Partisipasi Warga Meningkat Tajam, Pemkot Yogyakarta Beri Penghargaan Pengawas Pajak Daerah
WARTAJOGJA.ID : Pemerintah Kota Yogyakarta secara resmi memberikan penghargaan kepada sejumlah warga yang dinilai aktif dalam mendukung pengawasan pajak daerah melalui Program Pengawasan Pajak Daerah atau WASPADA periode ke tujuh tahun 2026.
Acara pemberian apresiasi tersebut dilangsungkan di Ruang Yudistira Balai Kota Yogyakarta pada hari Selasa, 12 Mei 2026. Program inovatif ini mencatat lonjakan partisipasi masyarakat yang signifikan dengan total 3.368 nota transaksi yang diunggah melalui aplikasi Jogja Smart Service atau JSS, di mana angka tersebut naik tajam dibandingkan periode sebelumnya yang hanya berada di kisaran 2.000 nota.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD Kota Yogyakarta, Rr. Andarini, menjelaskan bahwa dari ribuan nota yang masuk, sebanyak 3.167 nota dinyatakan valid.
"Program WASPADA adalah wujud nyata keterlibatan warga dalam mengawasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu atau PBJT yang mencakup sektor makanan, minuman, perhotelan, parkir, hingga jasa kesenian dan hiburan," ujarnya.
Melalui program ini, masyarakat ikut memastikan pajak yang telah dibayarkan melalui transaksi benar-benar disetorkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta.
"Sehingga layanan pada aplikasi JSS tidak hanya menjadi sarana pelaporan, tetapi juga edukasi dan transparansi pajak daerah," jelas Andarini.
Lebih lanjut, Andarini memaparkan bahwa unggahan bukti transaksi dari masyarakat sangat membantu pemerintah dalam memetakan potensi objek pajak baru yang selama ini mungkin belum terdata. Ia mengungkapkan bahwa dari laporan warga, pihaknya bisa mengidentifikasi keberadaan restoran, pusat perbelanjaan, atau usaha baru yang belum masuk ke dalam basis data objek pajak.
Dari unggahan masyarakat itu, pemerintah dapat mengetahui potensi pajak baru yang bisa dioptimalkan untuk pembangunan daerah.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa inovasi WASPADA merupakan strategi pemerintah untuk menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil dan transparan.
Wawan menilai peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun menunjukkan pemahaman warga yang semakin baik mengenai fungsi pajak sebagai motor utama pembangunan.
"Dari tahun ke tahun peserta WASPADA terus meningkat dan ini membuktikan masyarakat semakin paham bahwa pajak adalah sumber utama pembangunan yang manfaatnya akan kembali kepada mereka sendiri, tutur Wawan.
Dalam upaya optimalisasi pajak, Wawan menambahkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan pemetaan serta pendataan terhadap usaha-usaha baru seperti homestay dan restoran dengan pendekatan persuasif yang melibatkan perangkat wilayah dan kelurahan.
Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan mapping dan pendataan agar semuanya transparan, karena dengan data yang lebih lengkap, pengawasan dan pelayanan pajak akan jauh lebih optimal. Wawan juga menegaskan bahwa pajak yang disetorkan nantinya akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk berbagai program kegiatan serta pembangunan fisik di wilayah Kota Yogyakarta.
Dukungan terhadap sistem ini juga datang dari sektor perbankan yang diwakili oleh Kepala Bank BPD DIY Cabang Senopati, Gunawan Hasri Baskoro.
Ia menyebutkan bahwa program ini sangat krusial dalam membangun ekosistem keuangan daerah yang akuntabel, modern, dan handal.
"Pengawasan yang efektif akan menghasilkan data perpajakan yang lebih akurat sekaligus meminimalkan keterbatasan pengawasan di lapangan serta mendorong kepatuhan para wajib pajak," kata Gunawan.
Bank BPD DIY sendiri berkontribusi melalui penyediaan sistem pembayaran digital, manajemen kas, serta ekosistem pembayaran multichannel yang terintegrasi.
Pada periode penghargaan kali ini, terdapat sepuluh orang warga yang berhasil mendapatkan apresiasi. Lima orang di antaranya terpilih berdasarkan jumlah poin tertinggi dari nota transaksi yang mereka unggah, dengan besaran hadiah mulai dari satu juta rupiah hingga tiga juta rupiah. Sementara itu, lima orang lainnya mendapatkan hadiah sebesar lima ratus ribu rupiah yang dipilih melalui mekanisme undian.
Ratna Kristiana, salah satu penerima penghargaan, menyampaikan rasa senangnya dan mengaku telah berulang kali mengikuti program WASPADA.
"Saya berharap agar ke depannya semakin banyak warga yang tertarik untuk terlibat dalam pengawasan pajak di berbagai sektor seperti hotel dan tempat hiburan," kata Ratna.
Selain memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah, keterlibatan warga ini menurut Ratna sangat penting dalam membantu pemerintah melakukan pengawasan pajak daerah secara langsung.
Post a Comment