Danone Indonesia Apresiasi Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat Bersama Muhammadiyah
WARTAJOGJA.ID – PT Danone Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam menggulirkan program kemandirian bagi kelompok rentan. Melalui perwakilannya,
Karyanto Wibowo, Senior Director Public Affairs and Sustainability Danone Indonesia menyatakan bahwa sinergi yang telah terbangun selama tiga tahun terakhir dengan MPM Muhammadiyah memberikan pencerahan baru mengenai aksi pemberdayaan yang nyata dan terukur.
"Selama masa kerja sama tersebut, pihaknya melihat kolaborasi yang luar biasa dengan dampak yang sangat signifikan bagi masyarakat bawah, sehingga Danone berharap ke depan dapat terus memperkuat kolaborasi antara sektor privat dengan MPM Muhammadiyah, "kata Karyanto di sa dalam agenda penyaluran Kado Ramadan yang berlangsung di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Ahad, 8 Maret 2026.
Acara ini menjadi momentum penting bagi lebih dari 600 peserta yang terdiri dari kelompok dampingan serta keluarga penerima manfaat untuk merayakan keberdayaan mereka.
Sebanyak sebelas kelompok dampingan menerima manfaat dalam kegiatan ini, meliputi Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), KSP Bank Difabel Ngaglik, JATAM Bejen (TelorMoe), Gading, Gerkatin, Petani dan UKM Gula Semut Kokap, UMKM Ngoro-oro Gunungkidul, Pengolahan Sampah Mardiko, kelompok Asongan, hingga Becak Pabelan.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menjelaskan bahwa seluruh proses ini merupakan usaha sistematis untuk mengurangi ketergantungan dan menciptakan kemandirian melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.
Menurut Yamin, beberapa kelompok dampingan kini sudah mulai bertransformasi menjadi komunitas yang mandiri, yang dibuktikan dengan tumbuhnya kesadaran untuk berbagi kepada sesama melalui penyaluran zakat dan sedekah melalui LAZISMU PP Muhammadiyah.
Ia menambahkan bahwa gerakan ini memiliki kesinambungan historis dengan spirit Al-Ma’un yang diajarkan Kiai Ahmad Dahlan untuk menghidupkan daya angkat serta daya ungkit masyarakat menuju kemandirian yang hakiki.
Cakupan pemberdayaan ini tidak hanya menyasar masyarakat miskin kota dan petani di Jawa, tetapi juga merambah hingga ke daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Yamin memaparkan keberhasilan akses sarana air bersih di NTT serta pemberdayaan Suku Warmon Kokoda di Sorong, Papua Barat, yang kini telah menetap dan diakui sebagai kampung modern oleh pemerintah desa.
Transformasi dari pola hidup nomaden menjadi kampung yang berkemajuan ini menjadi bukti nyata efektivitas strategi MPM di lapangan.
Langkah taktis Muhammadiyah ini turut mendapat dukungan penuh dari Wakil Rektor UMY, Faris Al Fadhat, yang menilai aksi tersebut sebagai jawaban konkret di tengah terpaan isu ekonomi yang tidak menentu yang mengancam lapisan masyarakat bawah.
Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA), UMY berkomitmen untuk terus berada dalam barisan yang rapi guna mendukung setiap gerakan pemberdayaan Persyarikatan. Kesuksesan acara ini merupakan buah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan MPM PP Muhammadiyah, Lazismu Pusat, UMY, Unisa Yogyakarta, Madrasah Mu’allimin, PT Danone Indonesia, ICMI DIY, ISEI DIY, Maybank Syariah, serta Zurich Syariah.
Post a Comment