Shin Tae-yong Hadiri Perebutan Triple Crown Serie I 2026 di Bantul
WARTAJOGJA.ID : Gelaran pacuan kuda paling prestisius di tanah air, Indonesia’s Horse Racing (IHR) Triple Crown Serie I dan Pertiwi Cup 2026, siap menghentak Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, pada Sabtu, 4 April 2026.
Ajang ini menjadi pusat perhatian nasional bukan hanya karena persaingan ketat 138 ekor kuda terbaik dari 11 daerah, tetapi juga karena kehadiran tokoh sepak bola dunia, Shin Tae-yong, yang secara khusus memantau korelasi taktik antara pacuan kuda dan sepak bola.
Dalam kunjungannya, Shin Tae-yong memberikan perspektif menarik mengenai kemiripan fundamental antara dua disiplin olahraga yang berbeda tersebut.
Pelatih asal Korea Selatan itu mengamati bahwa manajemen energi dan momentum di lintasan balap memiliki kesamaan dengan pengaturan strategi di lapangan hijau. Menurutnya, pemahaman kapan harus menjaga ritme dan kapan harus melakukan akselerasi maksimal adalah kunci kemenangan di detik-detik terakhir.
"Ternyata taktik dalam pacuan kuda sangat mirip dengan strategi sepak bola, terutama dalam hal kapan harus menahan diri dan kapan harus melakukan sprint maksimal untuk memenangkan pertandingan," ujar Shin Tae-yong di lokasi acara. Ia juga mengaku sangat antusias menyaksikan atmosfer olahraga yang berbeda dan ingin menginspirasi kolaborasi lintas cabang untuk membawa kualitas olahraga Indonesia menuju standar dunia.
Ajang yang memperebutkan total hadiah fantastis senilai Rp580 juta ini mempertandingkan 18 kelas, yang terdiri dari 10 kelas kelompok umur dan 8 kelas kelompok ketinggian.
Salah satu yang paling dinantikan adalah Pertiwi Cup, sebuah kelas khusus bagi kuda-kuda betina (filly) berusia 3 tahun. Serie I ini sekaligus menjadi gerbang menuju gelar Triple Crown yang sangat bergengsi, di mana kuda yang berhasil mencetak hattrick kemenangan hingga Indonesia Derby pada Juli mendatang akan dinobatkan sebagai juara sejati.
Managing Director Sarga Group, Nugdha Achadie, menegaskan bahwa kehadiran Shin Tae-yong adalah simbol dari visi "Race to the World Stage" yang diusung IHR 2026. Sarga Group berkomitmen memperkuat ekosistem sportainment di Indonesia dengan mengemas kompetisi olahraga menjadi tontonan sosial yang inklusif dan modern. Selain menyuguhkan ketegangan balapan, pihak penyelenggara juga memanjakan penonton dengan fasilitas makan es krim sepuasnya untuk menambah kenyamanan di tengah cuaca Yogyakarta.
"Kehadiran Shin Tae-yong, yang merupakan sosok pelatih kelas dunia, adalah representasi dari harapan untuk membawa pacuan kuda Indonesia ke panggung dunia. Kami ingin menawarkan pengalaman baru menonton pacuan kuda yang menyenangkan bagi keluarga dan seluruh lapisan masyarakat," jelas Nugdha Achadie.
VP Marketing & Operation Sarga.co, Kevin Jonathan, menambahkan bahwa konsep pesta es krim ini sengaja dirancang agar pacuan kuda dapat dinikmati oleh semua usia. Masyarakat dapat menyaksikan acara ini secara langsung dengan tiket mulai dari Rp25 ribu untuk kelas reguler hingga Rp500 ribu untuk kelas VIP.
Bagi yang tidak hadir di lokasi, ajang yang didukung oleh mitra strategis seperti Arsari Tambang, JHL, Japfa, hingga Pertamina ini disiarkan secara langsung melalui TVRI Sport serta berbagai kanal media nasional lainnya.
Post a Comment