizki.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment