Membangun Karakter Generasi Muda, Sleman Gencarkan Pelestarian Budaya dan Literasi Sejarah
WARTAJOGJA.ID : Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi berkarakter melalui serangkaian program strategis berbasis nilai keagamaan, kebangsaan, dan seni budaya. Dalam jumpa pers yang digelar di Pendopo Paku Jati, Kamis (9/4), diungkapkan bahwa ketahanan keluarga menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman.
Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni, Dekhi Nugroho, SE, M.Ec.Dev., menjelaskan bahwa pendekatan budaya bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan sarana edukasi yang mendalam bagi masyarakat. Salah satu implementasi nyata adalah pelaksanaan **Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara** yang baru saja berlangsung di Balai Budaya Pandowoharjo.
“Kegiatan ini mengupas tuntas peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 tidak hanya dari sisi militer, tetapi sebagai penguat nasionalisme dan kesadaran sejarah di era modern,” ujar Dekhi.
### Ruang Ekspresi Seni Tradisi
Sejalan dengan hal tersebut, pelestarian seni tradisional akan diwujudkan melalui **Festival Langencarita 2026**. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026, di Gedung Serbaguna Sedan, Ngaglik. Dengan melibatkan peserta dari Kapanewon Moyudan, Mlati, Berbah, Seyegan, dan Depok, festival ini mengusung tema relevan: “Cinta Alam dan Kesadaran Lingkungan”.
Melalui perpaduan tari, tembang, dan gamelan, Festival Langencarita diharapkan menjadi ruang regenerasi bagi seniman cilik sekaligus menanamkan etika lingkungan sejak dini kepada anak-anak di Sleman.
### Peningkatan Literasi Melalui Museum
Di sisi lain, minat generasi muda terhadap sejarah terus dipacu melalui **Lomba Cerdas Cermat Museum 2026**. Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman, Joko Dwi Haryadi, SP, M.Si., mencatat antusiasme yang tinggi dengan pendaftaran dari 53 sekolah.
“Babak penyisihan akan dimulai pada 16 April, sementara final akan diselenggarakan di Museum Gunungapi Merapi pada 22-23 April mendatang,” jelas Joko. Menurutnya, pemenang dari kompetisi ini akan mendapatkan pembinaan khusus untuk mewakili Kabupaten Sleman di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rangkaian program ini menegaskan bahwa kebudayaan di Kabupaten Sleman tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai instrumen dinamis untuk membangun ketahanan keluarga dan identitas bangsa yang kokoh bagi generasi mendatang.
Post a Comment