News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

MUI DIY Ajak Umat Islam Jaga Kedamaian dan Kesederhanaan Menjelang Ramadan 1447 H

MUI DIY Ajak Umat Islam Jaga Kedamaian dan Kesederhanaan Menjelang Ramadan 1447 H


WARTAJOGJA.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta secara resmi menerbitkan seruan strategis guna menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H yang jatuh pada tahun 2026 Masehi. 

Melalui surat resmi bernomor 015/MUI-DIY/I/2026 yang diedarkan pada Selasa 3 Februari 2026, lembaga ini menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah potensi perbedaan penetapan awal bulan puasa yang mungkin terjadi akibat keragaman metode penentuan kalender hijriah.

Dalam seruan tersebut, MUI DIY meminta masyarakat untuk menggunakan pengeras suara di tempat ibadah dengan bijak, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama No. 5 Tahun 2022, guna menjaga kenyamanan bersama baik dari segi volume maupun waktu operasional. 

Selain itu, para penceramah diharapkan memberikan materi tausiyah yang mampu meningkatkan keimanan sekaligus mempererat tali ukhuwah, serta menghindari pembahasan yang dapat meresahkan umat.

Menanggapi fenomena arus informasi di era digital, Ketua Umum MUI DIY, Prof. Dr. KH. Machasin, M.A., mengingatkan agar kaum muslimin senantiasa waspada terhadap berita bohong atau ajakan yang menyesatkan terkait masalah keagamaan. 

Beliau menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk melakukan validasi guna menjaga kemurnian akidah.

"Bila ada permasalahan yang berkaitan dengan masalah agama dan keagamaan, masyarakat dapat berkonsultasi dengan MUI DIY atau lembaga serta ormas Islam resmi untuk menghindari penyimpangan aqidah maupun syariah, termasuk melalui kanal interaktif 'Warga Bertanya MUI Menjawab' di laman resmi kami," ujar Prof. Machasin.

Tak hanya soal ibadah ritual, MUI DIY juga menyoroti aspek gaya hidup selama bulan suci dengan mengimbau warga agar tidak berlebihan dalam menyiapkan menu berbuka maupun sahur. 

Sikap konsumtif yang tinggi menjelang Idulfitri pun diminta untuk ditekan demi menghindari pemborosan yang tidak bermanfaat.

Terakhir, terkait tradisi malam takbiran, MUI DIY menyarankan agar kegiatan takbir keliling dilakukan dengan memperhatikan ketertiban lalu lintas dan lingkungan, seraya mendorong agar pelaksanaan takbir lebih dioptimalkan di masjid dan musholla guna menjaga suasana yang lebih khidmat dan sakral.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment