BPKH dan LAZISMU Serahkan Ambulans Jenazah untuk Masjid Darul Ikrom, Perkuat Layanan Sosial Masyarakat
WARTAJOGJA.ID — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) resmi menyerahkan Program Kemaslahatan berupa 1 unit mobil ambulans jenazah kepada Masjid Darul Ikrom yang berlokasi di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada hari Sabtu, 20 Juni 2026.
Kehadiran armada transportasi medis ini diharapkan mampu memperkuat layanan sosial sekaligus membantu warga masyarakat sekitar dalam proses pengurusan serta pengantaran jenazah secara lebih cepat, sigap, dan layak.
Program bantuan kemanusiaan yang dilaporkan oleh jurnalis Efri Yano dan Dzikril Firmansyah dari Mediamu pada pukul 15:49 WIB ini direalisasikan sebagai bagian dari bentuk pemanfaatan Dana Abadi Umat yang dikelola oleh BPKH demi kemaslahatan masyarakat luas, di mana nilai total bantuan ambulans jenazah yang disalurkan tersebut mencapai angka Rp317.823.750.
Ketua Yayasan Masjid Darul Ikrom, Dr. Moch. Hamied Wijaya, S.Psi., M.M., menyampaikan bahwa fasilitas ambulans tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi internal jamaah masjid saja, melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh segenap masyarakat sekitar secara luas tanpa terkecuali. Pihak yayasan menegaskan komitmennya untuk membuka akses pemanfaatan kendaraan operasional ini demi kepentingan sosial kemanusiaan di wilayah tersebut.
“Kami telah berkoordinasi dengan Dukuh Sambilegi Lor dan Sambilegi Kidul agar mobil ini dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat. Alhamdulillah, ambulans ini sudah 3 kali digunakan dan dikoordinasikan oleh tim relawan pengurusan jenazah,” ujar Moch. Hamied Wijaya saat menjelaskan pemanfaatan awal armada tersebut.
Lebih lanjut, Moch. Hamied Wijaya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak BPKH dan LAZISMU atas realisasi bantuan yang diberikan. Menurut pandangannya, keberadaan mobil ambulans jenazah yang representatif ini sangat krusial dan membantu mobilitas masyarakat, terutama ketika dihadapkan pada proses pengantaran jenazah menuju berbagai lokasi pemakaman yang dituju.
“Atas nama yayasan, takmir, dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada BPKH dan LAZISMU. Kami berkomitmen mengelola kendaraan ini dengan baik, termasuk dalam hal perawatan yang telah dikoordinasikan bersama padukuhan dan masyarakat,” tambah Moch. Hamied Wijaya secara mendalam.
Apresiasi senada juga datang dari pihak pemerintah setempat melalui Kepala Dukuh Sambilegi Lor, Agus Triyono, yang turut menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas hadirnya fasilitas layanan sosial tersebut di wilayahnya. Ia menilai bahwa keberadaan ambulans jenazah ini akan memberikan dampak serta manfaat yang sangat besar bagi warga, khususnya dalam mendukung kelancaran berbagai macam kegiatan sosial kemasyarakatan yang dinamis.
“Terima kasih kepada BPKH yang telah memberikan fasilitas mobil jenazah untuk masyarakat. Manfaatnya sangat dirasakan, tidak hanya untuk layanan pengurusan jenazah, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas sosial di wilayah kami,” tutur Agus Triyono menyampaikan dampaknya.
Dalam kesempatan itu, Agus Triyono memaparkan kondisi sosiologis wilayah Padukuhan Sambilegi yang dikenal memiliki beragam aktivitas pemberdayaan masyarakat yang sangat aktif. Aktivitas-aktivitas produktif tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari kelompok peternakan, perikanan, pengelolaan ekowisata, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hingga berbagai kegiatan pelestarian seni dan budaya lokal. Di samping roda perekonomian dan seni tersebut, masyarakat setempat secara swadaya juga telah membentuk tim relawan kemanusiaan yang khusus menangani proses pengurusan jenazah warga yang wafat.
“Kami berharap ke depan ada pendampingan dan arahan lebih lanjut sehingga layanan kepada masyarakat dapat semakin optimal,” harap Agus Triyono mengenai kelanjutan program kerja sama ini.
Menanggapi penyerahan tersebut, Sekretaris Pengurus LAZISMU Pusat, Gunawan Hidayat, M.T., memberikan penekanan khusus mengenai aspek fungsionalitas. Ia mengingatkan pentingnya aspek pemanfaatan nyata di lapangan serta kewajiban pelaporan berkala mengenai penggunaan ambulans, agar seluruh manfaat dari program kemaslahatan ini dapat terus terukur secara objektif serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Karena ini merupakan kendaraan operasional, kuncinya adalah pemanfaatan. Kami berharap ambulans ini terus digunakan untuk melayani masyarakat dan penggunaannya dapat dilaporkan secara berkala sebagai bentuk transparansi kepada BPKH dan LAZISMU,” ungkap Gunawan Hidayat secara tegas.
Gunawan Hidayat tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada jajaran BPKH atas kepercayaan yang terus diberikan kepada LAZISMU untuk bertindak sebagai mitra kemaslahatan dalam mengeksekusi program penyerahan armada tersebut di wilayah Sleman.
“Semoga bantuan ini memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Gunawan Hidayat penuh harapan.
Pada momentum yang sama, Pimpinan Badan Pelaksana BPKH RI, Dr. Sulistyowati, M.E., WMI., CFP., mengingatkan seluruh pihak penerima manfaat bahwa dana pengadaan program ini bersumber dari dana amanah para jamaah haji di Indonesia. Oleh karena itu, seluruh tata kelola serta pengoperasiannya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan penuh tanggung jawab moral.
“Mohon pemanfaatan ambulans ini terus dipantau dan dievaluasi. Dana yang digunakan merupakan amanah jamaah haji sehingga harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Sulistyowati memberikan amanatnya.
Sulistyowati kemudian merincikan komitmen institusinya, di mana BPKH senantiasa berupaya secara berkelanjutan untuk menyalurkan nilai manfaat dari hasil pengelolaan dana haji ke dalam berbagai macam koridor program kemaslahatan umat. Program-program strategis tersebut mencakup bantuan penanggulangan kebencanaan, implementasi program menyambut hari raya Iduladha, aksi kemanusiaan universal, hingga program penguatan infrastruktur layanan sosial bagi masyarakat luas.
“Ambulans ini harus dimanfaatkan dengan baik. Perlu ada pengaturan jadwal penggunaan, perawatan yang rutin, dan pelayanan yang maksimal agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dan tidak ada keluhan,” pesan Sulistyowati.
Post a Comment