News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Membasmi Hoaks, Mengisi Ruang Digital Dengan Hal Produktif

Membasmi Hoaks, Mengisi Ruang Digital Dengan Hal Produktif




CILACAP : Blogger dan SEO Specialist Ragil Triatmojo menuturkan membasmi hoaks atau berita bohong di ruang digital bukan perkara mudah.

”Berita hoaks menjadi kabar palsu yang biasanya tidak memiliki sumber kredibel dan sengaja dilakukan dengan tujuan menipu seolah sebagai suatu kebenaran," kata Ragil saat menjadi pembicara webinar literasi digital bertema "Literasi Digital untuk Meningkatkan wawasan Kebangsaan" yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (29/11/2021).

Dalam webinar yang diikuti 300-an peserta itu, Ragil menyebut bahwa  UNESCO telah membagi hoaks menjadi tiga hal yaitu misinformasi, disinformasi, dan malinformasi.

"Untuk menjaga diri dari berbagai hoaks itu biasakan kita selalu baca utuh dan pahami sebuah informasi, jangan mudah terpancing dan paling penting cari sumber pembanding," kata Ragil.

Ragil menambahkan yang bisa dilakukan sebelum share informasi selalu pikirkan apakah informasi itu bermanfaat atau tidak.

"Selain mengantisipasi hoaks, penting dipahami berbagai aturan dasar bergaul di internet, misalnya memasang profil diri secukupnya saja dan jangan memajang foto yang kurang pantas serta jangan pernah membedakan cara komunikasi di media sosial dan dunia nyata," kata Ragil.

Ragil mengatakan penting disadari tiap pengguna mau menanamkan rasa toleransi dan saling menghormati ketika berinteraksi dengan pengguna internet lainnya.

"Selalu pertimbangkan konsekuensi dari tindakan yang kita lakukan," kata dia. 

Sebab daripada berlaku negatif di internet, lebih berguna memanfaatkan internet untuk meningkatkan softskill. Misalnya untuk pengendalian diri, komunikasi, motivasi, kreatif dan inisiatif.

"Dari situ akan tertanam pula semangat integritas," Tegas Ragil. 

Ragil menilai juga pentingnya memanfaatkan internet untuk meningkatkan hard skill. Yakni keterampilan menguasai piranti yang berkaitan dengan teknologi informasi atau sumber digital. "Coba latihan untuk membuat konten positif, menelusuri lebih banyak informasi ke pakar dan data, juga saling memberikan feedback melalui obrolan di media sosial," paparnya.

Narasumber lain, pendiri Jogjania.com Jota Eko Hapsoro mengatakan peran tekonologi yang berkembang pesat juga memberi dampak positif, misalnya berbagi kebaikan. 

"Indonesia berada di peringkat 1 negara paling dermawan di dunia, urutan kedua ada Australia dan urutan ketiga Selandia Baru," kata Jota.

Menurutnya ada sejumlah hal penting pengaruh internet menumbuhkan semangat sosial. Yakni semangat membantu orang lain, mendonasikan uang, menjadi sukarelawan dalam kegiatan sosial

"Artinya internet juga berdampak terbangunnya kolaborasi ruang digital, orang jadi suka bergabung dalam komunitas sesuai bakat minat, dan berlomba dalam kebaikan," Jelas dia.

Webinar itu juga menghadirkan narasumber Dosen UAD Anang Masduki, praktisi pendidikan Yuni Wahyuning, serta dimoderatori Fikri Hadil dan Rusmina Dewi sebagai key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment