News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sido Muncul Pimpin Penjualan Produk Jamu di E-Commerce, Tumbuh 50%

Sido Muncul Pimpin Penjualan Produk Jamu di E-Commerce, Tumbuh 50%

WARTAJOGJA.ID:Perkembangan industri jamu tradisional terbukti dapat menarik atensi dan mendapat kepercayaan dari pelanggan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, sejumlah perusahaan lokal memiliki reputasi yang baik dikalangan masyarakat, khususnya bagi penikmat Jamu.

Hal ini terbukti dari hasil pantauan Compas.co.id dalam industri Healthcare dengan perbandingan data tahun 2022 dan 2023, dimana meskipun terjadi penurunan pertumbuhan nilai penjualan (sales value growth) dalam kategori health di 17%, namun beberapa perusahaan lokal malah tetap tumbuh.

Hasil pantauan Compas.co.id dalam industri Healthcare dengan perbandingan data tahun 2022 dan 2023, dimana meskipun terjadi penurunan pertumbuhan nilai penjualan (sales value growth) dalam kategori health di 17%, namun beberapa perusahaan lokal malah tetap tumbuh dipimpin oleh Sido Muncul dengan sales value growth 50%, Bintang Toedjoe 37%, Herbana 31%, dan Jamu Jago 24%. (Sumber: Instagram @compas.co.id)

"Dipimpin oleh Sido Muncul dengan sales value growth 50%, Bintang Toedjoe 37%, Herbana 31%, dan Jamu Jago 24%," dikutip dari Instagram @compas.co.id, Jumat (15/3/2024).

Sido Muncul (SIDO) sendiri merupakan produsen jamu terbesar dan termodern di Indonesia dengan pangsa pasar terbesar untuk kategori produk jamu tradisional. 

Sido Muncul memiliki lebih dari 300 jenis produk. Tolak Angin dan Kuku Bima Ener-G! Adalah salah satu produk unggulan yang telah banyak dikenal selama puluhan tahun.

Dikutip dari laman sidomuncul.co.id, Tolak Angin adalah kisah perjalanan sebuah jamu tradisional menjadi produk jamu modern yang sangat diandalkan oleh masyarakat Indonesia. 

Seperti namanya, Tolak Angin dibuat dari ramuan jamu untuk meringankan gejala masuk angin dan menguatkan daya tahan tubuh. Tolak Angin adalah perintis jamu cair siap minum yang dapat dikonsumsi kapanpun, dimanapun. 

Sido Muncul sendiri menargetkan pertumbuhan kinerja sepanjang 2024 baik secara laba dan pendapatan dapat naik double digit dibandingkan pada tahun 2023.

"Kami menargetkan pertumbuhan 10 persen sampai 15 persen dari 2023," kata Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) David Hidayat awal Maret 2024.

David menyampaikan, untuk dapat mencapai target tersebut di tahun 2024, perseroan merencanakan memutus rantai distribusi penjualan untuk lebih meningkatkan efisiensi yang bisa berdampak pada kenaikan penjualan dan laba perusahaan.

"Kami optimis tahun 2024 akan menjadi titik awal perbaikan kinerja yang lebih baik, karena kami merencanakan akan melakukan penambahan atau perubahan tenaga profesional untuk bisa mencapai pertumbuhan yang kami rencanakan," jelasnya.

Menurut David kedepannya juga pihaknya juga akan melakukan penambahan produk baru yang akan dilaunching di tahun 2024 dan lakukan penetrasi di pasar internasional.

Selain itu, David juga menyampaikan tahun 2024 perseroan belum merencanakan ekspansi saat ini lantaran kapasitas yang tersedia saat ini masih bisa memenuhi penambahan permintaan sampai dengan 50 persen.

Menurutnya kedepannya kinerja perseroan akan dipengaruhi oleh kondisi geopolitik sehingga menyebabkan kenaikan harga bahan baku.

"Kondisi geo politic yang mungkin bisa memengaruhi pasokan beberapa bahan baku yang berasal dari luar negeri," ujarnya.

David menyampaikan kinerja perseroan sepanjang 2023 membaik, terutama di kuartal IV 2023. Adapun, pertumbuhan penjualan selain adanya kenaikan penjualan domestik juga ditunjang oleh kenaikan penjualan export sebesar 37 persen dibanding 2022.

"Kami mentargetkan pertumbuhan ekspor di tahun ini bisa mencapai 49 persen," tuturnya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment