Pelajar asal Yogyakarta Terobos Tiga Jurnal Internasional, Solomon Darren Wang Masuk Jajaran Peneliti Junior Elite
WARTAJOGJA.ID : Prestasi akademik siswa Indonesia asal Yogyakarta di luar negeri kembali mencuri perhatian. Alumni SD dan SMP Mutiara Persada Yogyakarta, Solomon Darren Wang, yang saat ini belajar di Guang Xi Overseas Chinese School China, berhasil mempublikasikan tiga artikel ilmiahnya di jurnal internasional bereputasi dalam bahasa inggris.
Kemampuan bahasa inggrisnya terlatih ketika ia bersekolah di SMP Mutiara Persada Yogyakarta di kelas internasional sejak dari SD hingga SMP, bahkan saat ini di China, Darren dipercaya menjadi asisten pengajar bahasa inggris di sekolahnya.
Penelitian Darren merupakan capaian yang sangat langka bagi siswa SMA dan tergolong luar biasa.
Secara global, hanya sekitar 5 sampai 10 persen siswa yang mampu menembus jurnal dengan standar ilmiah setinggi itu. Karena bersifat open access, ketiga riset tersebut dapat diakses dan dikutip secara bebas oleh peneliti dari berbagai negara, mulai Amerika hingga Eropa. Jurnal ini juga telah dikirimkan hardcopy-nya ke beberapa universitas di pulau Jawa seperti UGM, Universitas Indonesia, UNAIR, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Kristen Petra Surabaya, Universitas Ciputra, UPH Surabaya, dan lain lain sebagai wujud sumbangsih nyata dalam dunia akademis.
Jurnal pertama berjudul TIKTOK EFFECT TOWARD THE INDONESIA PRESIDENT ELECTION 2024 (Using Key Opinion Customer (KOC) and Cultural Opinion Leader (COL) Toward Z Generation). Studi ini memberikan wawasan berharga tentang persimpangan dinamis antara media sosial, politik, dan preferensi generasi, serta menawarkan rekomendasi bagi partai politik dalam menghadapi tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh platform seperti TikTok dalam kampanye pemilu mendatang. Jurnal kedua berjudul SOFT POWER’S INFLITRATION is AN STRATEGY TO EXPAND ECONOMY MARKET AND ENLARGE BARGAINING POWER (Study Case: Taylor Swift Concert) yang mengkaji dimana suatu negara dapat menarik wisatawan, mendukung perusahaan kecil, dan meningkatkan reputasinya sebagai pemimpin budaya dengan menyelenggarakan pertunjukan seperti Taylor Swift. Jurnal ketiga berjudul “NO VIRAL NO JUSTICE” AS A NON-JURIDICAL SOLUTION (Case Study: Advocate Alvin Lim and Quatient TV). Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana implementasi teknik viralitas dapat menjadi solusi non-hukum yang efektif. Temuan diharapkan dapat memberikan wawasan tentang strategi yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks di luar bidang hukum.
Anak semata wayang dari pengusaha Malioboro sekaligus sebagai second writer yaitu Budhi Susilo, ST, SH., MT,MBA,MA,MH,MEng (Cun Cun) dan Ardine Widjaja B.Buss ini menyebutkan bahwa pencapaian ini sebagai visi jangka panjang putranya sebagai rekam jejak akademik untuk masuk ke lingkungan akademis level dunia. Apalagi saat ini banyak negara seperti New Zealand, Australia, Canada, dan USA sangat terbuka lebar bagi anak-anak multiskill dan berprestasi dengan pemberian beasiswa, bekerja, permanent resident hingga citizen.
Jurnal-jurnal ini sebagai rekam jejak akademis untuk mendapat scholarship saat melanjutkan studi bachelor-nya pada South China University of Technology (SCUT), Guangzhou-China dan diharapkan akan sampai tingkat doktoral ke universitas sekelas MIT atau Stanford University agar dapat berkontribusi langsung dibidang creative and innovation technology startup dikancah global “Kelemahan lulusan akademisi saat ini adalah Pertama, mencari kerja, bukan menciptakan produk dan lapangan kerja (create something). Kedua, hanya sebatas jualan kuliner tanpa menggabungkan dengan teknologi atau AI. Ketiga, hasil penelitiannya hanya sebatas penelitian skala kampus (teori) atau laboratorium tidak bisa diproduksi massal atau bernilai jual tinggi (mempunyai harga pasar atau dapat di perjualbelikan). Maka untuk mengatasi hambatan tersebut harus terbiasa dengan lingkungan kelas dunia sebagai leverage (pengungkit), mengingat lulusan seperti MIT atau Stanford sudah diwajibkan membuat startup berbasis teknologi” kata ayahnya saat diwawancarai. Saat liburan kenaikan kelas Juli 2026 ini akan mengambil kursus printer 3d dan mencoba membuat roblox untuk mengajar bahasa mandarin yang dihubungkan dengan VR. Ini kemudian akan dibuat jurnal, kalau menurut penelusuran dengan chatgpt ini pertamakali di dunia” lanjutnya.
“Menurut pendapat saya, siswa yang berani melakukan lompatan atau terobosan (breakthrough) dengan belajar sejak dari kecil ke China (sebagai salah satu negara dengan tulisan tersulit di dunia) pertama kali dalam sejarah di kota Yogyakarta adalah Solomon Darren Wang, jadi terhitung Darren adalah seorang legenda. Diharapkan setelah lulus SMA dapat mencapai HSK 6 sehingga ke depan bisa menjadi sworn translator dalam bidang hukum dan teknologi karena saat ini hanya berkisar 30 perterjemah tersumpah di Indonesia. Semoga jejak langkahnya dapat menginspirasi anak-anak lainnya.” kata ayahnya menutup wawancara dengan mass media.
Post a Comment