News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Di Tengah Sidang Gugatan MK,Berbagai Elemen Masyarakat Yogyakarta Gelar Aksi Turun ke Jalan

Di Tengah Sidang Gugatan MK,Berbagai Elemen Masyarakat Yogyakarta Gelar Aksi Turun ke Jalan

WARTAJOGJA.ID : Berbagai elemen Masyarakat Yogyakarta Kembali melakukan aksi turun ke jalan pada Jumat, 5 April 2024. 

Kelompok aksi berhimpun dalam suatu komunitas yang dinamakan Aliansi Rakyat Jogja Menggugat (Arjog). 

Terdiri dari  berbagai jamaah masjid, Paksi Katon, AB Ningrat, SKI, Trengginas, Raja Bersatu, Garda, dan Ganjaris. Kemudian ada juga SPSI, SBSI, AM FUI, Kurma, dan lain-lain. Aksi dipusatkan di perempatan Tugu Yogyakarta. 

Tampak hadir dalam aksi itu sejumlah tokoh. Seperti Syukri Fadholi, Prof Muh Chirzin, Afnan Malay, Brotoseno, KRT Padmo Condro Negoro, Damaira Pakpahan, In’am el Mustofa, Akhid Widi, Mariana Ulfah, Mak Ais, Aria Moel.

Tokoh Perempuan dari Solo, Wuri Handayani juga direncanakan ikut bergabung dan akan memberikan orasi. 

Korlap Aksi Humas Agus Hartono didampingi Maria Jova mengatakan
tuntutan aksi ada tiga. 

"Dari turunkan Jokowi, Diskualifikasi pasangan 02, hingga Dorong Independensi MK. Isu seputar Penguatan serta dukungan moral terhadap kembaga MK ini sangat diperlukan," kata dia.

Agar MK juga bisa menangani dan mengadili sengketa pilpres dengan jujur, adil, independent, dan bebas dari berbagai intervensi, baik berupa tekanan maupun ancaman. Sehingga, dari keleluasaan gerak yang dimiliki, diharapkan MK akan bisa memberikan penilaian objektif dan independent atas sengketa yang sedang ditangani. 

Sehingga nantinya bisa melahirkan Keputusan yang bisa memulihkan integritas Lembaga yang sempat tercoreng oleh kasus “Paman Usman”. Sebagai benteng terakhir konstitusi, memang diharapkan agar MK bisa lebih independent dalam  menangani sengketa pilpres. Dari proses pra pemilu, pelaksanaan pemilu, hingga pasca pemilu.

Melalui aksi ini, peserta menyampaikan pesan bahwa demokrasi harus ditegakkan, Pemilu bersih harus diciptakan, dan penyimpangan kekuasaan harus dihentikan. Hukum pun perlu dilaksanakan dengan seadil-adilnya. Politisasi hukum perlu dihindari. 

Sehingga, asset negara harus bisa dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, Bukan hanya dimonopoli untuk kepentingan segelintir orang. Dan jangan pula hanya digunakan untuk melanggengkan kekuasaan kelompok tertentu.

Relawan dari Komunitas AB Ningrat
Agus Hartana menyatakan aksi semacam ini sudah sering digelar di Yogyakarta, termasuk pada momen Ramadan ini. 

"Bedanya, aksi diakhiri dengan buka puasa bersama dan salat Magrib.
Panitia menyediakan 1.000 paket takjil, dari hasil donasi iuran juga ada bantuan takjil dari Masjid Jogokariyan," pungkasnya

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment