Deep Learning dan TKA Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
WARTAJOGJA.ID -Sebagai upaya memberikan pemahaman secara komprehensif hal ihwal konsep Deep Learning (pembelajaran mendalam) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi guru lintas jenjang, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Suara Muhammadiyah menginisiasi Seminar dan Sosialisasi di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Jumat (29/8).
Acara ini mengusung tema "Merawat Kecerdasan dan Karakter Bangsa Lewat In-Deep Learning & TKA." Dan dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib, yang juga Anggota Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia periode 2022–2029.
Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari menyampaikan selamat datang kepada narasumber dan seluruh peserta di SM Tower Malioboro Yogyakarta. Ia sangat senang dan menyambut baik dengan adanya acara ini. Menurutnya Kemendikdasmen sangat tepat berkolaborasi dengan Suara Muhammadiyah. Yang disebut Deni, Suara Muhammadiyah sebagai media penggerak literasi yang memfungsionalisasikan peran pengayaan, pencerahan, dan pemberdayaan. "Inilah yang dilakukan oleh media Suara Muhammadiyah dari 1915 sampai sekarang, yang usianya lebih dari satu abad," sebutnya.
Ketiga fungsi tersebut, jika dikontekstualisasikan dengan dunia pendidikan, sangat koheren. "Bagi Suara Muhammadiyah memiliki kepentingan dalam menjalankan agenda-agenda sebagaimana yang saya sebutkan tadi," tuturnya.
Deni mengingatkan, Muhammadiyah dalam menjalankan dakwahnya, lebih-lebih di bidang pendidikan tidak bersifat eksklusif, tetapi inklusif. Dan itu, tercermin dari terbukanya akses pendidikan Muhammadiyah bagi siapa pun tanpa membedakan latar belakang. "Muhammadiyah sebagai basis gerakannya yang inklusif, tentu program-programnya tidak eksklusif. Karena sejak awal lahirnya, Muhammadiyah mempromosikan gerakan yang modern (inklusif)," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Deni berharap kolaborasi ini tidak stagnan di sini. Tetapi berkelanjutan, yang bisa menghasilkan program-program produktif dibidang pendidikan. "Dari sekian banyak sekolah dan guru-guru kita, tentu Insyaallah Suara Muhammadiyah yang sudah ada di setiap provinsi siap berperan aktif untuk mewujudkan program Kemendikdasmen, khususnya program Deep Learning ini," tandasnya.
Sementara, Anang Ristanto, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen menjelaskan, rangkaian acara ini sebagai manifestasi dari ikhtiar dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. "Saat ini membutuhkan pembelajaran yang mampu menumbuhkan pemahaman yang mendalam. Membentuk murid yang siap lebih menyambut perubahan zaman," tugasnya.
Arif Jamali Muis, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul Arif Jamali Muis dalam keynote speechnya mengungkapkan bahwa pembelajaran menjadi fokus utama yang tengah dikonstruksikan oleh Kemendikdasmen. Sementara, kerangka kurikulumnya tetap sama, tidak perlu dilakukan perubahan konteks maupun esensi. "Periode ini kita ingin mengubah itu, tidak dari atas, tapi dari bawah. Maka pembelajarannya yang harus diubah. Kurikulumnya biasa saja, tapi pendekatanya dengan pendekatan mendalam," urainya.
Selain fokus pada pendekatan pembelajaran, Arif menilai guru memiliki peran sentral menciptakan pendekatan pembelajaran secara lebih mendalam. "Guru itu pekerjaan kenabian, menyampaikan risalah, pekerjaan profetik. Maka ada sesuatu yang harus berbeda dengan pekerjaan yang lainnya. Dia harus menggunakan hati, pada saat yang sama tentu menggunakan pikiran," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib dalam arahan dan amanatnya mengapresiasi ikhtiar dalam membumikan Deep Learning dan TKA. Dirinya pun mendorong agar berbagai kebijakan dari pusat perlu menggandeng struktur di daerah baik dinas provinsi maupun kabupaten/kota. "Jika kebijakan ini hanya mengendap di Jakarta, tentu tidak akan memberikan manfaat bagi sekolah, guru, siswa, dan masyarakat," ucap Irwan.
Meski status sebagai guru menjadi profesi yang menurutnya gampang-gampang susah, karena harus mengikuti berbagai kebijakan pendidikan yang terus berkembang. Irwan berpesan agar menjadi profesi guru sebagai panggilan nurani. Selalu melakukan refleksi untuk melakukan evaluasi diri dalam melakukan pembelajaran di kelas. "Ketika kita mampu memahami karakteristik anak-anak, tentu kita akan bisa menyampaikan pembelajaran dengan baik," tegasnya.
Turut hadir menjadi narasumber lain dalam membahas Deep Learning dan TKA, yaitu Rina Ratih Sri Sudaryani (Pegiat Pendidikan), Muhammad Nur Aditya (Kasubbag Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen RI), dan Iip Ichsanudin (Ahli Madya Pengembangan Kurikulum Kemendikdasmen RI).
Melalui seminar dan sosialisasi ini, dapat menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan visi antara Kemendikdasmen RI dan sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta. Ke depan, deep learning diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan zaman yang terus berkembang.
Post a Comment