Duka Mendalam untuk Imam Khamenei, Ketua DPW PKB DIY Panjatkan Doa dalam Forum Konsolidasi Partai
WARTAJOGJA.ID — Suasana khidmat menyelimuti acara Perkenalan (Taaruf) Pengurus, Penguatan Ideologi Mabda’ Siyasi, dan Peraturan Partai yang digelar di Yogyakarta pada Minggu, 1 Maret 2026.
Di tengah agenda sosialisasi Muscab DPW, DPC, DPAC, serta persiapan kader PKB se-DIY menuju kemenangan 2029 yang bertajuk Bangkit, Solid, Menang, sebuah momentum emosional terjadi saat Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan doa bagi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Langkah ini diambil menyusul kabar duka yang mengguncang dunia pada Sabtu, 28 Februari 2026, di mana Imam Ali Khamenei dilaporkan gugur sebagai syahid dalam serangan udara gabungan yang dilancarkan oleh militer Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.
Berdasarkan laporan media internasional
kediaman Khamenei di pusat kota Teheran dibom habis-habisan hingga mengakibatkan sang pemimpin wafat di usia 86 tahun setelah memegang tampuk kekuasaan selama 26 tahun sejak 1989.
Dalam orasinya, Umaruddin Masdar menegaskan bahwa kepergian tokoh besar tersebut bukan sekadar urusan internal Iran, melainkan kehilangan besar bagi perjuangan keadilan global. Ia memandang sosok almarhum sebagai figur sentral yang konsisten melawan hegemoni kekuatan Barat yang dianggap sering menindas bangsa-bangsa lain.
"Imam Ali Khamenei adalah simbol perlawanan dan penjaga martabat serta harga diri pemimpin Islam melawan kezaliman sistem global. Kematiannya sungguh menjadi duka yang mendalam dan kehilangan yang sangat mendalam bagi umat Islam dan masyarakat dunia yang memimpikan tata geopolitik global yang adil dan tanpa hegemoni," ujar Umaruddin Masdar di hadapan para kader.
Kematian Khamenei terjadi di tengah situasi regional yang sangat panas, di mana Pemerintah Iran kini telah menetapkan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur untuk menghormati sang pemimpin.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pun menyatakan telah kehilangan sosok yang berhasil mengubah institusi tersebut menjadi kekuatan militer, politik, dan ekonomi yang disegani di kawasan Timur Tengah.
Meski selama kepemimpinannya sempat diwarnai berbagai dinamika domestik seperti protes massa pada 2009, 2022, hingga akhir 2025, Khamenei tetap dikenal karena visinya mengenai "ekonomi perlawanan" dan kemandirian di bawah tekanan sanksi berat.
Bagi PKB DIY, momen doa bersama ini menjadi bagian dari refleksi ideologis mengenai pentingnya menjaga kedaulatan dan menolak segala bentuk arogansi global.
Umaruddin berharap semangat keteguhan yang ditunjukkan oleh almarhum dalam menjaga prinsip dapat menjadi pelajaran bagi para kader.
Seiring dengan pembacaan doa tersebut, para peserta acara tampak tertunduk khusyuk, mengirimkan penghormatan terakhir bagi pemimpin yang meninggal di garis depan tanggung jawabnya saat menghadapi serangan yang disebut oleh televisi pemerintah Iran sebagai tindakan biadab dari pemerintah kriminal.
Post a Comment