Ribuan Peserta Bakal Ikuti Jogja International Heritage Walk 2025 di Sleman
WARTAJOGJA.ID : Gelaran Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2025 bakal kembali digelar pada 15-16 November 2025 mendatang.
Event yang kali ini memasuki tahun ke 14 itu akan mengambil lokasi rute di dua desa wisata di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, yakni Desa Sumberharjo Kecamatan Prambanan dan Desa Wukirsari, Cangkringan.
Tahun ini, tercatat lebih dari 2000 peserta baik dalam negeri dan luar negeri yang telah mendaftar pada event itu.
"Selama dua hari event ini kami mengusung konsep dan tema berbeda untuk memanjakan para peserta dalam format sport tourism," kata penyelenggara gelaran itu, Fitriani Kuroda, Selasa 11 November 2025.
Pada hari pertama, peserta akan diajak berjalan kaki melintasi Desa
Sumberharjo Kecamatan Prambanan yang dekat Candi Prambanan dalam
tema Fun Walking: Sporty and Colorfull.
Pada hari pertama ini para peserta diajak berjalan sembari menikmati suasana pagi ceria dan penuh energi melalui aktivitas jalan kaki yang menyehatkan dan membangkitkan semangat kebersamaan.
Lalu pada hari kedua mengusung tema Village Walking, di mana peserta akan diajak menjelajahi keindahan tersembunyi Desa Wukirsari, Cangkringan di lereng Gunung Merapi nan sejuk. Untuk mengenal lebih dekat budaya, kerajinan, dan kehidupan masyarakat lokal yang menjadi bagian dari kekayaan warisan Yogyakarta.
Fitriani menuturkan, gelaran JIHW tahun ini menjadi lebih bermakna karena bersamaan ketika Yogyakarta menjadi tuan rumah International Marching League (IML) yang akan dihadiri delegasi dari 18 negara anggota.
Pertemuan ini menjadi ajang antar negara memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan walking tourism dunia.
Event Jogja International Heritage Walk sendiri, kata dia, berhasil mengantongi dua lisensi internasional dari International Marching League (IML) yang berbasis di Belanda yang beranggotakan 32 negara dan Internationaler Volkssportverband (IVV) dari Jerman yang beranggotakan 37 negara.
"Yogyakarta, sebagai perwakilan Indonesia menjadi yang pertama di Asia Tenggara yang mengantongi dua lisensi tersebut," kata dia.
Dengan adanya lisensi itu, event ini bisa menggelar ajang dengan standar jarak tempuh minimal 40 km dalam dua hari.
"Akan tetapi, dalam event ini kami juga menawarkan kategori jarak 7 km dan 10 km atau fun walk," kata dia.
Kepala Bagian Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Koes Indarto menuturkwn JIHW 2025 diyakini akan turut berdampak pada perekonomian lokal.
"Perkiraan kami perputaran uang selama event itu berlangsung bisa lebih dari Rp 25 miliar hanya untuk kebutuhan hotel saja," kata dia.
Post a Comment