GL Zoo Yogyakarta Targetkan Masuk Perhimpunan Kebun Binatang Dunia di 2026
WARTAJOGJA.ID – Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta terus memperkuat posisinya di kancah internasional. Setelah meraih sertifikasi kesejahteraan satwa tingkat Asia, kebun binatang terbaik di Indonesia ini menargetkan menjadi anggota perhimpunan kebun binatang sedunia pada Oktober 2026 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama GL Zoo, KMT A. Tirtodiprojo (Joko), di sela acara Syawalan dan Halalbihalal keluarga besar GL Zoo bersama Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, di Mayang Tirta, kompleks GL Zoo, Kamis (2/4/2024).
Animal Welfare
Joko menekankan momentum tahun 2025 dan 2026 adalah tahun penguatan bagi animal welfare atau kesejahteraan satwa. Menurutnya, kesuksesan GL Zoo tidak lepas dari sinergi antara yayasan, manajemen, dan seluruh lapisan karyawan.
"Pesan utamanya adalah kesatuan. Kita membangun kebun binatang ini tidak bisa sendiri-sendiri, harus harmonis. Fokus utama kami adalah kesejahteraan satwa. Jika satwa sejahtera, otomatis karyawan juga harus sejahtera lebih dahulu," ujar Joko.
Langkah menuju keanggotaan global ini merupakan tindak lanjut dari prestasi GL Zoo yang telah diakui di level Asia. "Target kami Oktober nanti bergabung dengan perhimpunan kebun binatang dunia (WAZA)," harapnya.
Kunjungan Tembus 70 Ribu
Terkait performa selama libur Lebaran (18–29 Maret 2026), GL Zoo mencatatkan angka kunjungan yang positif. Selama periode 10 hari tersebut, tercatat sekitar 70.000 wisatawan berkunjung ke GL Zoo.
"Total kunjungan sesuai prediksi kami, berada di angka 69 ribu sekian atau hampir 70 ribu orang. Setelah masa libur Lebaran pun, jumlah pengunjung masih stabil di rata-rata 3.000 orang per hari," jelasnya.
Sambut 'Long Weekend'
Menghadapi libur panjang (long weekend) pasca-Paskah pada pekan ini, GL Zoo telah menyiapkan daya tarik baru berupa koleksi satwa unik untuk memberikan pengalaman konservasi yang berbeda bagi pengunjung. Beberapa di antaranya adalah African Painted Dog (Anjing Liar Afrika) dan Red Fox (Rubah Merah).
Berbeda dengan konsep lama, satwa-satwa ini ditampilkan dengan konsep kandang yang lebih alami dan terbuka, bukan sekadar kerangkeng besi.
"Kami ingin pengunjung bisa menikmati perilaku alami binatang secara dekat. GL Zoo bukan sekadar rekreasi, tapi pengalaman indah bagi konservasi," tutup Joko***
Post a Comment