Zakat Dokter PKU Jadi "Napas Baru" bagi Guru Honorer di DIY
WARTAJOGJA.ID – Di balik stetoskop dan jas putih para dokter RS PKU Muhammadiyah, tersimpan empati yang melampaui dinding ruang periksa.
Pada Rabu pagi (4/4/2026), empati itu mewujud dalam senyum 15 guru dari lima sekolah di DIY. Melalui Lazismu RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Gamping, dan Sleman, zakat profesi para dokter kini menjelma menjadi jembatan kesejahteraan bagi mereka yang kerap terlupakan: para penjaga peradaban.
Program Peduli Guru tahun ajaran 2025–2026 ini lahir dari sebuah potret buram dunia pendidikan. Akbar, pengurus Lazismu RS PKU Muhammadiyah, mengungkapkan fakta yang menyesakkan dada—masih banyak guru penerima manfaat yang hanya mengantongi pendapatan sekitar Rp200.000 per bulan.
Angka tersebut tentu jauh dari kata layak untuk dedikasi mencerdaskan bangsa. Kondisi inilah yang menggerakkan para tenaga medis untuk mengarahkan zakat profesi mereka sebagai solusi konkret.
"Kami ingin zakat profesi ini menjadi energi yang menguatkan. Dengan kesejahteraan yang sedikit lebih baik, kami berharap para guru bisa lebih fokus, tenang, dan profesional dalam mendidik," ujar Akbar.
Komitmen ini dibuktikan dengan penyaluran dana yang signifikan. Pada periode Syawal 1446 H hingga Rabi’ul Awal 1447 H, dana sebesar Rp18.000.000 telah tersalurkan. Sementara untuk periode Rabi’ul Akhir hingga Ramadhan 1447 H, Lazismu kembali menasyarufkan bantuan sebesar Rp22.500.000.
Namun, program ini tidak berhenti pada urusan finansial. Jefri Fahana, Ketua Lazismu DIY, menegaskan bahwa ini adalah gerakan pemberdayaan.
Senada dengan itu, Da'i Iskandar mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk keberpihakan strategis. Integrasi antara bantuan rutin bulanan dan pembinaan mental menjadi kekuatan utama yang membedakan program ini dengan santunan biasa.
Agar semangat para guru tetap menyala, pembinaan psiko-spiritual pun diberikan oleh Ustadz Cahyono, S.Ag. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa mengajar adalah investasi peradaban yang tak ternilai harganya.
"Setiap huruf yang diajarkan dan akhlak yang ditanamkan adalah investasi akhirat. Profesi guru adalah ladang amal jariyah yang tak pernah putus," pesannya, menguatkan batin para guru yang hadir.
Data Lazismu DIY mencatat bahwa gerakan serupa telah menjangkau ratusan guru dengan total penyaluran hingga miliaran rupiah. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan zakat yang profesional mampu menjadi katup penyelamat bagi persoalan sosial di sektor pendidikan.
Melalui Program Peduli Guru, RS PKU Muhammadiyah dan Lazismu sedang membangun masa depan. Dari ruang pelayanan kesehatan, kebaikan itu kini mengalir deras ke ruang-ruang kelas—memastikan bahwa nyala ilmu di Yogyakarta tetap terang, dijaga oleh guru-guru yang berdaya dan bermartabat.
Post a Comment