News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

'Porsche' Raffi Ahmad dan Bamsoet Curi Perhatian JVWF 2022, Harganya?

'Porsche' Raffi Ahmad dan Bamsoet Curi Perhatian JVWF 2022, Harganya?


Porsche Raffi Ahmad di JVWF Prambanan 

WARTAJOGJA.ID  : Dua unit mobil Porsche klasik mencuri perhatian gelaran Jogja VolksWagen Festival (JVWF) 2022 yang dipusatkan di Lapangan Siwa Candi Prambanan Yogyakarta Sabtu-Minggu, 16-17 Juli 2022.

Dua seri klasik itu adalah Porsche 356 Speedster 1955 yang dimiliki selebritas Raffi Ahmad dan Porsche 550 Spyder 1955 yang dimiliki Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet.

Tentu saja, dua Porsche yang masih tampak baru dan mengkilap itu bukan kelahiran langsung dari pabrikannya. Melainkan hasil rakitan garasi Tuksedo Studio yang berpusat di Bali.

"Jadi Porsche 356 milik Raffi dan 550 milik Bamsoet ini merupakan seri seri langka atau seri pertama Porsche yang berhasil kami re-create ulang dari nol," kata pendiri Tuksedo Studio Pudji Handoko di sela gelaran JVWF 2022.

Pudji membeberkan, workshop-nya yang sudah tiga tahun berdiri dan memiliki 70 builder itu memang selama ini berfokus 'melahirkan' kembali seri-seri mobil langka dunia dan bersejarah. 

Tak terkecuali yang sudah dilahirkan workshopnya seperti Mercedes Benz 300 SL Gullwing lansiran 1957 dan Toyota 2000Gt lansiran 1967.

"Untuk Porsche 356 milik Raffi Ahmad sendiri harga aslinya Rp 10 miliar, namun yang kami buat ini harganya Rp 2 miliar," kata Pudji. 

Harga mobil rakitan itu setara dengan kira-kira 10 Honda Brio terbaru tipe menengah yang berkisar Rp 200 jutaan.

Begitupun untuk Porsche 550 milik Bamsoet yang dibangun Tuksedo Studio, harga aslinya saat ini Rp 70 miliar, namun oleh Pudji rakitannya dijual hanya Rp 2 miliar.

Sebelum membeli Porsche Spyder itu, Bamsoet sendiri, ujar Pudji, juga sudah membeli Mercedes Benz 300 SL Gullwing hasil rakitan Tuksedo Studio senilai Rp 4,5 miliar dari harga orisinilnya yang sebenarnya puluhan miliar rupiah.

Pudji mengatakan, pembuatan masing-masing mobil langka bersejarah ini bukan atas pesanan pembeli. Melainkan berdasar apa yang dikehendaki workshop itu sendiri kemudian ditawarkan. 

"Kami tidak menerima order, kami hanya membuat model yang menurut kami pantas dan layak dibuat, yang langka, punya sejarah panjang, dan harganya sudah tinggi sekali di pasaran," kata dia.

"Jadi kerja kami juga bukan kerja restorasi, yang mana ada bahan seadanya lalu dipoles, tapi re-creation, semua benar-benar dibangun dari nol, dengan komponen komponen orisinilnya yang sebagian besar import dari berbagai negara," Pudji menambahkan.

Hanya saja, lanjut Pudji, dalam prosea re-creation itu, ada satu bagian yang mungkin bukan orisinilnya. Yakni soal mesin yang diusung.

"Untuk proses re-creation itu kami selalu menggunakan mobil donor, untuk kaki-kaki dan mesinnya," kata Pudji.

Alhasil, workshop yang setiap tahunnya hanya memproduksi sekitar 7 sampai 10 unit mobil itu, selalu menggunakan mobil donor dari Volkswagen untuk melahirkan lagi Porsche-Porsche bersejarah.

"Dulu sebelum Ferdinand Porsche  menciptakan Porsche untuk mobil balap, diminta Hitler menciptakan mobil rakyat, VW, agar bisa dipakai semua kalangan di masa perang. Baru setelah perang selesai, proyek Porsche dilanjutkan yang komponennya sebagian besar memakai komponen VW," kata dia. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment