News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Wakil Bupati Cilacap: Go Digital Jadi Jalan UMKM Bangkit Dari Dampak Pandemi

Wakil Bupati Cilacap: Go Digital Jadi Jalan UMKM Bangkit Dari Dampak Pandemi





CILACAP : Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menyebut dampak pandemi Covid-19 bagi pelaku usaha UMKM sangat besar.

"Salah satunya penurunan aktivitas jual-beli yang diakibatkan beberapa hal seperti adanya penerapan social distancing demi menghindari penularan Covid yang lebih luas. Adanya pandemi membuat masyarakat memilih menunda pembelian," kata Syamsul saat menjadi pembicara webinar literasi digital bertema "Memajukan Ekonomi Desa Melalui Digitalisasi BUMDes dan UMKM" yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (9/11/2021).

Dalam webinar yang diikuti 500-an peserta itu, Syamsul mengatakan
pandemi juga mengakibatkan sulitnya mendapatkan bahan baku. Efek domino dari PHK dan pekerja yang dirumahkan telah menimbulkan penurunan kapasitas produksi yang mau tidak mau kondisi ini telah menyebabkan bahan baku produksi industri rumah tangga mengalami kelangkaan atau mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.

"Pandemi juga menyebabkan distribusi yang terhambat yakni berkurangnya aktivitas distribusi yang sangat merugikan pelaku bisnis UMKM, terlebih bagi UMKM yang telah memperluas jaringan pasarnya," kata dia.

Lebih memprihatinkan lagi, kata Syamsul, dampak pandemi Covid bagi UMKM juga menyebabkan kalangan penyedia jasa, tidak hanya UMKM yang bergerak di sektor produksi rumahan, juga mengalami penurunan omzet yang diimpikan.

Misalnya jasa hiburan wayang, organ tunggal karena acara hajatan dilarang akibat kebijakan social distancing. 

"Mereka yang bekerja sebagai buruh harian lepas seperti pegawai bangunan, make up artis, pekerja wedding organizer, fotografer pernikahan, dan lainnya kesulitan mendapatkan penghasilan," kata dia.

Padahal, lanjut Syamsul, keberadaan UMKM dalam sistem perekonomian di Indonesia itu sangat penting. UMKM sebagai penyedia lapangan kerja terbanyak UMKM menyerap hampir 97 persen dari total lapangan kerja di Indonesia. 

UMKM sebagai penyediaan penyedia kebutuhan masyarakat yang murah dan terjangkau. Jumlah UMKM itu sangat banyak jenis dan sektor usahanya beragam, yang tersebar ke pelosok desa sehingga menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian.

Di tengah pandemi Covid 19 inilah, desa tidak hanya menjadi ujung tombak untuk bergerak sebagai gerbang utama pencegahan dan penularan Covid 19. Tapi desa juga dituntut untuk bisa cepat membantu pemulihan ekonomi melalui badan usaha milik desa atau BUMDes.

"Memasuki era industri 4.0 maka yang bertahan di tengah pandemi ini adalah BUMDes yang bisa go digital," kata dia. 

Untuk itu, lanjut Syamsul, pemerintah berperan dalam membangkitkan UMKM dan BUMDes go digital. Misalnya di Cilacap, pemerintah memfasilitasi dalam pembuatan website dalam rangka promosi dan pemasaran produk UMKM secara online melalui internet seperti dalam platform bernama Getuk Putri.

Digitalisasi UMKM, kata Syamsul, dibarengi edukasi dengan memperkenalkan media digital kepada UMKM sebagai sarana perluasan pemasaran melalui platform Google My Bisnis. Juga kerjasama dengan Bank BNI melalui program pelatihan Rumah Bumi Cilacap tahun 2020 dan kegiatan kerjasama antara Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah Kabupaten Cilacap dengan Bank BNI berupa 6 kegiatan pelatihan untuk UMKM.

Mulai dari penyusunan e-katalog produk UMKM Kabupaten Cilacap.
"Penyusunan katalog digital ini diharapkan untuk memudahkan pencarian produk UMKM sehingga mampu meningkatkan akses penjualan," kata dia.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap juga menggelar gerakan tebar kebaikan 'Ayo Jajan Poduk UMKM' berupa program pembelian produk produk UMKM Cilacap oleh OPD, BUMN dan BUMD Cilacap.

Narasumber lain, Digital Media Specialist Eko Nuryono mengatakan bagi UMKM di era digital ini perlu akselerasi pemanfaatan teknologi digital yang meningkatkan keterlibatan mereka di ruang digital.

"Dengan salah satunya membekali pelaku UMKM aspek kecakapan digital," kata dia.

Aspek kecakapan digital itu, kata Eko, seperti pemahaman identitas digital, penggunaan waktu, etika, keamanan privasi, dan berpikir kritis.

Webinar itu juga menghadirkan narasumber Koordinator Tenaga Ahli Kabupaten Cilacap M. Fathikum, co-Founder Jelajah.Live Agus Supriyo,  serta dimoderatori Bobby Aulia dan Cyntia Ardila selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment