News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Langkah Strategis Disperindag Sleman Amankan Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran

Langkah Strategis Disperindag Sleman Amankan Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran

WARTAJOGJA.ID : Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dengan memastikan seluruh pasokan bahan pangan pokok bagi masyarakat tetap dalam kondisi aman dan mencukupi. Langkah antisipatif ini diambil guna merespons potensi kenaikan permintaan kebutuhan pokok selama periode Ramadan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mendatang.

 Berdasarkan rekapitulasi data pemantauan stok pada bulan Februari 2026, ketersediaan komoditas strategis menunjukkan angka yang solid, di mana stok beras tercatat mencapai 156.075 kilogram, gula pasir sebanyak 154.180 kilogram, dan pasokan minyak goreng sebesar 163.908 kilogram. Selain komoditas tersebut, ketersediaan protein hewani juga dipastikan terjaga dengan stok daging sapi sebesar 19.890 kilogram, daging ayam ras mencapai 125.008 kilogram, serta telur ayam ras sebanyak 67.825 kilogram, yang seluruhnya diproyeksikan mampu memenuhi lonjakan konsumsi warga.

Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, ST, M.Ec.Dev, mengungkapkan bahwa pengawasan harga dilakukan secara rutin di delapan pasar rakyat utama yang menjadi tolok ukur ekonomi wilayah, yakni Pasar Sleman, Prambanan, Godean, Tempel, Pakem, Kalasan, Depok, dan Pasar Cebongan. Berdasarkan perbandingan harga pada minggu pertama Maret 2026 terhadap minggu keempat Februari 2026, mayoritas harga pangan seperti beras premium seharga Rp15.263 per kilogram, beras medium Rp13.763 per kilogram, dan daging sapi paha belakang pada angka Rp141.250 per kilogram terpantau sangat stabil. 

"Disperindag Sleman mengimbau kepada para pedagang dan pelaku usaha untuk tetap menjaga stabilitas harga serta tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran," tegas Dwi Wulandari saat memberikan arahan terkait kepatuhan pelaku pasar.

Dinamika pasar memang menunjukkan adanya kenaikan pada beberapa jenis komoditas, seperti cabai rawit merah yang naik 5,76 persen menjadi Rp89.975 per kilogram, diikuti gula pasir curah yang mengalami kenaikan sebesar 1,77 persen dan Minyakita sebesar 1,32 persen. Namun, kondisi ini diimbangi dengan penurunan harga yang signifikan pada komoditas lainnya, di mana harga cabai merah besar turun hingga 8,74 persen dan telur ayam ras kini berada pada harga Rp29.150 per kilogram setelah mengalami penurunan sebesar 3,49 persen. 

Dwi Wulandari menambahkan bahwa kesadaran masyarakat dalam berbelanja juga menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan pasar di wilayah Sleman. "Kepada masyarakat juga diharapkan untuk melakukan pembelian secara bijak sesuai kebutuhan, sehingga distribusi bahan pokok dapat berjalan lancar dan merata," pesan beliau menekankan pentingnya pola konsumsi yang terukur.

Guna memperkuat daya beli masyarakat, Disperindag Sleman telah merancang serangkaian program intervensi pasar, mulai dari pendampingan penyaluran Minyakita oleh BULOG dan ID FOOD hingga pelaksanaan pasar murah di 16 lokasi berbeda sepanjang bulan Maret 2026. Tidak hanya fokus pada harga, aspek keamanan pangan juga menjadi prioritas melalui pengawasan intensif terhadap produk kedaluwarsa serta pemeriksaan laboratorium untuk memastikan tidak adanya kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil pada bahan pangan yang beredar di pasar rakyat dan toko swalayan. Melalui rangkaian kebijakan menyeluruh ini, 

Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen memberikan rasa tenang bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga mereka dapat menjalankan ibadah di bulan suci dan merayakan hari kemenangan tanpa kekhawatiran terkait ketersediaan pangan. (Wit)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment