News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Menakar Arah Demokrasi: Akademi Republikan Bedah Peran Institusi Keamanan dan Gerakan Sipil

Menakar Arah Demokrasi: Akademi Republikan Bedah Peran Institusi Keamanan dan Gerakan Sipil

WARTAJOJA.ID : Berbagai riset dan indikator politik menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap masa depan demokrasi di Indonesia. Lemahnya penegakan HAM, menyempitnya kebebasan berekspresi, kriminalisasi terhadap anak muda, menguatnya peran militer di ruang sipil, serta minimnya partisipasi publik dalam penyusunan regulasi menjadi tanda kemunduran reformasi. 

Situasi ini diperparah oleh lemahnya partai politik dan menguatnya oligarki. Politik elektoral kian menjadi arena transaksi kepentingan, sementara parlemen semakin jauh dari aspirasi konstituen. 

Akibatnya, publik terbiasa pada keputusan-keputusan yang merugikan kepentingan bersama. 
Kemunduran demokrasi juga berdampak pada kondisi ekonomi nasional, ditandai dengan meningkatnya defisit anggaran, beban utang, melemahnya nilai rupiah, meningkatnya PHK, serta menurunnya kepercayaan pasar. Demonstrasi Agustus 2025 menjadi penanda keresahan sosial tersebut. 

Meski diwarnai kriminalisasi serta penangkapan dalam skala gigantis, gerakan sosial berusaha bertahan dengan jalan terus melakukan pendidikan politik, tetap melakukan kritik, dan pengorganisasian di berbagai ruang. 

Merespons situasi ini, konferensi diselenggarakan sebagai upaya menjaga ruang dialog, menghidupkan kembali gagasan politik alternatif, serta memperkuat kesadaran kolektif dalam mempertahankan demokrasi.  
Konferensi ini bertujuan menelusuri kembali akar kekuatan demokrasi Indonesia dalam menghadapi dinamika politik dan perbedaan agenda para aktor, menganalisis dampak kemerosotan demokrasi, membaca peran historis dan kontemporer gerakan sosial dalam menjaga kedaulatan rakyat dan mendorong perubahan pada dua institusi besar yakni Polisi serta Militer. Di samping itu konfrensi ingin menghidupkan kembali ruang argumentasi publik di lingkungan kampus. 

Konferensi diselenggarakan pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 08.30–17.00 WIB, di Auditorium 
Lantai 4, Gedung BB, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Yogyakarta. 

Kegiatan dibuka dengan pidato kunci oleh Rocky Gerung dan dilanjutkan beberapa panel diskusi untuk memetakan masa depan demokrasi Indonesia. Konferensi ini diharapkan menjadi ruang refleksi, konsolidasi, dan penguatan gerakan sipil dalam menghadapi tantangan demokrasi. 
Selain itu, dalam konferensi ini, akan ada launching Akademi Republikan yang hadir sebagai respons atas situasi sosial-politik yang kian mengabaikan prinsip etik bernegara. Akademi Republikan dikembangkan sebagai ruang pendidikan politik bagi anak muda melalui penguatan tradisi membaca, berdiskusi, dan berorganisasi. 

Akademi ini tumbuh dalam suasana pendidikan informal yang bebas dari birokratisme, serta mendorong eksplorasi dan pembelajaran kritis dalam lingkungan politik yang bersahaja. Sistem pembelajaran menempatkan anak muda sebagai subjek politik yang menghidupkan kembali politik sebagai jalan gerakan. 

Melalui penguatan pengetahuan, kemampuan berargumentasi, serta pengembangan gagasangagasan kritis dan utopis untuk mendorong perubahan sosial. 

Akademi Republikan diasuh dan diampu oleh para akademisi dengan latar belakang gerakan. Metode pendidikan menekankan pembelajaran metodis berbasis pengalaman, mulai dari pengenalan filsafat politik republikanisme hingga pembentukan karakter kaum republikan. Pendidikan dikembangkan melalui pembiasaan membaca, berkarya, dan membangun solidaritas. Selain itu ada keterlibatan dalam praktik-praktik kemanusiaan, seperti pendampingan korban pelanggaran hak asasi, kegiatan sosial, dan penguatan wirausaha sosial yang berdampak positif pada lingkungan. Melalui pendekatan ini, Akademi Republikan bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran politik, kepekaan sosial, dan kemampuan untuk berkontribusi menjaga nilai-nilai demokrasi. 
 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment