News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Wajah Ganda Dunia Digital Tak Terelakkan

Wajah Ganda Dunia Digital Tak Terelakkan





Surakarta – Kemajuan teknologi selalu membawa konsekuensi tersendiri. Tidak terelakkan lagi, dunia digital dengan segala kecanggihannya memunculkan wajah ganda. Pada satu sisi bermanfaat, pada sisi yang lain membawa dampak mudharat.

“Dunia digital menghubungkan setiap sudut dunia terkoneksi dan menciptakan kolaborasi. Dunia digital menjadi gudang data berbagai informasi, pengetahuan valid, sumber informasi yang menambah wawasan dan pengetahuan,” ucap Muhammad Nurkhoirin, Ketua Yayasan Desantra saat menjadi narasumber webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk masyarakat Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (9/6/2021).

Sedangkan sisi negatif dunia digital adalah cenderung mengoneksikan individu yang sejenis, dalam arti satu selera misalnya ideologi, pandangan agama. Selain itu, juga menjadi gudang hoaks. “Informasi yang sejenis justru mempersempit wawasan,” ungkapnya.

Komisioner Komnas HAM 2012-2017 ini lebih jauh mengungkapkan pada dasarnya manusia diberi fitrah untuk menjalankan kebebasan fisik dan kebebasan jiwa. Namun demikian kebebasan tidak sama dengan berbuat semau gue karena makna kebebasan tersirat sikap bertanggung jawab.

“Media sosial memberikan kebebasan kepada setiap orang membuka situs apa saja yang diinginkan pengguna. Media sosial memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk menulis atau membuat opini serta komentar, mengunduh dan menyebarkan apa saja,” kata dia.

Ada banyak contoh media sosial memberikan preseden yang buruk tetapi juga tidak sedikit contoh manfaat media sosial. Misalnya, peristiwa anak hilang ditemukan berkat jejaring media sosial. Atau, pengaduan masyarakat yang menjadi viral akhirnya ditindaklanjuti pihak berwenang. Preseden negatif misalnya kecanduan game online.

Narasumber lainnya, Nugrahaeni Prananingrum selaku Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta, menyampaikan arus informasi dapat mempengaruhi pola pikir seseorang. Salah satu tantangan masyarakat saat ini adalah kemampuannya mencerna informasi yang masuk dari lingkungan di sekitarnya.

“Kemampuan mencerna informasi yang positif yang masuk dalam diri seseorang dipengaruhi oleh pendidikan karakter. Pendidikan karakter turut memberikan andil yang kuat dalam penanaman nilai-nilai nasionalisme pada masyarakat digital Indonesia,” ujarnya.

Dipandu moderator Nadia Intan, webinar bertema Kohesi dan Solidaritas Sosial melalui Perangkat Digital ini juga menghadirkan narasumber Xenia Angelica Wijayanto (Head of Centre for Publication LSPR Institute, Japelidi), Amni Zarkasyi Rahman (Dosen/Pengajar UNDIP), dan Fahri Azmi (Entrepreneur) sebagai Key Opinion Leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment