Genap Satu Dasawarsa, Chemicfest #10 Ajang Siswa SMK-SMTI Yogyakarta Latih Kemandirian
WARTAJOGJA.ID : OSIS SMK SMTI Yogyakarta sukses menyelenggarakan ajang pentas seni tahunan Chemicalistronic Festival atau Chemicfest #10 pada hari Rabu, 13 Mei 2026.
Acara yang menjadi panggung kreativitas terbesar bagi para siswa ini dipusatkan di Auditorium RRI Gejayan, Sleman, mulai pukul 15.00 hingga 20.15 WIB.
Mengusung tema 'Simfoni Magis di Chemicfest #10’ festival ini menyajikan perpaduan antara energi musik modern dan keanggunan nilai tradisi.
Kemeriahan acara tersebut menghadirkan penampilan spektakuler sederet bintang tamu populer. Yakni Lavora, Vadesta, serta suguhan Mega Kolaborasi.
Pembina OSIS SMK-SMTI Yogyakarta, Gana Waskito, menjelaskan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan Chemicfest dari tahun ke tahun sebenarnya tidak pernah berubah.
"Ajang ini menjadi wadah menggali potensi dan kreativitas siswa, melatih kemandirian mereka dan kerja tim," kata Gana, Rabu, 20 Mei 2026.
Kreativitas yang diasah tidak hanya terbatas pada bidang seni, melainkan juga menyentuh aspek kemampuan komunikasi, negosiasi, hingga manajemen waktu.
Gana menuturkan, lewat persiapan hingga pelaksanaan ajang itu, para siswa dilatih secara mandiri untuk berani mengambil keputusan, berdiskusi, serta membangun daya tawar yang kuat saat melakukan lobi dengan pihak eksternal demi menjaring sponsor pendukung acara.
"Jadi lebih ke konsep sampai guest star itu yang menentukan siswa semua. Guru hanya memfasilitasi aja, membimbing, mendukung. Apa yang mereka perlukan baru kita bantu," ujar Gana.
Gana tidak menampik adanya dinamika transisi pemikiran yang khas dari para siswa yang tergolong dalam Generasi Z atau Gen Z dalam perjalanan ajang ini dari tahun ke tahun.
Sifat idealis dan pola pikir yang berbeda dari para murid adakalanya memicu perbedaan persepsi dengan guru.
Kendati demikian, pihak sekolah selalu mengedepankan ruang dialog yang sehat untuk melahirkan solusi terbaik tanpa harus mengekang ide-ide segar para siswa.
Pihak sekolah tetap menetapkan batas-batas atau rambu-rambu yang jelas, terutama dalam penentuan konsep acara hingga pemilihan bintang tamu, agar terhindar dari potensi pelanggaran tata tertib sekolah atau pemilihan aliran musik yang rawan memicu polemik.
Menurut Gana, musik bergenre pop koplo yang saat ini digandrungi anak muda dinilai masih sangat aman untuk dipentaskan.
Lebih dari itu, Gana membeberkan banyaknya pelajaran yang bisa diambil para siswa yang sejak awal terlibat penuh mempersiapkan acara itu.
"Mereka ketika lulus dari sekolah diarahkan untuk bekerja di industri karena kami menyiapkan tenaga kerja siap pakai di industri. Dari ajang ini, mereka mengenal budaya bekerja dalam tim,"
"Di dunia industri nanti, tidak bisa bekerja sendiri, mereka harus bekerja dalam tim, kemudian juga bekerja di bawah tekanan , pengalaman ini diperoleh dari ajang ini," kata Gana.
Penyelenggaraan festival seni yang berlangsung hampir satu hari penuh ini terhitung melibatkan kerja keras yang sangat panjang dari kepanitiaan siswa.
Khusus untuk urusan penggalian dana dan hubungan kemitraan dengan sponsor, para siswa kelas X dan XI pun sudah bergerak melakukan persiapan hingga lobi berbagai mitra sejak bulan November 2025 silam.
Terdapat sekitar 60 siswa yang secara total mengurus persiapan kemitraan ini selama tujuh bulan di sela-sela waktu belajar mereka hingga sore hari.
Berkat kerja keras tersebut, sejumlah mitra luar seperti perusahaan turut digandeng untuk berkolaborasi sekaligus bertindak sebagai sponsor resmi kegiatan.
Dalam dua tahun terakhir, kata Gana, pihak manajemen sekolah juga telah melakukan transformasi konsep festival dengan membuka akses masuk bagi masyarakat luar.
