Sentuhan Zero Waste dan Dry Aged Burger, Bergamot Koffie Hadirkan Wajah Baru Kuliner di Jantung Jlagran
WARTAJOGJA.ID – Di tengah hiruk-pikuk kawasan Jlagran yang berdekatan dengan Stasiun Yogyakarta dan Malioboro, sebuah destinasi kuliner baru bernama Bergamot Koffie mulai mencuri perhatian para pelancong dan pecinta kopi.
Bukan sekadar tempat singgah biasa, kafe yang diinisiasi oleh Antony Regan selaku pemilik ini memadukan konsep berkelanjutan (zero waste) dengan riset mendalam pada setiap sajian menu yang ditawarkan.
Proses kelahiran Bergamot Koffie terbilang cukup panjang, dimulai dari riset intensif sejak awal 2025 sebelum akhirnya resmi beroperasi pada November 2025. Antony Regan membawa visi untuk menciptakan ruang yang relevan dengan gaya hidup modern, sementara Fajar Kuncoro dipercaya sebagai kreator menu yang menggodok berbagai inovasi rasa di dapur kreatifnya.
Salah satu daya tarik utama dari tempat ini adalah komitmennya terhadap lingkungan. Bergamot Koffie menerapkan sistem *zero waste*, di mana limbah seperti ampas kopi tidak dibuang begitu saja, melainkan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman yang menghiasi sudut-sudut kafe. Langkah ini diambil untuk memberikan nilai lebih bagi pengunjung agar tidak hanya sekadar menikmati minuman, tetapi juga peduli pada keberlanjutan.
Untuk memanjakan lidah pengunjung, kafe ini menawarkan 42 varian minuman dan 24 jenis makanan. Dalam urusan kopi, mereka melakukan kurasi biji kopi lintas daerah dari berbagai roastery, bahkan dari luar Yogyakarta.
Menu dirty latte menjadi primadona, bersanding dengan homemade kombucha hasil fermentasi mandiri yang mengeksplorasi profil rasa dari buah, bunga, hingga perpaduan teh hitam dan teh hijau yang unik.
Kejutan kuliner tidak berhenti di minuman saja. Di bagian makanan, Bergamot Koffie mengusung sentuhan western fusion dengan menu burger yang diproses secara khusus.
"Semua bahan dibuat sendiri, termasuk daging yang melalui proses dry aged, sesuatu yang masih jarang ditemui di Jogja. Sentuhan lokal pun dihadirkan melalui tambahan bawang goreng untuk menciptakan tekstur dan rasa yang lebih kaya. Selain itu, ada pula *focaccia* dan menu breakfast yang siap menemani sejak pagi," jelas Fajar Kuncoro saat ditemui pada Senin (27/4/2026).
Suasana kafe ini dirancang dengan gaya rustic unfinished yang dipadukan dengan rimbunnya tanaman, memberikan kesan hangat namun tetap santai.
Antony Regan menjelaskan bahwa meski tampil kasual, kenyamanan tetap menjadi prioritas utama. "Kehadiran tanaman di berbagai sudut ruangan menambah jiwa pada tempat ini. Kami juga menghadirkan ruang berpendingin (AC) yang ramah untuk keluarga dan anak-anak," ungkap Antony.
Berlokasi sangat strategis bagi wisatawan mancanegara maupun domestik, Bergamot Koffie melayani pelanggan mulai pukul 07.00 hingga 23.00 WIB pada hari biasa, dan khusus akhir pekan tetap buka hingga pukul 02.00 dini hari.
Dengan rating Google Review yang mencapai angka 4,9, kafe ini sukses menjadi ruang singgah baru yang menawarkan perpaduan antara riset, rasa, dan kepedulian lingkungan di jantung Yogyakarta.
Post a Comment