News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Yogyakarta Tuan Rumah Muktamar GPK, Tiga Kader Terbaik Maju Caketum

Yogyakarta Tuan Rumah Muktamar GPK, Tiga Kader Terbaik Maju Caketum


GPK DIY bersiap gelar Muktamar 11-13 Desember 2021.

WARTAJOGJA.ID:  Kota Yogyakarta menjadi tuan rumah perhelatan Muktamar Gerakan Pemuda Kabah (GPK) mulai Sabtu hingga Senin, 11-13 Desember 2021 mendatang. 

"Kota Yogyakarta dipercaya sebagai lokasi Muktamar atas arahan Ketum PPP Suharso Monoarfa yang juga akan menghadiri langsung kegiatan ini," kata Panitia Penyelenggara Muktamar ke-2 GPK, Inung Nurzani , 
di sela persiapan muktamar Jumat (10/12).

Yogyakarta, kata Inung, selama ini dinilai menjadi barometer kekuatan GPK di tanah air. 

"Jadi, Minggunya nanti teman-teman laskar di DIY dan Jateng akan datang agar bisa ikut meramaikan gelaran Muktamar ini," katanya. 

Menurutnya, Muktamar di Yogyakarta bisa menjadi awal kebangkitan PPP, yang torehannya dalam Pemilu 2019 lalu mengalami penurunan.

Sebagai organisasi sayap, maka GPK harus ikut berbenah, seiring meredanya konflik internal di tubuh PPP, yang sempat terjadi tempo hari. 

"Sekarang sudah tidak ada lagi perpecahan di partai. Kita harus bergerak melalukan pembenahan, untuk persiapan jelang Pemilu 2024. Kalau GPK ini kuat, partai pun kuat, begitu juga sebaliknya," kata Inung. 


GPK DIY bersiap gelar Muktamar 11-13 Desember 2021.

Sebagai informasi, sedikitnya ada tiga kader GPK yang akan maju dalam pemilihan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) GPK periode 2022-2026 dalam
Muktamar ini. 

Ketiganya adalah Pelaksana Tugas Ketum PP GPK Andi Surya Wijaya Ghalib, lalu Habib Farhan Al Amri, dan Bang Tommy. 

"Ketiganya itu merupakan kader terbaik yang dimiliki GPK," kata Ketua Pengurus Wilayah (PW) GPK DI Yogyakarta Totok Yuwono.

GPK merupakan satu organisasi sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kini tengah menata organisasinya menyongsong perhelatan 2024 mendatang. 

Sehingga momentum muktamar ini menjadi satu bagian penting yang musti dipersiapkan agar langkah organisasi dapat semakin maju dalam berbagai persiapan.

"Selaras AD/ART kami berharap nantinya Ketum bisa terpilih secara aklamasi, sehingga soliditas GPK terus terjaga melalui musyawarah mufakat," kata dia. 

Namun Totok tak menampik, bilamana musyawarah mufakat tak tercapai, maka cara demokratis melalui jalur voting atau pemungutan suara sudah dipersiapkan. 

"Utamakan sikap kompromi dan musyawarah dalam dalam memutuskan ketua umum terbaik. Insyaallah sehingga bisa menghindari perpecahan di tubuh GPK sendiri," kata Totok. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment