News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Mengenal Hoaks dan Bahayanya, Begini Stretegi Menangkalnya

Mengenal Hoaks dan Bahayanya, Begini Stretegi Menangkalnya




Kota Semarang - Berita bohong merupakan berita atau konten tidak sesuai dengan fakta dan data sebenarnya yang dibuat dengan sengaja. Beberapa cirinya yakni, pembuat hoaks tahu konten atau berita yang dibuat tidak benar. 

”Konten hoaks berbeda dengan permainan sulap, karena audience tidak tahu mereka ditipu atau dibohongi. Sedangkan penonton sulap tahu mereka dibohongi tapi terhibur,” kata Guru Besar Ilmu Komunikasi Londok School of Public Relation, Rajab Ritonga dalam webinar literasi digital dengan tema “Strategi Menangkal Konten Hoax” yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo bagi warga Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 22 Juli 2021.

Rajab mengatakan hoaks merupakan informasi yang sengaja dibuat dan disesatkan untuk tujuan tertentu. Hoaks dibuat dengan agenda tertentu. 
“Hoaks diserbarluaskan melalui berbagai platform media. Media sosial paling sering digunakan sebagai sarana penyebaran hoaks,” kata dia. 

Rajab mengatakan saat ini hidup di abad informasi sangat tergantung pada internet. Masyarakat mencari berita/informasi bukan lagi di TV, radio, dan koran, tapi dari internet. Kini era konvergensi media, ditandai dengan komputer di seluruh dunia online, masyarakat mengakses atau bertukar informasi tanpa terhalang jarak dan waktu. Dunia berada dalam ruang computer (virtual world). Kegiatan manusia lebih banyak di dunia maya dan uncul ekses dunia di nyata. 

Untuk menangkal konten hoaks ada berbagai cara, yakni periksa URL konten, berita atau informasi. Cek about yang meliputi kontak; alamat; personil pengelola web). Kemudian cek atau bandingkan isi konten dengan media lainnya. 

“Cek narasumber konten, waspadai permintaan meneruskan konten, waspadai judul provokatif, periksa foto-foto atau video yang disiarkan, dan gunakan logika membaca konten,” tuturnya. 

Peneliti Fisip Unsoed, Adhi Iman Sulaiman mengatakan hoaks bagian dari fenomena infodemik dalam Covid-19. Infodemik mengarah pada banjir informasi, ketika fakta, desas-desus, hoaks dan ketakutan bercampur dan menyebar, menjadi sulit untuk mempelajari informasi penting atau benar tentang suatu masalah pandemi.

“Secara luas, infodemi dipahami sebagai misinformasi atau berita palsu terkait epidemi yang menyebar dengan cepat, mudah dan masif di dunia maya melalui media sosial,” katanya. 

Menurutnya, netizen yang tidak melakukan penyaringan informasi secara kritis akan mudah mengingkatkan penyebaran infodemi. Pesatnya media digital menjadikan infodemik pada wabah Covid-19 ini terasa lebih menghebohkan dari wabah SARS 2003. 

“Dampak infodemi yang paling terasa adalah massifnya kecemasan, kepanikan hingga kesalahan pengmambilan keputusan serta menimblkan penyakit psikosomatik,” kata dia. 

Ia mengatakan, seseorang mencapai titik lelah akibat tidak mampu memilah dan mengolah informasi sehingga timbul stres dan kecemasan berlebihan. Kondisi ini jika berlanjut dapat menimbulkan risiko laten berupa gangguan kesehatan mental. 

“Infodemik yang membuat kebingungan dan keresahan akan mengakibatkan penurunan kepercayaan publik pada stakeholder sehingga membutuhkan partisipasi publik di media sosisal dan regulasi dari pemerintah,” ujarnya. 

Informasi terkait covid telah menjadi infodemi hoaks yang membuat sebagian masyarakat menilai kebenarannya, karena cenderung menakutkan dan membuat masyarakat resah. 

Dipandu moderator Dimas Satria, webinar kali ini juga menghadirkan narasumber Mukhammad Nur Kholis (Kasi Kelembagaan Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah), Juair (Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah), dan Fashion Model Putri Shabrina, selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment