Keren! Prodi Informatika FTI UII Kembangkan Telehealth untuk Atasi Kematian Akibat Henti Jantung
WARTAJOGJA.ID – Program Studi Informatika Program Magister, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta kembali menorehkan kontribusi nyata dalam pengembangan informatika medis melalui sebuah riset inovatif yang diluncurkan langsung dari kampus pusat di kawasan Sleman, Yogyakarta, pada Senin (12/1).
Riset yang digarap oleh alumni konsentrasi Informatika Medis, Ruhil Iswara, M.Kom., di bawah bimbingan Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T., secara spesifik membedah implementasi telehealth sebagai solusi atas tingginya angka kematian akibat henti jantung mendadak yang selama ini hanya dapat dicegah melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Meski penelitian ini mengambil lokus di Kota Pontianak, namun pengembangan teknologi dan analisis mendalamnya lahir dari rahim akademis Sleman guna menjawab keterbatasan akses pelatihan kesehatan darurat yang selama ini terkendala oleh faktor geografis dan keterbatasan anggaran.
Melalui pendekatan kuantitatif berbasis model Human, Organization, Technology, and Benefit (HOT-Fit), penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa pelatihan BHD berbasis telehealth mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat secara radikal, di mana skor rata-rata peserta melonjak tajam dari 10,65 pada saat pre-test menjadi 26,58 pada post-test.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari stabilitas kualitas sistem yang mencapai 90 persen persetujuan responden serta dukungan informasi relevan yang disetujui oleh 95 persen pengguna, sehingga mampu menciptakan kesiapan darurat bagi 95 persen masyarakat dalam menghadapi situasi kritis henti jantung. Prof. Dr. Sri Kusumadewi menekankan bahwa riset ini menunjukkan peran vital desain platform dan dukungan organisasi dalam menjembatani kebutuhan medis masyarakat luas melalui teknologi informatika yang tepat guna.
"Melalui riset yang kami kembangkan di Informatika FTI UII ini, terbukti bahwa faktor dukungan organisasi dari Dinas Kesehatan serta stabilitas sistem memiliki pengaruh yang jauh lebih dominan dibandingkan sekadar kepuasan pengguna dalam memastikan keberhasilan implementasi telehealth.
Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah bahwa teknologi ramah lingkungan dan efisien ini hanya bisa berkelanjutan jika didukung oleh regulasi lokal yang kuat serta penguatan infrastruktur digital guna mengatasi kendala literasi masyarakat yang masih bervariasi," ungkap Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T., saat memberikan keterangan pers di lingkungan kampus UII Sleman.
Meskipun secara keseluruhan menunjukkan hasil yang sangat positif dengan ukuran efek besar mencapai Cohen’s d = -1,921, riset ini juga menemukan fakta menarik terkait penolakan tiga hipotesis utama, di antaranya mengenai kualitas layanan dan kepuasan pengguna yang ternyata tidak serta-merta mendorong intensitas penggunaan sistem tanpa adanya instruksi dari program resmi.
Ruhil Iswara menjelaskan bahwa masyarakat cenderung bersifat situasional dalam menggunakan platform ini, sehingga efektivitasnya lebih bergantung pada dorongan program resmi dan kemudahan akses materi dibandingkan aspek teknis layanan pelanggan.
Dengan adanya temuan dari FTI UII Yogyakarta ini, diharapkan kedepannya akan tercipta sinergi kebijakan yang mampu mengatasi hambatan stabilitas internet dan literasi digital, sehingga aksesibilitas pelatihan BHD dapat menjangkau lebih banyak nyawa di masa depan.
Post a Comment