News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tingkatkan Toleransi dan Demokrasi Siswa dalam Bermedsos

Tingkatkan Toleransi dan Demokrasi Siswa dalam Bermedsos




Jepara– Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar webinar literasi digital bagi masyarakat di Jepara, Jumat (15/10/21). Tema kegiatan tersebut yakni "Media Sosial Sebagai Sarana Siswa Dalam Meningkatkan Toleransi dan Demokrasi " yang dikupas dari empat perspektif literasi digital yakni, budaya digital, keamanan digital, kecakapan digital dan etika digital.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Harry Perdana (entertainer) tersebut menghadirkan Ganjar Pranowo (Gubernur Provinsi Jawa Tengah), Dian Kristiandi (Bupati Jepara), masing-masing sebagai keynote speech. Resha Radyan Pranasthiko (Digital Marketer), Reza Sukma Nugraha (Dosen UNS), Ahmad Ghozi (Socials Worker. Fasilitator Ketangguhan Keluarga) dan Mia Angeline (Deputi Head of Communication Department, Bina Nusantara University Jakarta) sebagai pembicara. Serta  Riska Yuvista (Miss Halal Tourism Indonesia 2018) sebagai Key Opinion Leader. 

Digital Marketer Resha Radyan Pranasthiko mengatakan, selama 20 tahun telah terjadi banyak perubahan di kehidupan manusia. Perubahan tersebut bisa dirasakan dan masih terus dilakukan. Jika dari peradaban, bisa dilihat dari manusia yang berawal dari manusia kera menjadi manusia yang sekarang ini. 

"Kalau dari segi teknologi bisa dilihat semakin majunya alat digunakan. Jika dahulu berkomunikasi harus bertemu dan tatap muka. Namun sekarang semuanya dimudahkan dengan menggunakan gawai," jelasnya dalam webinar tersebut. 

Ia menambahkan, dulu berkomunikasi hanya dilakukan menggunakan telepon umum dan waktunya terbatas. Tetapi sekarang berkomunikasi dengan menggunakan gawai masing-masing. Bahkan banyak fitur yang bisa digunakan dalam berkomunikasi, bahkan melihat dunia luar secara luas. 

"Selain itu kita juga dimudahkan dalam berbelanja. Dahulu berbelanja harus datang ke pasar atau toko namun sekarang bisa dijangkau menggunakan smartphone. Hanya berada di rumah bisa membuat kita membeli banyak hal di marketplace yang ada," paparnya pada warga Jepara tersebut. 

Menurutnya, indikator pertama dari kecakapan dalam Budaya Digital (Digital Culture) adalah bagaimana setiap individu menyadari bahwa ketika memasuki Era Digital, secara otomatis dirinya telah menjadi warga digital. Digital Culture merupakan prasyarat dalam melakukan transformasi digital karena penerapan budaya digital lebih kepada mengubah pola pikir (mindset) agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital.

"Maka dari itu kita butuh mindfull communication. Hal ini agar tercapai komunikasi yang penuh perhatian. Melibatkan penerapan prinsip-prinsip perhatian dalam berhubungan dengan sesama," tambahnya. 

Sementara itu, Dosen UNS Reza Sukma Nugraha menuturkan, etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquet) dalam kehidupan sehari-hari. Ia menambahkan, dalam berdigital perlu menghargai hak digital orang lain. 

"Hak digital sendiri berarti hak asasi manusia yang menjamin tiap warga negara untuk mengakses, menggunakan, membuat, dan menyebarluaskan media digital. Meliputi hak mengakses hingga merasa aman di media sosial," paparnya dalam webinar tersebut. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment