News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Momentum Ramadan Perkuat Proyeksi Kinerja Sido Muncul di Kuartal I-2026

Momentum Ramadan Perkuat Proyeksi Kinerja Sido Muncul di Kuartal I-2026


WARTAJOGJA.ID : Momen Ramadan diproyeksi menjadi katalis pendorong bagi kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) pada kuartal I-2026. 

Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo melihat momen hari raya yang berdekatan seperti Imlek, Ramadan, dan Idul Fiitri dapat mendorong kinerja SIDO di kuartal I tahun ini. 

Di sisi lain intensitas curah hujan yang tinggi hal ini mendorong masyarakat mengonsumsi suplemen ataupun obat-obatan herbal untuk menjaga daya tahan tubuh. 

“Sehingga dengan momen hari raya berdekatan dan konsumsi yang berpotensi meningkat dapat memperbaiki kinerja pada kuartal I-2026,” ujar Azis Kamis (12/2/2026). 

Namun demikian, Azis menilai saat ini tantangan yang dihadapi SIDO masih pada daya beli masyarakat. Sehingga ia melihat di kuartal II-2026 yang minim katalis akan membuat kinerja kembali normal.  

“Kami melihat prospek SIDO di tahun 2026 masih moderat dengan potensi pertumbuhan single digit sampai low double digit,” ucap Azis. 

Kinerja SIDO diketahui masih kokoh dan terus menguat berkat segmen obat herbal dan suplemen. 

Hingga kuartal III tahun lalu, pendapatan di segmen tersebut meningkat sebesar 3,9% secara tahunan menjadi Rp 1,6 triliun, didukung oleh kepemimpinan pasar Tolak Angin yang berkelanjutan dan pertumbuhan yang kuat dalam ekspor minyak esensial dan Tolak Angin Care. 

Ekspor SIDO ke 34 negara tumbuh juga turut menopang kinerja dan menyumbang 9,7% dari total pendapatan ekspor naik dari 8% di tahun sebelumnya. 

Pendapatan ekspor ini meningkat sebesar 23% secara tahunan pada sembilan bulan di 2025. Ekspor SIDO mempertahankan momentum yang kuat.

Malaysia tetap menjadi pasar ekspor terbesar, mewakili sekitar 4% dari penjualan ekspor, diikuti oleh Nigeria dan Filipina, yang masing-masing menyumbang sekitar 1%-2%. 

Ekspansi berkelanjutan dari jejak internasional SIDO menunjukkan peningkatan penerimaan merek dan mendukung strategi diversifikasi jangka panjang perusahaan.

Tim BRI Danareksa Sekuritas juga menilai ekspansi ekspor menjadi katalis structural bagi SIDO. Menurut mereka, ekspor bisa memperluas sumber pendapatan di luar pasar domestik dan mengurangi ketergantungan pada konsumsi lokal. 

"Arus kas operasi meningkat signifikan yakni naik 16,2% secara yoy per kuartal III-2025, menegaskan kualitas laba yang solid dan fundamental operasional yang sehat," ujar Tim BRI Danareksa Sekuritas. 

Selain perkembangan bisnis ekspor, inovasi baru SIDO juga moncer. Pada Oktober 2025, SIDO memperluas portofolio kesehatan dan kecantikannya dengan peluncuran C+ Collagen Strawberry Lemonade, yang menargetkan demografi yang semakin sadar akan kesehatan. 

SIDO juga memperkenalkan Sido Muncul Natural Mahoni (ekstrak biji mahoni) dan Sido Muncul Natural Sari Daun Salam (ekstrak daun salam), yang semakin memperkaya rangkaian herbalnya dan selaras dengan preferensi konsumen yang semakin meningkat terhadap solusi kesehatan alami dan preventif di Indonesia. 

SIDO disebut memiliki kepemimpinan pasar dalam kategori produk herbal untuk gejala flu, pertumbuhan ekspor yang menjanjikan, dan rasio pembayaran dividen yang tinggi. 

Sebelumnya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menargetkan pertumbuhan kinerja yang solid pada 2026, seiring dengan pencapaian positif pada tahun sebelumnya. 

Sebagai catatan, SIDO membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,72 triliun hingga kuartal III-2025. Angka ini meningkat 3,89% secara tahunan atau year on year (YoY) dari posisi Rp 2,62 triliun di periode sama tahun 2024.

Hal ini terutama disumbang oleh penjualan jamu herbal dan suplemen yang naik dari Rp 1,54 triliun menjadi Rp 1,60 triliun, juga makanan dan minuman dari Rp 986,04 miliar ke Rp 1,02 triliun.

Sejalan dengan itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SIDO juga ikut naik 5,19% YoY ke Rp 818,54 miliar dari setahun sebelumnya Rp 778,11 miliar.

Direktur Utama SIDO David Hidayat mengatakan, SIDO membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 8% pada tahun 2026. 

Target tersebut ditopang oleh sejumlah katalis positif, mulai dari inovasi produk hingga penguatan efisiensi operasional.

"Katalis positifnya meliputi inovasi produk baru, efisiensi biaya, serta kontribusi ekspor yang meningkat," ungkap David beberapa waktu lalu.

Dari sisi strategi penjualan, perseroan akan berfokus pada penguatan distribusi dan peningkatan visibilitas merek. Optimalisasi kanal digital juga menjadi salah satu fokus utama untuk memperluas jangkauan pasar.

SIDO juga akan terus memperluas penetrasi pada kanal modern trade, e-commerce, serta kanal berbasis komunitas.

Sementara itu, memasuki kuartal pertama dan periode Ramadan, SIDO telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga momentum penjualan tanpa mengorbankan margin, antara lain menyiapkan program promo menarik, menjaga ketersediaan produk, serta aktivasi

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment