News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Batasi Penggunaan Sosial Media Cukup Dua Platform Saja

Batasi Penggunaan Sosial Media Cukup Dua Platform Saja




Semarang – Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Computers and Human Behaviour menemukan orang yang menggunakan tujuh atau lebih platform sosial media, berisiko tiga kali lebih mungkin terkena gejala kecemasan umum tingkat tinggi. Kondisi itu berbeda disbanding orang yang membatasi diri cukup menggunakan 0-2 platform sosial media saja.

“Dampak negatif sosial media adalah timbulnya perasaan bahwa diri atau hidup Anda selalu kurang jika dibandingkan dengan hidup atau diri orang lain di sosial media. Selalu merasa cemas dan depresi,” ujar Agustin Rina Herawati, Pengajar Universitas Diponegoro, saat menjadi narasumber webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk masyarakat Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (13/7/2021).

Para peneliti, sebagaimana dua penelitian yang melibatkan lebih dari 700 siswa, menemukan bahwa gejala depresi seperti suasana hati yang rendah dan perasaan tidak berharga dan putus asa, ada kaitannya dengan kualitas interaksi online.

“Para peneliti menemukan tingkat gejala depresi yang lebih tinggi di antara mereka yang memiliki lebih banyak interaksi negatif,” kata dia.
Toh begitu, sosial media memiliki dampak positif. “Dengan menggunakan sosial media, kita bisa menjelajah kemana pun yang kita mau. Dengan sosial media kita bisa bertemu orang banyak dan kita bisa berkenalan sebanyak-banyaknya semau kita,” tambahnya.

Dengan banyaknya teman dan relasi, pengguna dapat belajar bagaimana cara beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan.

Selain itu, juga bisa dijadikan sarana mengembangkan keterampilan. Informasi up to date yang sangat mudah menyebar melalui situs jejaring sosial, memungkinkan pengusaha kecil mempromosikan produk dan jasanya tanpa mengeluarkan banyak biaya.

Narasumber lainnya, M Nur Arifin (Peneliti dan Antropolog), antara lain menyampaikan era digital dan perkembangan teknologi membawa perubahan seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk pola perubahan komunikasi lintas batas sosial dan budaya.

Dipandu moderator Bobby Aulia, webinar bertema ”Gaul Asyik, No Hoax, No Bullying di Dunia Maya” ini juga menghadirkan narasumber Tatty Aprilyana (Entrepreneur & Founder Kampung Aridatu), AP Tri Yuniningsih (Dosen Fisip UNDIP) dan Komo Ricky (Actor dan TV Presenter) selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment