News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

PKB Kota Yogya Gelar Muscab dan Uji Kompetensi Profesional

PKB Kota Yogya Gelar Muscab dan Uji Kompetensi Profesional

WARTAJOGJA.ID : Dinamika politik di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Jogja mulai menghangat seiring dengan digelarnya Musyawarah Cabang (Muscab) pada Sabtu, 4 April 2026. 

Perhelatan ini secara resmi memunculkan dua sosok kandidat kuat yang akan memperebutkan kursi kepemimpinan partai berlambang bola dunia tersebut untuk periode mendatang. Dua nama yang diajukan ke tingkat pusat setelah melalui proses pemetaan oleh DPW PKB DIY adalah petahana Solihul Hadi dan Joko Widiyatno.

Berbeda dengan periode-periode sebelumnya, mekanisme seleksi kali ini menerapkan sistem sentralisasi yang bertujuan menjaga soliditas internal organisasi secara menyeluruh. 

Kedua calon diwajibkan menjalani uji kelayakan dan kompetensi atau fit and proper test yang melibatkan pihak eksternal demi menjamin objektivitas penilaian. 

Solihul Hadi menjelaskan bahwa keterlibatan akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam proses pengujian merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin.

"Kami melibatkan teman-teman dari UGM untuk membantu proses tes ini. DPP menginginkan partai ini profesional. Jika yang menguji dari internal, dikhawatirkan muncul subjektivitas atau like and dislike," ujar Solihul saat memberikan keterangan di sela-sela agenda Muscab tersebut. 

Rangkaian seleksi ini mencakup berbagai parameter penilaian yang mendalam, mulai dari aspek psikologis, mentalitas, wawasan ilmu pengetahuan, hingga pemahaman terhadap ideologi kepartaian. 

Skor akhir dari tes inilah yang nantinya menjadi landasan utama bagi DPP untuk menetapkan nakhoda baru PKB di Kota Gudeg.

Sebagai petahana, Solihul Hadi membawa modal politik yang signifikan setelah berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih dua kursi pada Pemilu 2024, mengakhiri masa paceklik kursi selama 25 tahun terakhir. 

Namun, ia tidak lekas puas dan telah mencanangkan target yang lebih besar untuk Pemilu 2029, yakni merebut kembali satu fraksi penuh di DPRD Kota Jogja. Ia menegaskan bahwa strategi pemetaan suara telah dilakukan dengan saksama untuk mengidentifikasi wilayah yang masih kurang maupun yang memiliki potensi suara gemuk.

"Target kami bismillah bisa mendapatkan satu fraksi atau empat kursi. Kami sudah melakukan pemetaan suara, mana wilayah yang masih kurang dan mana yang gemuk berdasarkan perolehan suara 2024 lalu. Sebenarnya masih banyak potensi di beberapa dapil yang akan kami maksimalkan, karena suara di 2024 itu adalah suara organik, maka kami optimistis di 2029 ini bisa meraih satu fraksi," tutur anggota DPRD Kota Jogja tersebut penuh keyakinan.

Di sisi lain, Joko Widiyatno yang menjadi pesaing kuat dalam bursa calon ketua memastikan bahwa tidak ada persaingan negatif yang dapat memicu perpecahan di dalam tubuh partai. Ia menegaskan komitmennya bahwa seluruh kader akan tetap tegak lurus mengikuti keputusan yang akan dikeluarkan oleh pengurus pusat. Joko memandang bahwa visi dan misi kedua calon sejatinya selaras demi kemaslahatan masyarakat di Kota Jogja.

"Visi misi kami sama, untuk kemaslahatan masyarakat Kota Jogja. Siapa pun yang diputuskan DPP, kami junjung tinggi. Di PKB ada nilai spiritual dan kerja faktual yang terus kami matangkan dengan konsultan politik serta lembaga survei," ungkap Joko mengenai kesiapan mental dan organisasinya. 

Pengumuman mengenai siapa yang akan memimpin DPC PKB Kota Jogja dijadwalkan bakal dirilis oleh DPP dalam waktu kurang dari satu bulan setelah seluruh tahapan tes selesai.

Optimisme partai juga didukung oleh semakin harmonisnya hubungan antara PKB dengan struktural Nahdlatul Ulama (NU). Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kota Jogja, Ahmad Jubaidi, menilai bahwa sinergi antara kekuatan kultural NU dengan PKB saat ini berada dalam kondisi yang sangat solid. 

Menurutnya, bukti nyata dari keharmonisan ini terlihat dari kehadiran Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, serta pimpinan badan otonom NU dalam agenda-agenda partai.

"Kami sangat optimis karena sinergi antara kultural NU dengan PKB sudah berjalan sangat baik. Tidak ada lagi 'alergi' untuk bersinergi. Kehadiran Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah, serta ketua badan otonom NU dalam agenda kami menjadi bukti nyata sinergi tersebut," pungkas Ahmad Jubaidi menutup penjelasannya mengenai arah masa depan partai.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment