News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Wisuda ISI Yogyakarta Maret 2026: Rektor Soroti Sintesis Kreatif antara Seni dan Artificial Intelligence

Wisuda ISI Yogyakarta Maret 2026: Rektor Soroti Sintesis Kreatif antara Seni dan Artificial Intelligence


WARTAJOGJA.ID – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 di Laboratorium Seni ISI Yogyakarta. 

Dalam momen khidmat tersebut, Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Hum., menyoroti tantangan besar dunia seni di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Data Kelulusan dan Prestasi Akademik

Pada periode ini, ISI Yogyakarta resmi 
meluluskan sebanyak 435 wisudawan. Secara terperinci, jumlah tersebut terdiri dari  392 wisudawan jenjang Sarjana (S1). 31 wisudawan jenjang Sarjana Terapan/Diploma IV. Lalu 8 wisudawan jenjang Magister (S2), dan 4 wisudawan jenjang Doktor (S3).

Fakultas Seni Rupa dan Desain menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 172 orang, disusul Fakultas Seni Pertunjukan (146 orang), Fakultas Seni Media Rekam (99 orang), dan Program Pascasarjana (12 orang).

Sebanyak 163 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude.
Adapun peraih IPK tertinggi untuk masing-masing jenjang adalah Adinda Ayu Widur (S2 Tata Kelola Seni, IPK 3,86), Luna Chantiaya Rushartono (S1 Tata Kelola Seni, IPK 3,99), dan Faiza Zahwa Maharani (D4 Animasi, IPK 3,92).

Dalam pidatonya, Dr. Irwandi menegaskan bahwa dunia peradaban saat ini sedang berada pada titik balik akibat AI. 


Menurutnya, AI bukan sekadar kemajuan teknologi, melainkan perubahan paradigma dalam cara manusia berkarya.

"Dunia seni tidak lagi hanya bertumpu pada medium konvensional; ia kini berdialog dengan algoritma, data, realitas virtual, dan ekosistem digital global," ujar Dr. Irwandi. 

Ia menekankan bahwa ISI Yogyakarta memposisikan diri untuk mendorong lahirnya sintesis kreatif. "Kita tidak sedang berhadapan dengan pilihan antara seni atau teknologi. Justru sebaliknya, kita mendorong lahirnya sintesis kreatif—di mana nilai budaya, riset artistik, dan kecerdasan teknologi bertemu".

Meskipun AI mempercepat produksi dan distribusi, Rektor mengingatkan bahwa keunggulan sejati tetap berada pada kedalaman gagasan dan otentisitas budaya. 

Para lulusan diharapkan mampu menggunakan AI sebagai alat strategis untuk memperluas jangkauan karya seni Indonesia di kancah dunia.
Kemandirian dan Kewirausahaan Kreatif

Selain kompetensi estetik, ISI Yogyakarta juga membekali lulusannya dengan semangat kewirausahaan agar tidak sekadar menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi menjadi pencipta lapangan kerja (job creator). 

Melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), kampus memberikan pendampingan dan modal usaha bagi mahasiswa dengan gagasan bisnis kreatif.

Dr. Irwandi berpesan agar para lulusan tetap menjaga integritas dan membawa nama baik almamater di mana pun mereka berkarya. "Gelar yang hari ini Saudara sandang bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal pengabdian yang lebih luas," pungkasnya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment