KDMP Sinduadi Hadirkan Gebrak Pangan Murah Dengan Akses Permodalan Dari KSP Nasari
WARTAJOGJA.ID - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sinduadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan 300 paket sembako murah berkolaborasi dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari pada Bazar Gebrak Pangan Murah di halaman gerai KDMP Sinduadi, Jumat (27/2/2026).
Ketua KDMP Sinduadi, Kliwon Suhirman mengatakan “ratusan paket sembako berupa bahan pangan tersebut dijual murah sebanyak 300 paket yang berisi minyak goreng 1 liter, tepung terigu 1 kg, gula 1 kg dan kecap 1 botol dengan harga Rp 50.000".
Gebrak pangan murah ini digelar dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan serta pengendalian inflasi saat bulan Ramadhan yang diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya oleh anggota KDMP Sinduadi pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, menjelaskan program ini merupakan hasil kolaborasi antara KDMP Sinduadi dan Koperasi Nasari menjadi salah satu solusi atas keterbatasan permodalan koperasi desa.
“Ya, kegiatan ini adalah kerja sama antar koperasi ya, koperasi KDMP Sinduadi dengan koperasi NASARI. Nah, ini mereka sebenarnya dari NASARI itu ingin tidak hanya mengenai bisnis, tapi membantu juga programnya KDMP untuk bisa maju,” ujarnya.
"Satu paket hanya Rp 50.000 yang isinya macam-macam, nanti ke depannya mungkin lagi, dan ini suatu inovasi kalau memang keterbatasan modal bagi KDMP harus ada inovasi kerja sama dengan yang lain,” jelasnya.
Salah satu warga, Yayuk, mengaku terbantu dengan adanya paket sembako tersebut. “Beli sembako, lumayan murah harganya Rp 50.000 satu paket isinya tepung, minyak, gula sama kecap,” katanya.
*KSP Nasari juga Menghadirkan Solusi Chanelling dan Digitalisasi bagi Adik Asuh Kopdes Merah Putih*
Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan gebrak pangan murah ini juga tentu dimanfaatkan maksimal untuk mengajak warga desa semakin banyak menjadi anggota koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP)
Selanjutnya dengan bertambahnya anggota, diharapkan struktur permodalan dan operasional KDKMP semakin kuat dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Dinas Koperasi dan UKM DIY yang diwakili oleh Kepala Bidang Koperasi Ir. Setyo Hastuti, MP.
Hastuti menilai bahwa terobosan gebrak pangan murah ini bukan saja sekedar bermuatan bisnis bagi KSP Nasari, tapi juga menjadi solusi dan inovasi atas keterbatasan modal bagi KDKMP, maka harus dilakukan kolaborasi atau kerjasama dengan pihak lain.
“Ke depannya kegiatan bazar seperti ini dapat rutin dilaksanakan dengan KDKMP lain di seluruh wilayah DIY karena berdampak nyata membantu masyarakat dengan harga sembako murah serta otomatis juga sebagai ajang merekrut anggota baru bagi KDKMP” tambah Hastuti.
Pada kesempatan yang sama Ketua KSP Nasari Frans Meroga mengatakan bahwa selain akses permodalan, KSP Nasari menghadirkan banyak solusi pada Program Collab Coop khusus kepada adik asuh KDKMP seperti Solusi Channeling pinjaman dan solusi digitalisasi.
“Nanti bila kopdes merah putih sudah bisa menjadi supplier dapur MBG, dapat diberikan support modal dari KSP Nasari yang harusnya menjadi andalan KDKMP untuk mencetak keuntungan atau sisa hasil usaha (SHU),” ungkap Frans.
“KSP Nasari juga juga akan memberikan dukungan digitalisasi berupa aplikasi mobile “White Label” yang dapat digunakan sebagai wadah untuk saling memasarkan produk unggulan lokal bagi sesama masyarakat desa,” tambah Frans lagi.
Frans Meroga yang juga Ketua Umum Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) akhirnya menutup dengan harapan bahwa solusi digitalisasi ini akan menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan dari, oleh, dan untuk masyarakat desa atau kelurahan.
Post a Comment