News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pererat Komunikasi dengan Media, PDI Perjuangan DIY Tekan Hoaks dan Jaga Integritas Kader

Pererat Komunikasi dengan Media, PDI Perjuangan DIY Tekan Hoaks dan Jaga Integritas Kader

WARTAJOGJA.ID  – Ketua DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nuryadi, mengajak seluruh awak media untuk memperkuat komunikasi dua arah guna menangkal penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks di tengah masyarakat. 

Hal tersebut ia sampaikan secara langsung saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama awak media yang berlangsung di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY, Badran, Kota Yogyakarta, pada Senin (16/3). 

Menurut Nuryadi, hubungan yang harmonis antara partai politik dan media massa sangat krusial agar seluruh informasi yang diterima publik tidak terdistorsi oleh berita bohong.

Dalam kesempatan itu, Nuryadi menekankan bahwa keterbukaan informasi menjadi prioritas, meskipun terdapat beberapa hal teknis yang harus disampaikan pada waktu yang tepat. 

“Kami berharap ada komunikasi dua arah antara kami dengan teman-teman media. Dengan begitu apa yang kami lakukan bisa dipahami oleh masyarakat, sekaligus untuk menangkal hoaks atau berita bohong yang sering beredar,” ujarnya. 

Beliau menegaskan bahwa DPD PDI Perjuangan DIY tidak memiliki niat untuk menutupi langkah maupun strategi politik partai, namun tetap menghormati tahapan waktu tertentu. “Kami tidak dalam konteks menutupi apa pun. Jika ada hal-hal yang belum bisa kami sampaikan sekarang, tentu ada waktunya. Kami juga berharap masukan dari teman-teman media agar kami sebagai wakil rakyat bisa lebih bermakna bagi masyarakat,” tambah sosok yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD DIY tersebut.

Mengenai komposisi politik di parlemen, Nuryadi memaparkan bahwa Fraksi PDI Perjuangan saat ini menjadi peraih kursi terbanyak di DPRD DIY dengan total 19 kursi, yang kemudian disusul oleh Partai Gerindra dengan delapan kursi, PKS tujuh kursi, serta PKB dan Golkar yang masing-masing mengantongi enam kursi. 

Walaupun berstatus sebagai fraksi terbesar, Nuryadi menyadari bahwa kerja-kerja politik dan kebijakan yang diambil tidak akan maksimal tanpa dukungan publikasi media. “Kalau kebijakan sudah dibuat di DPRD tetapi tidak sampai kepada masyarakat, tentu menjadi sulit. Karena itu kami mencoba membangun komunikasi bersama media,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nuryadi menegaskan posisi partainya sebagai penyeimbang pemerintah yang bertujuan untuk memberikan kontribusi dan pengawasan agar kebijakan tetap berpihak kepada rakyat, bukan untuk melakukan perlawanan tanpa dasar. 

Ia juga memberikan peringatan keras kepada seluruh kader partai agar senantiasa menjaga integritas dan menjauhi tindakan yang bertentangan dengan hukum. 

“Kami selalu mengingatkan teman-teman agar tidak mengambil langkah yang bertentangan dengan hukum. Kita semua sudah sering diingatkan oleh KPK, sehingga harus berhati-hati dalam setiap kebijakan,” tegasnya.

Nuryadi memandang momentum Ramadan sebagai waktu yang paling tepat untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat jalinan komunikasi antara partai politik, media, dan masyarakat luas. 

Menurutnya, bulan suci ini harus menjadi sarana untuk saling memperbaiki diri dan memaafkan satu sama lain. “Bulan Ramadan ini menjadi momentum yang baik untuk saling berkomunikasi dan mempererat silaturahmi. Kami juga menyampaikan mohon maaf lahir dan batin kepada semuanya,” pungkas Nuryadi mengakhiri acara tersebut.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment