News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Perkuat Syiar dan Promosi Sekolah, SMK-SMTI Yogyakarta Sukses Gelar Festival Anak Soleh 2026

Perkuat Syiar dan Promosi Sekolah, SMK-SMTI Yogyakarta Sukses Gelar Festival Anak Soleh 2026



WARTAJOGJA.ID – SMK-SMTI Yogyakarta sukses menyelenggarakan agenda tahunan Festival Anak Soleh (Fase) kedelapan yang puncaknya berlangsung pada 8 Februari 2026. 

Kegiatan yang diinisiasi oleh organisasi Rohani Islam (Rohis) di bawah naungan OSIS ini difungsikan sebagai sarana syiar sekaligus media promosi strategis untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa jenjang SMP di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Khususnya bagi mereka yang duduk di kelas 9 yang akan segera mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus Pembina Rohis SMK-SMTI Yogyakarta, Yatini, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan yang dipersiapkan selama tiga bulan sejak Desember tahun 2025 ini melibatkan 33 personil Rohis dari kelas 10 dan 11 yang bertindak sebagai panitia pelaksana. 

Festival ini berlangsung selama satu hari mulai pukul 07.00 hingga 15.30 WIB ini dipusatkan di aula sekolah sebelum peserta disebar ke berbagai ruang kelas untuk mengikuti kompetisi sesuai bidang masing-masing.

"Fungsi utama kegiatan ini memang mengenalkan kepada sekolah utamanya pelajar SMP tentang SMK-SMTI Yogyakarta, jadi harapannya nanti ketika ada Festival Anak Soleh ini, pesertanya bisa mengetahui gambaran sekolah melalui lomba itu," kata Yatini, Rabu 25 Februari 2026.


Dari tahun ke tahun, kata Yatini, peminat acara ini selalu meningkat.

"Tahun ini dari target awal yang kami tetapkan sebanyak 116 peserta, ternyata realisasinya mencapai 134 peserta dari sekitar 18 sekolah jenjang SMP," ujar Yatini.

Dalam kompetisi edisi kedelapan ini, persaingan sengit terjadi di tujuh kategori lomba yang memunculkan nama-nama juara dari berbagai sekolah. 

Pada cabang Adzan, M. Alvan Keyza El k. dari MTs N 4 Bantul berhasil meraih Juara 1, disusul M. Chandra Syahputra dari SMP N 1 Jetis sebagai Juara 2, dan Juanito Hanif Fathan Mubina dari MTsN 9 Bantul di posisi ketiga. 

Sementara itu, kategori Da'i Ikhwan dimenangkan oleh Fahreza Adelio dari SMPN 1 Kalasan, sedangkan Da'i Akhwat dipuncaki oleh Anindia Zhafirah dari MTs Miftahunnajah.

Dominasi prestasi juga terlihat pada cabang MTTQ, di mana Fa'iq Syauqy Mubarok dari SMP Negeri 8 Yogyakarta meraih Juara 1 kategori Ikhwan, dan Jacinda Elviana Abidah dari MTs Ali Ma'sum menjadi yang terbaik di kategori Akhwat. 

Sedangkan pada bidang seni, M. Danish Syahputra dari MTsN 6 Bantul sukses mengamankan gelar Juara 1 lomba Kaligrafi. 

Untuk kategori beregu Cerdas Cermat Agama (CCA), Tim 8 dari SMPN 8 Yogyakarta berhasil keluar sebagai Juara 1, mengungguli Tim 9 dari MTs Miftahunnajah dan Tim 5 dari MTsN 9 Bantul yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.


Ada yang berbeda pada pelaksanaan tahun ini, di mana SMK-SMTI Yogyakarta untuk pertama kalinya menampilkan seni hadroh hasil karya siswa internal guna menunjukkan sisi spiritualitas sekolah yang kuat di tengah identitasnya sebagai sekolah kejuruan teknik. 

Yatini menekankan bahwa eksposur sekolah melalui Fase sangat efektif karena banyak peserta yang termotivasi masuk ke SMK-SMTI Yogyakarta setelah sering mengikuti lomba di sana. 

Bahkan informasi yang didapat selama acara sangat membantu siswa saat menghadapi sesi wawancara pendaftaran sekolah nantinya.

"Harapannya dari tahun ke tahun peserta Festival Anak Soleh ini semakin meningkat dan banyak peminatnya, sehingga nantinya banyak peserta yang akhirnya mendaftar di SMK-SMTI Yogyakarta," kata Yatini.

Pihaknya juga berharap sekolah-sekolah beserta guru pendampingnya semakin mengenal profil SMK-SMTI Yogyakarta, meskipun saat ini jangkauan peserta terjauh masih didominasi wilayah Yogyakarta karena kendala jarak.

"Namun promosi kegiatan ini tetap kami tujukan untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah," kata Yatini.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membeberkan, 100 persen lulusan unit pendidikan vokasi yang berada di bawah Kemenperin, dipastikan akan diterima bekerja di sektor industri, termasuk para siswa lulusan SMK-SMTI.

Secara umum Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, kualitas pendidikan vokasi yang ada di bawah Kemenperin sudah bagus dan ideal. Baik dari segi pelaksanaan program, maupun jejaring yang dilakukan dengan industri.

"Kualitas pendidikan vokasi kita sudah sangat baik. Tapi perlu ditambah dari jumlah atau kuantitasnya," pesannya.


"Selain kualitas, aspek kuantitas juga terus ditingkatkan, baik program kelas atau SDM, untuk memenuhi kebutuhan industri," harapnya.

Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, kebutuhan SDM yang unggul dan kompeten di sektor industri, secara pola juga terus bertambah secara signifikan.

Menurutnya, fenomena tersebut jadi indikator yang positif, karena berarti menunjukkan signifikansi sektor industri di Indonesia yang terus maju dan berkembang.

"Industri kita bertumbuh pesat, peningkatan dan kebutuhan SDM di industri juga terus terjadi," tandasnya

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment