News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Keseruan Acara Guyub Pasien Reumatik Autoimun di Yogya, Serukan Semangat Anti Nyerah

Keseruan Acara Guyub Pasien Reumatik Autoimun di Yogya, Serukan Semangat Anti Nyerah

WARTAJOGJA.ID :  Dalam rangka memperingati World Rheumatism Day (WRD) 2025), IRA (Ikatan Reumatologi Indonesia) Cabang Yogyakarta menggandeng Sahabat Cempluk menggelar acara “Guyub Pasien Reumatik Autoimun dengan tema Capek Boleh, Nyerah Ga Boleh.” 

Acara ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari pasien reumatik autoimun, keluarga pendamping, tenaga medis, serta masyarakat umum. 
 
Kegiatan menghadirkan tanya jawab bersama dokter pemerhati reumatik autoimun (dr. Ayu Paramaeswari, SpPD-KR, dan dr. Cahya Dewi Satria, Sp.A, Subsp.AI, M.Kes) mengenai transisi pasien dari anak ke dewasa, sesi healing “Jadi Cheerleader untuk Diri Sendiri” bersama Ian Sofyan (Odapus, Founder Sahabat Cempluk dan Bars Practitioner), serta sesi Grooming & Self-Care untuk membantu pasien mengatasi efek samping pengobatan jangka panjang. 

Dokter pemerhati reumatik autoimun dr. Ayu Paramaeswari, SpPD-KR mengatakan acara ini digelar bersamaan dengan bulan untuk penyadaran akan gangguan-gangguan reumatik.

Ia mengatakan jika gangguan reumatik itu bisa terdiri dari gangguan yang disebabkan karena autoimun dan bukan autoimun. 

"Dalam forum ini kami mengenalkan jenis-jenis reumatik karena autoimun yang belum familier di masyarakat,"kata Ayu.

Reumatik karena autoimun, ujar Ayu, merupakan jenis penyakit yang biasanya bersifat jangka panjang. Yang bisa muncul sejak masa kanak-kanak hingga masa dewasa.

"Karena kalau usia sudah 18 tahun itu oenanganannya bisa dilanjut ke penyakit dalam," kata Ayu.

Prof. DR. Dr. Nyoman Kertia, SpPD, K-R selaku dewan penasehat Pengurus Pusat Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA) mengatakan acara ini untuk meningkatkan kewaspadaan bersama soal penyakit reumatik sejak dini.

"Melalui forum ini kami mengajak masyarakat bersama sama mendeteksi kemunculan reumatik itu, yang dulu sudah banyak, namun kini semakin banyak karena berbagai faktor," kata Nyoman.

Menurut Nyoman, penyakit reumatik perlu diantisipasi dan dideteksi sejak dini ketika sudah bersumber dari autoimun.

"Karena jika tidak ditangani dengan baik, reumatik karena autoimun bisa menjadi komplikasi," urainya.

Keseruan acara itu bertambah dengan pemeriksaan gratis screening dry eyes dari Eye Center Sardjito, games interaktif, serta goodie bag berisi skincare dan makeup dari Instaperfect dan Labore Skincare untuk peserta terpilih. 
 
Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran dokter pemerhati autoimun dan lupus, yaitu Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR; dr. Sumadiono, Sp.A(K); Dr. dr. Deddy Nur Wachid A, M.Kes., SpPD-KR; dr. Lisa Kurnia Sari, MSc., SpPD-KR; dr. Flandiana Yogianti, Ph.D, Sp.D.V.E, Subsp.D.K.E; dan dr. Reny Setyowati, Sp.M. 

Kehadiran para dokter menjadi bukti nyata bahwa pasien reumatik autoimun tidak berjuang sendirian, tetapi mendapat dukungan sepenuh hati dari tenaga medis yang peduli. 
 
Terselenggaranya acara ini berkat dukungan dari Eye Center Sardjito, Regenic Stemcell by Kalbe, Klinik Rheuma, Labcito, Fima Internasional (a Kalbe Company), APL (a Zuellig Pharma Company), Instaperfect, dan Labore Skincare. 

Melalui kegiatan ini, IRA bersama Sahabat Cempluk berharap dapat meningkatkan kesadaran publik tentang reumatik autoimun sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi pasien dengan tema “Capek Boleh, Nyerah Ga Boleh.” 
 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment