News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Digital Skills Diperlukan Agar Penggunaan Platform Digital Lebih Produktif

Digital Skills Diperlukan Agar Penggunaan Platform Digital Lebih Produktif





Purbalingga - Manusia digital merupakan hasil revolusi keempat umat manusia yang mencakup dan melibatkan semua orang. Kini masyarakat telah berubah menjadi manusia digital. 

Hal tersebut dikatakan oleh Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI, Nuzran Joher dalam webinar literasi digital dengan tema “Mencegah Kecanduan Gadget di Tengah Pembelajaran di Era Digital” yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo bagi warga Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Selasa (02/11/2021).

Nuzran mengatakan teknologi telah mengubah cara masyarakat berbicara, bekerja, berdagang dan bertransaksi. Manusia dan masyarakat digital mengeksplorasi transformasi meliputi seluruh sendi kehidupan. 

“Sebentar lagi semua orang di planet bumi akan terkoneksi secara digital dan semua orang punya kesempatan untuk bisa bangkit dari kemiskinan melalui keterbukaan,” katanya. 

Adanya transformasi digital ini pun menimbulkan tantangan tersendiri bagi masyarakat. Pertama yakni kurangnya kecakapan digital dalam menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak menimbulkan penggunaan media digital yang tidak optimal. 

Kemudian rendahnya etika digital berpeluang menciptakan ruang digital yang tidak menyenangkan karena terdapat banyak konten negatif. 

Tantangan selanjutnya yakni lemahnya budaya digital yang menimbulkan pelanggaran hak warga digital. Lalu, rapuhnya keamanan digital berpotensi terhadap kebocoran data pribadi maupun penipuan digital. 

Nuzran mengungkapkan kecakapan digital yakni berupa kemampuan individu dalam mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak teknologi informasi komunikasi (TIK), serta sistem operasi digital. 

Menurutnya, kemampuan kecakapan digital ini penting, terlebih di masa pandemi Covid-19. “Digital skills ini untuk bisa beradaptasi dan inovasi, menumbuhkan kreativitas, memanfaatkan peluang, memanfaatkan kemudahan, dan kontribusi terhadap kemajuan peradaban,” tuturnya. 

Sementara, narasumber lainnya Dosen Fisipol UGM, Frans Djalong mengatakan, salah satu dampak negatif dari penggunaan media digital yakni mengalami kecanduan. 

Menurutnya, kecanduan bisa dideteksi, seperti dengan otonomi diri dalam kesadaran palsu, narsisme dan sikap asertif, kepribadian histeria dan masyarakat viral. “Perilaku yang konsumtif yakni konsumsi keyakinan, konsumsi belas kasihan dan masyarakat berhala,” kata dia. 

Frans mengungkapkan ketika mengalami kecanduan, maka hal ini menjadi tanggung jawab bersama dalam keluarga. 

Sebab kecanduan digital bisa merusak perkembangan otak untuk berpikir, tubuh untuk bertindak dan lingkungan untuk berinterkasi. Kemudian juga tidak terlatih koordinasi antara pikiran, tindakan dan pergaulan dalam dunia offline. “Kecanduan mengubah kebersamaan masa kini dan membatalkan masa depannya,” ujarnya.

Menurutnya, perlu adanya perubahan metode belajar mengajar di sekolah, dan kebijakan pendidikan digital ketika ada seorang anak didik yang mengalami kecanduan digital. “Tingkatkan kapasitas pendidik untuk mengatasi kecanduan digital,” ucapnya. 

Dipandu moderator Yade Hanifa, webinar kali ini juga menghadirkan narasumber Ahmad Faridi (Sub Koordinator Perencanaan Data Informasi Kanwil Kemenag Jawa Tengah), Amir Mahmud (Pengawas Menengah, SMP, SMA, dan SMK), dan Anggota @intothelightid, Shafa Lubis, selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment