PKB DIY Serukan Bersiap Pemilu 2029 Hari Ini: Target 8 Kursi Provinsi dan Transformasi Kader Menjadi Negarawan
WARTAJOGJA.ID : Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar agenda bertajuk "Perkenalan (Taaruf) Pengurus, Penguatan Ideologi Mabda' Siyasi dan Peraturan Partai, serta Sosialisasi Muscab DPW, DPC, DPAC, dan Kader PKB Se-DIY", Minggu 1 Maret 2026.
Acara yang mengusung tema "Bangkit, Solid, Menang Menuju 2029" ini menjadi momentum deklarasi bahwa kerja pemenangan Pemilu 2029 telah dimulai sejak hari ini.
Turut hadir dalam forum yang dihadiri pengurus tingkat provinsi hingga kabupaten/kota itu, Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, M.A., yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa dan Ketua DPP PKB Bidang Kesehatan dan Inklusi Disabilitas.
Dalam kesempatan tersebut, Nihayatul membacakan amanat tertulis dari Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Muhaimin.
Dalam pesan tersebut, Gus Muhaimin menyoroti kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja akibat gejolak ekonomi global, konflik kawasan, perubahan iklim, serta ujian terhadap kepercayaan rakyat pada politik.
"Indonesia relatif stabil, tetapi rakyat kita ini lebih dari sekadar stabil. Rakyat ini hidupnya harus lebih pasti, lebih adil, dan lebih bermartabat. Dalam situasi seperti ini, politik tidak boleh menjadi politik yang biasa-biasa saja. Partai politik harus hadir sebagai solusi dan PKB adalah solusi bangsa," tegas Nihayatul saat membacakan amanat tersebut.
Dalam amanatnya, Gus Muhaimin menambahkan bahwa PKB tidak boleh sekadar menjadi peserta pemilu, melainkan harus menjadi kekuatan politik yang memimpin dan menentukan arah perubahan bangsa.
Lebih lanjut, amanat Gus Muhaimin menekankan transformasi kader dari politisi biasa menjadi pemimpin dan negarawan yang fokus pada masa depan bangsa, bahkan saat hal itu tidak menguntungkan pribadi.
Struktur partai dari tingkat DPW hingga DPC diinstruksikan untuk tidak hanya menjadi "katalog" atau sekadar kantor sekretariat, melainkan mesin politik yang hidup dan disiplin.
"Menang pemilu bukan ambisi pribadi, tetapi kewajiban politik agar partai bernilai dan gagasan PKB bisa diwujudkan. Pengurus PKB harus dikenal bukan karena baliho saja, tetapi karena kehadirannya saat rakyat membutuhkan. Melayani rakyat bukan kegiatan tambahan, tapi inti dari kerja politik PKB," lanjutnya.
"PKB tidak cukup dipimpin oleh politisi biasa. Politisi fokus hanya pada kontestasi, Pemimpin fokus pada tanggungjawab, Negarawan fokus pada masa depan bangsa bahkan ketika itu tidak selalu menguntungkan dirinya,"
"PKB membutuhkan kader yang berani berfikir melampaui pemilu. Tetapi tetap mau turun tangan bekerja keras memenangkan pemilu. Visi kita harus panjang, tetapi langkah kita tetap komplit dan terukur. Karena ideologi memang harus lurus. Tapi kalau tidak diperjuangkan sampai ikut menentukan kebijakan Ia sering berakhir sangat indah dibahas di meja seminar sementara keputusan diambil oleh orang lain,"
Gus Muhaimin mengamanatkan struktur partai harus ditata dan digerakkan. DPW bukan sekadar sekretariat, DPC bukan sekadar sekretariat. Tetapi mesin politik yang hidup.
"Pengurus harus jelas tugasnya, program harus jelas ukurannya manajemen partai harus rapi dan disiplin. Perlu anda ketahui kalau struktur kita lengkap tapi tidak bergerak Itu bukan organisasi, itu hanya sekadar katalog semata,"
"PKB tidak bisa menang hanya dengan elit saja yang aktif, PKB menang kalau struktur hidup sampai tingkat bawah dan hadir di tengah persoalan rakyat dan menjadi solusi.
Gus Muhaimin pun mengamanatkan secara tegas bahwa per Maret 2026 ini, persiapan PKB menyongsong Pemilu 2029 telah dimulai melalui penataan organisasi dan penguatan akar rumput.
Adapun Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar dalam paparannya mengatakan, untuk menghadapi Pemilu 2029, saat ini langkah konkret berupa penataan organisasi di tingkat lokal melalui skema pencalegan dini dan penguatan fraksi.
DPW PKB DIY telah menginstruksikan seluruh DPC untuk membuat peta analisis dapur berdasarkan basis suara tiap TPS guna menambah perolehan suara dan kursi pada 2029 mendatang.
"Kita punya prinsip bahwa Pemilu tahun 2029 kita harus menambah suara dan menambah kursi. Khusus untuk Dapil Provinsi, kita menargetkan minimal menambah dua kursi menjadi delapan kursi untuk PKB Provinsi. Semua caleg nanti akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di DPP PKB dengan standar dan kriteria yang ketat," ujar Umaruddin.
Umaruddin juga menjelaskan sistem evaluasi yang ketat bagi pengurus dan kader, di mana terdapat sekitar 26 item mandatori yang dievaluasi setiap bulan dan tahun.
Anggota DPRD DIY itu menekankan bahwa pengurus tidak boleh bersantai, termasuk di bulan puasa, di mana berbagai kegiatan masyarakat harus terus berjalan setiap minggu.
Selain itu, PKB DIY menerapkan sistem "Bapak Asuh", di mana anggota Fraksi DPRD Provinsi menjadi bapak asuh bagi DPC, dan anggota Fraksi DPRD Kabupaten/Kota menjadi bapak asuh bagi pengurus Ranting.
"Para pengurus Ranting kalau butuh seragam, atau bahkan kalau masih jomblo butuh suami atau istri, silakan hubungi anggota DPRD Kabupaten. Kita harus solid dan sinergis antara struktur dan fraksi," kelakarnya sembari menekankan pentingnya harmoni organisasi.
Terkait kesejahteraan kader, Umaruddin mengungkapkan arahan baru mengenai kompensasi caleg yang akan diberikan secara berkala setiap bulan atau tahun untuk merawat kebersamaan.
Ia menutup dengan filosofi pohon kelapa yang diadaptasi dari KH Abdul Khalid Basurwan, di mana setiap bagian organisasi memiliki manfaat.
"Semua kader, semua potensi harus dirangkul, jangan sampai ada yang dibuang atau disingkirkan. Ibarat pohon kelapa, dari akar sampai buahnya, bahkan yang jatuh sebelum waktunya pun tetap bermanfaat. Niatkan berkhidmat di PKB sebagai ibadah, insyaallah hidup akan penuh berkah," kata dia.
Ia menambahkan forum ini merupakan momentum penting untuk merajut silaturahmi serta memperkenalkan jajaran pengurus baru kepada seluruh struktur di bawahnya.
DPW mengundang perwakilan DPC hingga tingkat DPAC se-DIY, baik jajaran Syuriyah maupun Tanfidziyah, dengan tujuan agar ke depannya terbangun hubungan kerja yang lebih harmonis dan sinergis dalam menjalankan roda organisasi.
Selain aspek perkenalan, pertemuan ini juga difokuskan pada persiapan teknis menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang akan digelar secara serentak di seluruh wilayah DIY.
Umaruddin menyampaikan bahwa sosialisasi teknis ini sangat krusial mengingat seluruh proses Muscab tersebut ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada bulan Maret atau April mendatang secara serentak. Penataan melalui Muscab ini menjadi langkah awal yang wajib dilalui sebelum partai melangkah lebih jauh dalam kontestasi politik yang lebih besar.
Langkah strategis lainnya adalah dimulainya konsolidasi awal sebagai respons cepat terhadap instruksi Ketua Umum DPP PKB.
Post a Comment