Kebijakan ini mengubah pakem awal Chemicfest yang mulanya hanya bersifat internal khusus untuk warga sekolah saja.
Pada perhelatan tahun ini, kuota tiket yang disediakan untuk penonton umum berhasil terjual sebanyak 180 tiket. Sementara itu, untuk penonton dari internal sekolah, jumlahnya mendominasi hingga mencapai 600 orang, sehingga total penonton yang memadati ruang auditorium diperkirakan hampir menyentuh angka 800 orang, termasuk di dalamnya para alumnus serta keluarga dari jajaran guru.
"Chemicfest juga jadi ajang promosi ke masyarakat luas. Bahwa kegiatan siswa SMTI itu bukan hanya di laboratorium saja, namun juga keluar menggali kreativitas," kata dia.
Selain menyediakan akses fisik melalui penjualan tiket terbatas, pihak panitia juga menyiarkan seluruh rangkaian acara secara langsung melalui kanal live YouTube agar masyarakat luas dapat menyaksikan potensi seni siswa dari mana saja.
Dari sektor promosi sekolah, jika pada tahun-tahun sebelumnya tenan di lokasi acara diisi oleh pameran karya jurusan dan ekstrakurikuler, maka khusus tahun ini stan sekolah difokuskan secara tunggal untuk inisiasi promosi Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB.
Langkah promosi ini bertepatan dengan momentum pendaftaran SPMB SMK-SMTI Yogyakarta yang sudah berjalan sejak Januari dan akan terus berlangsung sampai Juni 2026 mendatang.
Terkait efektivitas promosi tersebut, Gana mengonfirmasi bahwa animo pendaftar pada gelombang pertama reguler yang baru saja usai terbilang sangat tinggi. Total peserta tes tercatat mencapai sekitar 700 siswa, sementara daya tampung atau kuota total yang disediakan sekolah hanya untuk 324 kursi dari kelas satu sampai kelas semua.
Melalui mekanisme passing grade yang ketat, saat ini baru ada sekitar 100 calon siswa yang dinyatakan lolos seleksi. Meskipun dampak langsung dari gelombang kedua pendaftaran pasca-pelaksanaan Chemicfest belum dapat diukur secara instan karena berbarengan dengan masa ujian anak-anak SMP, pihakny optimis kegiatan ini membawa dampak positif jangka panjang bagi citra sekolah di mata calon siswa baru.
Penyelenggaraan Chemicfest tahun 2026 ini sekaligus menandai satu dekade penuh berjalannya festival seni tersebut sejak pertama kali digulirkan.
Agenda tahunan ini sempat terhenti akibat badai pandemi Covid-19, sebelum akhirnya berhasil dihidupkan kembali oleh OSIS pada tahun 2022.
Dengan catatan sejarah sepanjang sepuluh tahun tersebut, Chemicfest telah bertransformasi menjadi ikon atau jenama budaya yang melekat kuat pada identitas SMK-SMTI Yogyakarta.
Gana menyebut para siswa selalu tertantang untuk mengemas festival ini dengan nuansa yang lebih megah dan berkesan dari tahun-tahun sebelumnya agar membekas sebagai memori indah yang tidak terlupakan.
"Harapan kami Chemicfest yang akan datang lebih meriah, tetap pada spiritnya sebagai wadah kreativitas, dan membawa manfaat bagi siswa juga sekolah," tutur Gana.
Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membeberkan, 100 persen lulusan unit pendidikan vokasi yang berada di bawah Kemenperin, dipastikan akan diterima bekerja di sektor industri, termasuk para siswa lulusan SMK-SMTI.
Secara umum Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, kualitas pendidikan vokasi yang ada di bawah Kemenperin sudah bagus dan ideal. Baik dari segi pelaksanaan program, maupun jejaring yang dilakukan dengan industri.
"Kualitas pendidikan vokasi kita sudah sangat baik. Tapi perlu ditambah dari jumlah atau kuantitasnya," pesannya.
"Selain kualitas, aspek kuantitas juga terus ditingkatkan, baik program kelas atau SDM, untuk memenuhi kebutuhan industri," harapnya.
Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, kebutuhan SDM yang unggul dan kompeten di sektor industri, secara pola juga terus bertambah secara signifikan.
Menurutnya, fenomena tersebut jadi indikator yang positif, karena berarti menunjukkan signifikansi sektor industri di Indonesia yang terus maju dan berkembang.
"Industri kita bertumbuh pesat, peningkatan dan kebutuhan SDM di industri juga terus terjadi," tandasnya.
Post a Comment