News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Perayaan WDSD 2024: Wadah Kreativitas, Kemandirian dan Potensial Bagi Anak-Anak Down Syndrome

Perayaan WDSD 2024: Wadah Kreativitas, Kemandirian dan Potensial Bagi Anak-Anak Down Syndrome


KGBRay Paku Alam X atau Gusti Putri (tengah) bersama anak-anak dari komunitas Senam Silat Down Syndrome. (Foto: Hendro SB/Warta Jogja) 

WARTAJOGJA.ID - Perayaan World Down Syndrome Day (WDSD) atau dikenal dengan Hari Down Syndrome Internasional 2024 telah sukses digelar di kota Yogyakarta. Perayaan ini menjadi simbol tersendiri bagi para penyandang difabel Down Syndrome setiap setahun sekali yang mengacu pada hari kelahiran Down Syndrome pada tanggal 21 Maret. 

Pada kesempatan perayaan di negara Indonesia, melalui organisasi Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome (POTADS) menginisiasi perayaan besar ini di berbagai kota di Indonesia. Untuk di kota Yogyakarta sendiri, dilaksanakan pada Minggu (28/4/2024) yang tepatnya digelar di Auditorium RSA UGM Yogyakarta. Juga, dalam hal ini pihak RSA UGM pun berkolaborasi bersama POTADS DIY. 

Kepada Warta Jogja, Ketua POTADS DIY, Siti Nurjanah S Pd menjelaskan sebelumnya memang hal ini berkaitan dengan perayaan Down Syndrome sedunia yang sebenarnya jatuh pada tanggal 21 Maret lalu, namun dikarenakan adanya momen puasa atau ramadhan dan beberapa acara lainnya maka POTADS DIY sepakat menggelar di tanggal 28 April. 

"Setiap tahunnya selalu diadakan seperti ini untuk anak-anak penyandang Down Syndrome. Kebetulan juga tahun-tahun sebelumnya sudah pernah di sini karena kita menjalin kerjasama yang baik dengan RSA UGM," ungkap Siti. 

Seluruh panitia penyelenggara acara Perayaan WDSD 2024 berfoto bersama. (Foto: Hendro SB/Warta Jogja)

Mengacu pada tema WDSD 2024 yaitu "End The Stereotype: Cause We're Creative, Independent and Potential", Siti menilai bahwa saat ini banyak anak-anak Down Syndrome telah memasuki masa remaja sebagaimana yang disampaikan oleh pakar kesehatan dalam talkshow di acara ini yang mana pencapaian hidup anak Down Syndrome hanya mencapai sekitar 10 tahun pada tahun lalu. 

"Untuk sekarang ini sudah bisa mencapai kurang lebih 50 tahun. Hal ini menjadi suatu permasalahan ketika anak-anak Down Syndrome memasuki masa pubertas, sehingga dibutuhkan sekali pendampingan dari orang tua maupun kerabat terdekat," terangnya. 

"Karena itu, melihat situasional saat ini bagi anak-anak Down Syndrome maka dunia memutuskan untuk mengambil dan memilih tema perayaan WDSD 2024," sambungnya. 

Anak-anak Down Syndrome dari komunitas Tari Dansa Untuk Dunia. (Foto: Hendro SB/Warta Jogja) 
Pihaknya juga berharap melalui perayaan WDSD ini agar selayaknya masyarakat harus bisa menerima anak-anak Down Syndrome apapun keadaannya. Mereka (Down Syndrome) tidak butuh untuk dikasihani tetapi sangat membutuhkan ruang gerak untuk bisa menumbuh kembangkan anak-anak Down Syndrome secara maksimal. 

Sementara itu, Panitia Kerjasama Acara WDSD 2024 sekaligus dari pihak RSA UGM, drg Retno Hayati Alchusnah sebelumnya mengakui jika memang selama ini pihak RSA UGM bekerjasama dengan POTADS DIY yang telah berjalan kurang lebih tiga tahun. Sehingga, kewajiban dari RSA UGM adalah memberikan fasilitas seperti talkshow atau edukasi yang berkaitan tentang kesehatan terutama bagi anak-anak Down Syndrome. 

"Untuk tahun ini, perayaan WDSD kita memfasilitasi tempat acara dan narasumber," ujar drg Retno. 

Pihaknya yang juga berprofesi sebagai Dokter Gigi tersebut pun menanggapi tema kali ini, menurutnya tema ini berkaitan dengan kesehatan reproduksi untuk anak Down Syndrome. Sangatlah penting bagi anak-anak Down Syndrome utamanya bagi para orang tua mereka untuk bisa memahami kesehatan reproduksi dan itu semua sudah tertuang di dalam talkshow tersebut. 

RSA UGM juga berterima kasih sekali kepada POTADS DIY yang telah terjalin dengan baik sampai pada puncak acara WDSD 2024. drg Retno berharap semoga kerjasama ini bisa semakin baik dan berlanjut serta RSA UGM sendiri bisa terus berkontribusi bagi teman-teman di POTADS DIY. 

"Saya cuma punya harapan besar supaya anak-anak ini bisa berkembang serta bermanfaat untuk semua orang," harap drg Retno. 

Perayaan WDSD 2024 tersebut diwarnai kemeriahan dari anak-anak Down Syndrome mulai dari Keyboard by Halwa, Tari Sintren Hip Hop, Angklung Orang Tua dan Anak, Tari Dansa Untuk Dunia dan yang paling dinanti-nanti adalah pertunjukan Senam Silat Down Syndrome karya Ludy Bimasena. 

Kemudian Talkshow Kesehatan yang dipandu oleh dr Prima Dhewi dan dr Fauzan Achmad Maliki Sp OG serta Sania Meidiana S Psi M Psi Psikolog sebagai narasumber. Selain itu juga, di awal acara pembukaan perayaan WDSD 2024 dihadiri secara langsung oleh KGBRay Paku Alam X atau Gusti Putri. (*) 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment