News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Jangan Sampai Berdampak Buruk, Nih Cara Berinternet Lebih Produktif

Jangan Sampai Berdampak Buruk, Nih Cara Berinternet Lebih Produktif




Wonosobo – Teknologi hadir untuk memudahkan kehidupan penggunanya. Namun, sulit dimungkiri, kemajuan-kemajuan teknologi yang ada menciptakan tantangan baru bagi masyarakat digital. Tantangan tersebut berupa fakta yang ditunjukkan We Are Social dan Hottsuite (2021), rata-rata orang Indonesia menghabiskan 8 jam 52 menit sehari untuk mengakses internet dan 3 jam 14 menit untuk mengakses media sosial. 

Dosen Universitas Sains AlQur'an Wonosobo, Muhammad Yusuf mengatakan, penggunaan teknologi dapat menyebabkan pola hidup yang negatif, seperti kecanduan, sehingga menyebabkan dampak pola hidup yang konsumtif. 

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya yakni untuk pemenuhan keinginan, membeli barang di luar jangkauan, atau membeli barang yang tidak memiliki nilai produktif atau hanya sekadar untuk status sosial saja. Padahal, teknologi pun bisa dimanfaatkan untuk lebih produktif, semisal menambah pengetahuan, keterampilan, maupun kemampuan. 

Menurut Yusuf, agar produktif memanfaatkan teknologi, pengguna digital bisa membuat konten yang bernilai positif seperti konten yang menginspirasi orang lain untuk bisa melakukan hal positif atau kebaikan. Kemudian konten yang berisi informasi yang dibutuhkan orang lain. 

“Bisa juga dengan membuat konten yang berisi mendidik yang dapat menambah pengetahuan orang lain atau konten ringan yang sifatnya menghibur,” katanya dalam webinar literasi digital dengan tema ”Kecanduan Internet: Ubah Konsumtif Menjadi Produktif” yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo bagi warga Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Jumat (3/9/2021).

Narasumber lainnya, Social Media Specialist PT Cipta Manusia Indonesia, Yoshe Angela mengungkapkan, semakin berkembangnya teknologi, pengguna juga harus memiliki digital safety, yakni kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis dan meningkatkan tingkat keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari. 

Yoshe menyebut, dalam menggunakan internet pengguna juga harus hati-hati ketika membagikan suatu postingan atau konten dan berkomunikasi secara bertanggung jawab dengan pengguna lainnya. 

Selain itu, agar tetap aman dalam berinternet pun supaya tidak mudah tertipu dengan modus-modus kejahatan yang marak ditemukan di dunia digital. Semisal modus penipuan dengan iming-iming hadiah, atau yang lainnya. “Jaga rahasia privasi dan publik, dan buat sandi yang Tangguh dalam akun platform digital kita,” katanya. 

Yoshe juga membeberkan, pengguna digital supaya tidak menyebarkan hoaks, spam atau berita yang bersifat provokatif. Lalu tidak memposting data atau informasi pribadi semisal alamat rumah lengkap, kantor, sekolah, foto KTP, Kartu Keluarga ataupun rekening bank untuk mengantisipasi digunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab. 

Sebab dengan berkembangnya teknologi internet kejahatan dunia digital juga semakin beragam jenisnya. Kejahatan di dunia digital dapat berupa penyadapan dan penyalahgunaan informasi atau data yang berbentuk elektronik maupun yang ditransfer secara elektronik. 

Kemudian pencurian data elektronik, pornografi, penyalahgunaan anak sebagai objek melawan hukum, penipuan melalui internet, perjudian di internet, pengrusakan website, di samping pengrusakan system melalui virus dan lain lain.

Yoshe mengungkapkan, ketika pengguna digital mengalami atau menjadi korban dari kejahatan di dunia digital ini bisa dengan melaporkannya ke pihak kepolisian. Korban siber bisa menyiapkan bukti yang cukup, seperti tangkapan layar (screnshoot), URL atau alamat link, foto, atau video. “Bisa dikumpulkan dalam media penyimpanan seperti flasdisk,” kata dia. 

Diskusi virtual yang dipandu oleh moderator Niken Pertiwi itu, juga menghadirkan pula narasumber Zahid Asmara (Filmaker & Art Director Sedino Dadi Wayang festival), Labibah Zain (Presiden Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam), dan kreator konten Novelia Gibson, selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment