News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Modal Prestasi Qatar, PBPI Targetkan Sesuatu di Asian Games 2026 Lewat Seleksi Ketat FIP Bronze Yogyakarta

Modal Prestasi Qatar, PBPI Targetkan Sesuatu di Asian Games 2026 Lewat Seleksi Ketat FIP Bronze Yogyakarta

WARTAJOGJA.ID – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menaruh optimisme tinggi untuk membawa pulang prestasi gemilang dari ajang Asian Games 2026 yang akan digelar di Jepang pada September hingga Oktober mendatang. 

Keyakinan ini didasarkan pada torehan manis dalam kompetisi sebelumnya di Qatar, di mana skuad Merah Putih sukses mengamankan medali perunggu. 

Untuk mengulang sekaligus meningkatkan pencapaian tersebut, PBPI menjadikan turnamen internasional FIP Bronze 2026 di Kota Yogyakarta sebagai wadah utama penyaringan atlet-atlet terbaik yang akan mengisi skuad nasional.

Ketua Umum PBPI Pusat, Galih Dimuntur Kartasasmita, menegaskan bahwa dirinya memiliki keyakinan besar terhadap potensi para atlet tanah air untuk bersaing di level global. Meski enggan mematok target yang terlalu spesifik agar tidak menjadi beban psikologis bagi tim, ia melihat ada potensi besar yang bisa digali melalui persiapan matang yang tengah berjalan saat ini.

“Feeling saya sih kita mendapatkan sesuatu di Asian Games 2026,” ungkap Galih di sela-sela memantau turnamen di Yogyakarta, Minggu (24/5/2026).

Sebagai langkah konkret mendongkrak performa tim, PBPI telah menunjuk dua juru taktik internasional untuk menakhodai Tim Nasional Indonesia. Denise Hoefer, pelatih asal Jerman, dipercaya memegang kendali Timnas Putri, sementara posisi pelatih Timnas Putra diamanahkan kepada Ari Moya asal Spanyol.

Lewat ajang FIP Bronze Yogyakarta yang memecahkan rekor penonton terbanyak se-Asia dan digelar gratis ini, federasi berburu puluhan nama potensial untuk segera diasah bakatnya oleh kedua pelatih asing tersebut.

“Kami cari 20 atlet putra dan putri untuk diserahkan kepada pelatih,” jelas Galih.

Para atlet yang terjaring nantinya akan langsung masuk ke program pemusatan latihan nasional (pelatnas) intensif yang dijadwalkan berlangsung dari Juli hingga September 2026. Selepas bertarung di Asian Games, agenda padat sudah menanti timnas, mulai dari kualifikasi piala dunia hingga persiapan menghadapi Kejuaraan Asia Junior pada November 2026 di Jakarta.

Pada kompetisi junior tingkat benua yang mempertandingkan kelompok umur U-14, U-16, dan U-18 tersebut, Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah dengan menyambut kedatangan delegasi dari 14 negara Asia. Hal ini sejalan dengan regenerasi yang terus berjalan, seperti kompetisi Future Junior Championship 2026 sebelumnya yang sukses menyedot perhatian 150 peserta.

“Akhir 2026 Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia Junior. Kami ingin mempersiapkannya dengan betul,” tambah Galih.

Demi mendukung target besar tersebut, Yogyakarta tidak hanya dipilih sebagai lokasi seleknas, melainkan juga pusat peningkatan mutu SDM pendukung. PBPI menggelar pelatihan khusus agar perangkat pertandingan memiliki standar internasional.
“Kami gelar coaching certification untuk pelatih. Pelatih harus berlisensi, wasit juga harus berlisensi. Kita buat di Jogja. Sekaligus seleknas di Jogja,” paparnya.

Kabar membanggakan datang dari bumi Mataram, di mana lima atlet padel asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinyatakan lolos masuk pelatnas untuk proyeksi Asian Games dan kualifikasi Piala Dunia. Galih pun mengapresiasi perkembangan ini secara terbuka.

"Ada lima pemain dari Jogja, itu adalah kebanggaan kami. Saya punya kepercayaan diri kepada para atlet bisa membawa nama Indonesia ke kancah Internasional," ucapnya.

Di sisi lain, Ketua Pengda PBPI DIY, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, merespons positif pemanggilan lima atletnya tersebut. Kendati demikian, cucu Sultan Hamengkubuwono X ini mengingatkan agar capaian ini tidak membuat timnya jemawa, mengingat persaingan di sektor putra masih sangat berat. Terbukti pada FIP Bronze 2026 kali ini, belum ada wakil putra DIY yang menembus fase puncak, dan tumpuan utama DIY berada di pundak Novela Putria yang sukses melaju ke babak final sektor putri.

"Terbukti di FIP Bronze 2026 ini kami sektor putra tidak ada yang lolos, kecuali yang di perempuan melalui Novela Putria," aku Marrel.
Melihat realita kompetisi yang ketat, 

Marrel menegaskan bahwa Pengda 
PBPI DIY kini tengah menyusun strategi jangka panjang demi melahirkan atlet-atlet elite. Caranya adalah dengan merangkul para pemilik fasilitas olahraga untuk memperkuat sistem pembinaan usia dini maupun senior, agar olahraga yang berkembang pesat dari satu lapangan menjadi 14 klub aktif serta total berkisar 35 hingga 40 klub di DIY ini tidak sekadar menjadi sarana rekreasi semata.

“Ada sekitar 35 sampai 40 klub di DIY. Kami dorong satu venue memiliki satu klub,” tutur Marrel menjelaskan visi infrastrukturnya.

Ia berharap skema kerja sama dengan pemilik klub ini dapat meniru kesuksesan ekosistem olahraga mapan lainnya di Indonesia dalam mencetak juara dunia.

"Pembinaan itu penugasannya harus beriringan dengan club owner. Tidak bisa kami berdiri sendiri-sendiri, kecuali nanti ketika sudah menjelang PON. Kami harapkan klub-klub bisa berjalan bersama seperti halnya klub bulu tangkis PB Djarum," pungkas Marrel.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment