KDKMP Akan Memiliki Aplikasi Mobile Melalui Program Collab Coop
WARTAJOGJA.ID : Dalam sebuah langkah strategis pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui penguatan peran koperasi, Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Seminar dan Strategic Business Matching dengan tema Empowering Cooperatives through Financial Accountability.
Acara ini bertujuan untuk menemukan bentuk kolaborasi terbaik antar sesama koperasi terutama dalam akses permodalan dan layanan keuangan agar terjadi percepatan operasionalisasi yang mendorong kemandirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Eddy Sulistyo Bramiyanto mengharapkan melalui business matching ini akan tercipta ekosistem bisnis yang berkelanjutan bagi KDKMP sehingga tercipta kemandirian yang ulet dan kuat.
Dalam kesempatan yang mengundang 10 koperasi mapan dan percontohan yang berpotensi dan telah menjadi Kakak Asuh bagi KDKMP ini, Eddy Bramiyanto memberikan apresiasi kepada KSP Nasari yang telah mengambil langkah cepat menjadi kakak asuh bagi KDKMP sejak November 2025.
"Kami memberikan apresiasi khusus kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari, karena sudah ambil bagian dengan menjadi Kakak Asuh di 8 kota/kabupaten di wilayah Jawa Tengah dengan akses permodalan awal kepada KDKMP sebesar 25 juta untuk aktifitas gerai sembako,” ungkap Bram.
“Selain itu, KSP Nasari juga selalu aktif melaksanakan training dan bimbingan teknis kepada KDKMP dengan melakukan asistensi langsung serta pelatihan tata kelola dan manajemen koperasi bagi pengurus, pengawas & pengelola KDKMP,” tambah Bram lagi.
Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, dalam paparannya menyampaikan bahwa KSP Nasari siap untuk menjadi kakak asuh KDKMP, sebagai bukti komitmen KSP Nasari menjalankan prinsip-prinsip koperasi sesuai amanat konstitusi yaitu pendidikan perkoperasian dan kerjasama antar koperasi, serta kemandirian koperasi.
“KSP Nasari menghadirkan Program Collab Coop yang dapat menjadi andalan KDKMP untuk bisa mencetak Sisa Hasil Usaha (SHU) dengan menjadi supplier dapur MBG serta didukung support modal dari KSP Nasari,” jelas Frans.
“Solusi Channeling juga dapat menjadi jalan keluar bagi KDKMP untuk membayar biaya rutin seperti Biaya Gaji Pengurus dan Pengelola serta Biaya Over Head Cost (OHC) yang meliputi biaya rutin yaitu tagihan Listrik dan PDAM, internet dan lainnya,” tambah Frans lagi.
*Collab Coop KSP Nasari Juga Melengkapi KDKMP Dengan Aplikasi Mobile*
Masih dalam acara yang sama, Asisten Deputi Pembiayaan Kemenkop Niken Wulandari mengatakan bahwa saat ini sebanyak 1.000 KDKMP yang sudah menuntaskan pembangunan gerai dan gudangnya.
Sedangkan sebanyak 29.000 KDKMP di Indonesia lainnya masih dalam proses pembangunan fisik yang ditargetkan pada Maret tahun ini minimal 30.000 KDKMP sudah 100 persen menyelesaikan bangunan fisik, gudang dan disiapkan operasionalnya.
“Tetapi meski pembangunan fisik terus dikejar, percepatan operasionalisasi koperasi menjadi tantangan berikutnya. Saat ini, sebagian besar Koperasi Merah Putih baru terbentuk kepengurusan dan belum sepenuhnya berjalan secara operasional,” ungkap Niken.
Merespons hal tersebut, KSP Nasari pun juga memberikan Solusi pemasaran dan potensi pengembangan usaha yang meliputi berbagi kegiatan seperti pengembangan produk inovatif, strategi promosi, distribusi dan pemasaran yang didukung Solusi penyedian teknologi dan digitalisasi dengan sistem keuangan koperasi
“KSP Nasari akan memberikan dukungan berupa digitalisasi “White Label” aplikasi mobile yang berbasiskan Nasari Digital (NADI) sehingga dapat digunakan para anggota KDKMP sebagai wadah untuk memasarkan produk unggulan lokal,” jelas Frans yang juga Ketua Umum Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI).
“Jadi antar sesama masyarakat desa dapat saling membeli produk-produk lokal yang akhirnya akan tercipta ekosistem yang saling menguntungkan dari seluruh masyarakat desa tersebut” pungkas Frans Meroga.
Post a Comment