News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Optimisme Ekonomi dan Kesiapan Penukaran Uang Rp4,99 Triliun Sambut Lebaran di DIY

Optimisme Ekonomi dan Kesiapan Penukaran Uang Rp4,99 Triliun Sambut Lebaran di DIY


WARTAJOGJA.ID : – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta tetap kuat dan kompetitif menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H. 

Dalam acara Ngobras dan Buka Puasa Bersama Media Massa DIY pada Senin, 16 Maret 2026x terungkap bahwa ekonomi DIY pada triwulan IV 2025 tumbuh positif sebesar 5,49% (yoy), yang merupakan capaian tertinggi di seluruh Pulau Jawa dan lebih tinggi dari angka nasional yang berada di level 5,04% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyatakan bahwa daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga meski terdapat tantangan inflasi. 

“Ekonomi DIY menunjukkan resiliensi yang luar biasa dengan pertumbuhan yang melampaui rata-rata nasional dan Jawa, terutama didorong oleh sektor konstruksi, infokom, serta akomodasi makan dan minum,” ujar Sri Darmadi Sudibyo saat memaparkan perkembangan ekonomi terkini. 

Beliau menambahkan bahwa kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY 2026 sebesar 6,78% menjadi Rp2.417.495 diperkirakan akan memberikan stimulus positif pada konsumsi rumah tangga sebesar 0,081%.

Tantangan inflasi di DIY pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,91% (yoy), yang sebagian besar dipicu oleh kenaikan harga emas global yang mencapai USD 5.300 per troy ons. 

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto, menjelaskan bahwa tanpa faktor emas, inflasi DIY sebenarnya masih berada di angka yang lebih rendah, yakni 3,60% (yoy). “Lonjakan harga emas global memberikan kontribusi signifikan terhadap tekanan IHK daerah, namun kami terus berupaya memitigasi dampaknya agar tidak mengganggu stabilitas secara luas,” kata Hermanto menekankan pentingnya pengawasan harga komoditas strategis.

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, tekanan inflasi juga diwaspadai dari komoditas pangan seperti bawang merah, cabai rawit, telur, dan daging ayam ras. 

Kepala Tim Perumusan KEKDA, Arya Jodilistyo, mengingatkan bahwa siklus inflasi bawang merah pada bulan Maret dua tahun terakhir mencapai rata-rata 17,43% (mtm). 

“Fokus perhatian kami adalah menjaga ketersediaan pasokan pangan strategis agar tekanan harga menjelang hari raya tetap terkendali, terutama dengan adanya potensi musim kemarau yang lebih kering di tahun 2026 ini,” jelas Arya Jodilistyo terkait langkah mitigasi risiko inflasi.

Untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama periode Lebaran, BI DIY telah menyiapkan uang layak edar (ULE) dalam jumlah besar. Kepala Unit PUR, Rachmad Hendrawan, mengumumkan bahwa melalui rangkaian program Semarak Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, BI menyediakan dana sebesar Rp4,99 triliun.

 Jumlah ini meningkat 8,24% dibandingkan tahun sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat DIY dan wisatawan yang diprediksi mencapai 8,2 juta orang.

“Kami menyediakan 42 titik layanan penukaran uang, termasuk di masjid-masjid besar, layanan penukaran terpadu di Amongrogo, hingga kas keliling tematik di Stasiun Yogyakarta bagi para pemudik,” ungkap Rachmad Hendrawan merinci kesiapan infrastruktur layanan. Layanan ini berlangsung mulai 13 Februari hingga 17 Maret 2026, di mana masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi PINTAR untuk mendapatkan kuota penukaran secara tertib dan aman.


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment